Persiapan Ibadah Haji 1447 Hijriah Tidak Terkendala
Penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah masih berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Saat ini, persiapan keberangkatan 221.000 jemaah haji Indonesia sudah mencapai hampir 100 persen. Kuota ini terbagi atas 203.320 jemaah reguler dan 17.680 jemaah khusus.
Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa calon jemaah haji tidak perlu khawatir terhadap ketakutan penundaan atau pembatalan keberangkatan menuju Tanah Suci. Menurutnya, semua persiapan pemerintah sudah rampung secara keseluruhan mulai dari penerbitan visa, kartu nusuk hingga kloter keberangkatan dan kepulangan dari Arab Saudi ke Indonesia.
Pemberangkatan jemaah haji asal Indonesia akan dimulai secara bertahap pada 22 April 2026 setelah menjalani persiapan satu hari sebelumnya yaitu Selasa (21/4/2026). “Alhamdulillah persiapan sudah selesai semua seperti visa sudah 100 persen keluar, kartu nusuk tadi pagi saya cek bahwa 100 persen sudah di Indonesia semua, tinggal dibagikan kepada jemaah nanti lalu diaktifkan di Indonesia,” ujar Irfan kepada awak media.
Pemerintah Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi dan seluruh pemangku kepentingan demi memastikan pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar serta memberikan kenyamanan bagi ratusan ribu jemaah. Irfan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Arab Saudi, termasuk Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, Putra Mahkota, serta Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi atas dukungan memberi pelayanan terbaik bagi calon jemaah haji asal Indonesia.
Menhaj pun berharap kondisi dinamika global dan situasi konflik di Timur Tengah tidak mengganggu operasional gelaran haji. “Kepada seluruh jemaah haji harapkan tenang, enggak perlu takut dijadwal ulang lagi, tidak perlu galau lagi berangkat atau tidak, InsyaAllah tentu berangkat,” ucapnya.
Rapat Kerja Nasional untuk Persiapan Ibadah Haji
Untuk mencapai perencanaan yang sempurna atau 100 persen perihal pelaksanaan ibadah haji, Kemengaj menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konsolidasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026. Mengusung tema Transformasi Penyelenggaraan Haji Inklusif dalam Tantangan Dinamika Geopolitik Global, rakernas tersebut digelar di asrama Haji Cipondoh, Kota Tangerang, Banten.
Meski hampir pasti terlaksana, rakernas yang digelar sampai Sabtu (11/4/2026) mendatang itu tetap membahas sejumlah fokus pembicaraan diantaranya eskalasi global. “Sampai tiga hari ke depan rakernas ini akan menyusun strategi mitigasi guna mengantisipasi berbagai kemungkinan terburuk dari tantangan global yang sangat dinamis saat ini,” kata Irfan.
Layanan Terbaik Untuk Jemaah
Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Teguh Dwi Nugroho menambahkan, pihaknya akan menghadirkan upaya terbaik dalam melayani dan menjaga proses keberangkatan jemaah haji hingga kembali ke Tanah Air. Terlebih rakernas tersebut akan mengatur skema keberangkatan jamaah haji dari berbagai daerah menuju ke Tanah Suci.
Pasalnya pola keberangkatan haji tahun ini dari Tanah Air menyesuaikan kondisi di Timur Tengah perihal konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat. “Kegiatan rakernas ini digelar bertujuan mengukur dan menyatukan kesiapan dalam pemberangkatan jemaah haji Indonesia tahun 1447 Hijriah/2026,” kata dia.
Nantinya lewat hasil rakernas, seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan haji 2026 dapat memiliki pedoman yang sama guna diterapkan kepada masyarakat yang akan pergi ke Makkah, Arab Saudi. “Kami melakukan konsolidasi nasional secara menyeluruh guna menyeleraskan petugas operasional di lapangan, tingkat daerah hingga pusat lewat kesepakatan yang telah ditentukan,” jelasnya.
