Mantan Staf Khusus Menteri ESDM Buka Rahasia di Balik Judi Online di Indonesia
Said Didu, mantan staf khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengungkapkan informasi penting terkait pengendali praktik judi online di Indonesia. Ia menilai bahwa kasus judi online yang masih belum tuntas ini memiliki struktur yang kompleks dan terbagi dalam dua kelompok utama.
Dua Kelompok Judi Online di Indonesia
Menurut Said Didu, praktik judi online di Indonesia dibagi menjadi dua kelompok: yang beroperasi di dalam negeri dan yang beroperasi di luar negeri. Meskipun masing-masing dikelola oleh pihak yang berbeda, kedua kelompok tersebut diduga memiliki “pelindung” yang sama. Hal ini menunjukkan adanya jaringan yang terorganisir dan memperkuat dugaan bahwa kejahatan ini tidak hanya dilakukan oleh pelaku lokal, tetapi juga melibatkan pihak asing.
Ia juga menyebut adanya informasi bahwa jaringan judi online luar negeri diduga dikendalikan oleh orang-orang yang dekat dengan lingkaran kekuasaan. Bahkan, ada dugaan bahwa Warga Negara Indonesia (WNI) dikirim ke negara seperti Kamboja untuk menjadi operator di sana. Informasi ini menunjukkan bahwa praktik judi online tidak hanya menjadi masalah hukum, tetapi juga melibatkan elemen politik dan keamanan.
Penggerebekan di Hayam Wuruk
Baru-baru ini, polisi melakukan penggerebekan di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, yang menemukan sebanyak 320 warga negara asing sebagai pekerja dan satu orang WNI sebagai Customer Service. Operasi ini menunjukkan bahwa jaringan judi online yang beroperasi di kawasan tersebut memiliki pola koordinasi serupa dengan jaringan luar negeri.
Said Didu berharap bahwa pengungkapan kasus ini akan menjadi langkah nyata dalam penertiban praktik judi online secara tegas di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai bahwa pemerintah harus lebih proaktif dalam menghadapi ancaman ini.
Penjagaan di Lokasi Penggerebekan
Polda Metro Jaya masih menjaga lokasi penggerebekan di Hayam Wuruk dengan personel Brigade Mobil (Brimob). Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto membenarkan bahwa saat ini masih terdapat personel Brimob yang melaksanakan penjagaan di kawasan Apartemen Hayam Wuruk. Penjagaan ini dilakukan sebagai bagian dari langkah pengamanan pascapenindakan yang telah dilakukan sebelumnya.
Adapun kehadiran aparat di lokasi bertujuan memastikan situasi tetap aman dan kondusif. “Penjagaan tersebut merupakan bagian dari langkah pengamanan pascapenindakan yang telah dilakukan sebelumnya,” ujar Budi. Ia menambahkan bahwa sebanyak satu pleton atau 30 personel Brimob Polda Metro Jaya disiagakan di lokasi. Pengamanan tersebut dipimpin oleh Ipda Hamdan.
Pelaku dan Modus Operandi
Dari total 321 orang yang diamankan, sebanyak 320 adalah warga negara asing (WNA) dan satu orang WNI. Mayoritas WNA yang ditangkap berasal dari Vietnam (228 orang), Tiongkok (57 orang), Myanmar (13 orang), Laos (11 orang), Thailand (5 orang), serta Malaysia dan Kamboja masing-masing 3 orang. Dalam dua bulan operasinya, sindikat ini diketahui telah memanfaatkan sedikitnya 75 domain dan situs judi online untuk menjaring korban.
Di lokasi kejadian, polisi juga menyita tumpukan barang bukti mulai dari paspor para pelaku, ponsel, laptop, perangkat komputer, hingga tumpukan uang tunai dalam berbagai mata uang asing.
Indonesia Jadi Target Baru Kejahatan Siber
Sekretaris NCB Interpol Divhubinter Polri, Brigjen Untung Widyatmoko, menyoroti fenomena yang cukup mengkhawatirkan. Ia menilai terdapat pergeseran pola operasi kejahatan siber internasional ke wilayah Indonesia. Hal ini dipicu oleh penertiban besar-besaran yang sebelumnya dilakukan oleh otoritas keamanan di Myanmar, Kamboja, Laos, dan Vietnam.
Setelah penertiban di sejumlah negara tersebut, terjadi pergeseran aktivitas ke Indonesia. Kini, para pelaku terancam dijerat dengan pasal berlapis pada KUHP baru terkait perjudian. Sementara itu, penyidik Bareskrim terus melakukan tracing terhadap aliran dana serta memburu server dan IP address yang digunakan untuk mengungkap dalang utama di balik jaringan raksasa ini.



