Keterlambatan Jemputan di Bandara Menghangatkan Derbi Jawa Timur
Kabar kurang mengenakkan datang dari Persebaya Surabaya menjelang pertandingan melawan Arema FC di Bali. Tim yang dikenal dengan julukan Green Force dikabarkan sempat terlantar lebih dari satu jam di bandara setibanya di Pulau Dewata. Insiden ini terjadi hanya sehari sebelum laga penting, dan langsung menarik perhatian publik.
Informasi tersebut muncul dari unggahan media fanbase @persebayafans.27 yang menyebut para pemain dan ofisial harus menunggu lama tanpa kepastian jemputan. Unggahan tersebut kemudian menyebar luas di kalangan suporter dan memicu berbagai reaksi.
Tidak hanya menunggu, kondisi ini memaksa rombongan Persebaya Surabaya untuk mengambil keputusan cepat. Mereka akhirnya memilih menggunakan taksi demi bisa segera menuju lokasi latihan. Kejadian ini memperkuat situasi yang dialami skuad Green Force jelang laga krusial.
Insiden ini menjadi catatan tersendiri menjelang duel panas Derbi Jawa Timur yang selalu sarat gengsi. Pertandingan antara Persebaya Surabaya dan Arema FC selalu menghadirkan tensi tinggi, baik di dalam maupun luar lapangan.
Laga pekan ke-30 Super League musim 2025/2026 akan digelar pada Selasa (28/4/2026). Pertandingan dipastikan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, tanpa kehadiran penonton. Pemindahan venue dilakukan karena laga kandang Arema FC tidak mendapatkan izin keamanan dari pihak kepolisian. Meski demikian, rivalitas tetap terasa kuat.
Tanpa dukungan langsung suporter di stadion, duel ini tetap diprediksi berlangsung sengit. Kedua tim memiliki motivasi besar untuk meraih kemenangan demi memperbaiki posisi di klasemen.
Persebaya Surabaya datang dengan modal yang cukup positif. Mereka baru saja meraih kemenangan penting atas Malut United di Stadion Kie Raha, Ternate. Dalam pertandingan tersebut, Francisco Rivera dan rekan-rekannya tampil impresif. Mereka mampu menunjukkan efektivitas permainan dan mengamankan poin penuh di kandang lawan.
Hasil itu menjadi suntikan kepercayaan diri bagi skuad asuhan Bernardo Tavares. Terlebih, sebelumnya mereka sempat mengalami tren yang kurang konsisten.
Di sisi lain, Arema FC juga bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Tim berjuluk Singo Edan itu menunjukkan performa solid saat menahan imbang Persib Bandung di laga sebelumnya. Hasil tersebut membuktikan Arema FC tetap memiliki kekuatan untuk bersaing. Mereka mampu meredam tim papan atas dan menunjukkan organisasi permainan yang disiplin.
Menjelang pertandingan, pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menegaskan fokus utama timnya saat ini adalah pemulihan kondisi pemain. Ia ingin memastikan semua pemain berada dalam kondisi terbaik.
“Kita akan melihat perkembangan kondisi para pemain terlebih dahulu. Kita akan lihat siapa pemain yang paling siap, dan kita akan menganalisis permainan lawan kita,” ujar Tavares.
Pelatih asal Portugal tersebut juga mengakui kualitas Arema FC sebagai lawan tangguh. Namun, ia tetap percaya diri timnya mampu memberikan kejutan.
“Kami juga merupakan tim yang kuat. Kita bisa memberikan kejutan jika bermain seperti pada pertandingan melawan Malut,” tegasnya.
Saat ini, Persebaya Surabaya menempati peringkat ke-6 klasemen sementara dengan koleksi 45 poin. Posisi ini masih membuka peluang untuk merangsek ke papan atas di sisa musim. Sementara itu, Arema FC berada di peringkat ke-10 dengan 39 poin. Selisih poin yang tidak terlalu jauh membuat laga ini semakin penting bagi kedua tim.
Pertandingan ini bukan sekadar soal tiga poin. Lebih dari itu, duel ini menyangkut harga diri dua tim besar asal Jawa Timur yang memiliki sejarah rivalitas panjang. Insiden keterlambatan jemputan di bandara pun bisa menjadi bumbu tambahan yang memanaskan suasana. Meski bukan faktor teknis, hal tersebut berpotensi memengaruhi kondisi mental pemain.
Namun di sisi lain, situasi seperti ini juga bisa memicu motivasi tambahan bagi skuad Green Force. Mereka berpeluang menjadikan pengalaman tersebut sebagai energi untuk tampil lebih ngotot di lapangan.
Kini, semua mata tertuju pada bagaimana Persebaya Surabaya merespons situasi ini. Apakah insiden di luar lapangan akan berdampak pada performa mereka saat duel berlangsung. Derbi Jawa Timur selalu penuh cerita, dan kali ini dimulai bahkan sebelum peluit kick-off dibunyikan. Dari bandara hingga lapangan, tensi sudah terasa dan siap meledak dalam pertandingan nanti.



