Rian Ahmad Zainudin, Calon Jemaah Haji Termuda Asal Karawang
Rian Ahmad Zainudin menjadi perhatian khusus dalam keberangkatan jemaah haji asal Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Ia adalah calon jemaah haji termuda dengan usia 21 tahun yang mendaftar sejak usia 9 tahun saat duduk di kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Kini, ia resmi berangkat bersama kloter JKS 04 pada tahun 2026 ini.
Sebanyak 443 jemaah haji dari kloter JKS 04 dilepas oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang. Mereka merupakan bagian dari total 1.783 calon jemaah haji asal Karawang yang terbagi dalam lima kloter. Pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, di Islamic Center Al Jihad pada Jumat, 24 April 2026.
Pengalaman dan Perjalanan Rian
Rian mengaku lega bisa berangkat haji setelah menunggu selama lebih dari 12 tahun. Ia didaftarkan haji oleh orangtuanya sejak tahun 2014, ketika masih duduk di kelas 3 SD. Kini, ia berharap bisa menjalani ibadah haji dengan lancar dan membawa banyak pengalaman berharga.
“Menunggu dari 2014 pas saya kelas 3 SD umur 9 tahun. Sekarang Alhamdulilah mau berangkat di umur 21 tahun,” ujar Rian. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada orangtuanya yang telah berjuang memberinya kesempatan untuk berhaji.
Orang tua Rian diketahui memiliki usaha penggilingan padi. Meski begitu, ia mengatakan bahwa dirinya berangkat sendiri karena keluarga sudah semua. Namun, ia berharap ke depan Karawang memiliki asrama haji tersendiri agar tidak terjebak macet saat pemberangkatan.
Persiapan dan Fasilitas yang Disiapkan
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Karawang, Rojak, menjelaskan bahwa Rian merupakan salah satu calon jemaah haji termuda di kloter 4 JKS. Adapun jemaah tertua dalam kloter tersebut berusia 82 tahun. Dari jumlah 443 jemaah, ada tiga orang yang menggunakan kursi roda.
Rojak mengimbau para jemaah untuk menjaga kesehatan, pola makan, serta patuh terhadap aturan di Arab Saudi. “Kami mengimbau selalu mengikuti jadwal dalam kloter melalui pembimbing ibadah kloter. Sehingga kesiapan mental, kesiapan juga menjelang wukuf di arafah kondisinya tetap sehat dan bisa melaksanakan ibadah haji dengan lancar,” katanya.
Sinergi dan Evaluasi Tahunan
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran proses pemberangkatan. Ia menjelaskan bahwa persiapan pemberangkatan haji dilakukan secara rutin setiap tahun, bukan hanya hari ini saja.
“Persiapan ini bukan hanya hari ini saja, tapi setiap tahun kami evaluasi. Alhamdulillah seluruh jemaah dalam kondisi sehat, berkat dukungan dari Dinas Kesehatan yang telah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh,” katanya.
Selain pemeriksaan kesehatan, Pemkab Karawang juga memberikan berbagai fasilitas kepada jemaah, mulai dari konsumsi, perlengkapan, hingga atribut identitas daerah. Menurut Aep, atribut tersebut penting sebagai penanda identitas jemaah asal Karawang, sehingga memudahkan koordinasi selama berada di Tanah Suci, terutama bagi jemaah lanjut usia.
Kesiapan Bersama Pemerintah dan Kementerian
Aep juga mengapresiasi sinergi antara Pemkab Karawang dengan Kementerian Haji dan Umroh serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses pemberangkatan. Ia berharap keberangkatan jemaah haji dapat berjalan lancar dan memberikan pengalaman terbaik bagi para jemaah.
Dengan kesiapan yang matang, harapan besar ditempatkan agar ibadah haji dapat dilaksanakan dengan baik, sesuai dengan prinsip dan nilai-nilai Islam yang dijunjung tinggi.