Arab Saudi Jamin Keamanan Jemaah Haji
Sebelumnya, dalam pernyataan terbaru Pemerintah kerajaan Arab Saudi memastikan pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 H atau 2026 tetap berlangsung sesuai rencana. Sesuai Pilgrim Experience Program (PEP) yang merupakan bagian dari Visi 2030, Riyadh menjamin keselamatan seluruh jemaah dari segala bentuk ancaman.
Saudi menyiagakan personel terampil, infrastruktur tangguh, dan sistem keamanan berlapis di Tanah Suci. Duta Besar Arab Saudi untuk RI Faisal Abdullah Al Amoudi mengatakan, kendati negara tetangganya diperangi AS-Israel, situasi di Arab Saudi relatif aman dan stabil. Sehingga, pelaksanaan ibadah haji rencananya sesuai agenda pemerintah Kerajaan Arab Saudi.
“Sebagaimana yang pernah saya sampaikan beberapa waktu lalu bahwa Arab Saudi sampai saat ini, alhamdulillah kita dalam keadaan aman, dalam keadaan stabil,” kata Faisal Abdullah Al Amoudi melalui penerjemah di Jakarta, Kamis (26/3/2026). “Berkaitan dengan haji, tetap berjalan sesuai planning yang telah ditetapkan pemerintah Arab Saudi, dan tentu sampai saat ini itulah update yang kita miliki.”
Jadwal Lengkap Perjalanan Haji 2026
Berikut jadwal lengkap perjalanan Haji 2026 mulai pemberangkatan hingga pemulangan jemaah:
- 21 April 2026 (4 Dzulqa’dah 1447 Hijriah) jemaah masuk Asrama Haji
- 22 April 2026 (5 Dzulqa’dah 1447 Hijriah) awal pemberangkatan jemaah gelombang I ke Madinah
- 1 Mei 2026 (14 Dzulqa’dah 1447 Hijriah) awal pemberangkatan jemaah gelombang I ke Mekkah
- 6 Mei 2026 (19 Dzulqa’dah 1447 Hijriah) akhir pemberangkatan jemaah gelombang I ke Madinah
- 7 Mei 2026 (20 Dzulqa’dah 1447 Hijriah) awal pemberangkatan jemaah gelombang II ke Jeddah
- 15 Mei 2026 (28 Dzulqa’dah 1447 Hijriah) akhir keberangkatan jemaah gelombang I ke Mekkah
- 21 Mei 2026 (4 Dzulhijjah 1447 Hijriah) akhir pemberangkatan jemaah gelombang II ke Jeddah
- 25 Mei 2026 (8 Dzulhijjah 1447 Hijriah) pemberangkatan jemaah haji dari Mekkah ke Arafah
- 26 Mei 2026 (9 Dzulhijjah 1447 Hijriah) wukuf di Arafah
- 27 Mei 2026 (10 Dzulhijjah 1447 Hijriah) Idul Adha
- 28 Mei 2026 (11 Dzulhijjah 1447 Hijriah) Hari Tasriq I
- 29 Mei 2026 (12 Dzulhijjah 1447 Hijriah) Hari Tasriq II
- 30 Mei 2026 (13 Dzulhijjah 1447 Hijriah) Hari Tasriq III
- 1 Juni 2026 (15 Dzulhijjah 1447 Hijriah) awal pemulangan jemaah gelombang I dari Mekkah ke Tanah Air
- 15 Juni 2025 (29 Dzulhijjah 1447 Hijriah) akhir pemulangan jemaah gelombang I dari Madinah ke Tanah Air
- 16 Juni 2026 (1 Muharam 1448 Hijriah) awal pemulangan jemaah gelombang II dari Madinah ke Tanah Air
- 30 Juni 2026 (15 Muharam 1448 Hijriah) pemulangan jemaah haji gelombang II dari Madinah ke Tanah Air
- 1 Juli 2026 (16 Muharam 1448 Hijriah) jemaah haji gelombang II tiba di Tanah Air



