Peran Brandstorm dalam Membentuk Generasi Muda Inovatif
Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, generasi muda dituntut untuk memiliki kreativitas, kemampuan beradaptasi, serta pola pikir inovatif agar mampu bersaing di dunia global. Berbagai inisiatif pun terus dihadirkan oleh berbagai pihak untuk mendukung potensi tersebut, termasuk melalui program dan kompetisi yang tidak hanya mengasah kemampuan, tetapi juga membuka peluang karier yang lebih luas bagi anak muda. Salah satu upaya nyata tersebut hadir melalui ajang inovasi yang telah dikenal secara internasional dan konsisten menjadi wadah bagi talenta muda untuk berkembang.
L’Oréal Brandstorm, sebuah kompetisi inovasi anak muda terbesar di dunia, kembali hadir untuk ke-18 kalinya di Indonesia setelah konsisten menyelenggarakan acara ini selama 33 tahun. Lebih dari sekadar kompetisi, program ini terus berkembang sebagai platform yang membantu membentuk pola pikir inovatif serta kesiapan karir generasi muda Indonesia.
“Sebagai perusahaan kecantikan terbesar di dunia, L’Oréal berkomitmen untuk memperkuat industri dan talenta kecantikan masa depan. Agar tetap relevan di tengah cepatnya perubahan industri, kami menyadari peran penting inovasi tidak hanya dalam pengembangan produk tetapi juga cara kami menarik dan membimbing talenta muda yang inovatif,” kata Benjamin Rachow, President Director L’Oréal Indonesia.
Setiap tahunnya, L’Oréal Brandstorm mengangkat topik yang relevan dengan perkembangan industri dunia kecantikan; contohnya beauty-tech dan AI, men’s grooming, hingga tema tahun ini: ‘Craft the Future of Luxury Fragrance’. Tema ini menjadi penting mengingat kategori wewangian yang merupakan salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat di industri kecantikan dengan nilai pasar mencapai Rp. 4 Triliun pada 2025 di Indonesia.
“Fragrance kini tidak lagi sekadar produk, tetapi menjadi bagian dari ekspresi diri dan kebutuhan emosional yang semakin mengarah pada pengalaman yang lebih terpersonalisasi, berbasis teknologi, dan berkelanjutan. Sebagai pemimpin dalam kategori luxury fragrance secara global, kami senang dapat mendorong anak muda untuk menciptakan transformasi masa depan industri ini,” jelas Maria Adina, General Manager L’Oréal Luxe Division Indonesia.
Antusiasme generasi muda tidak pudar pada pelaksanaan Brandstorm ke-18 ini. Kompetisi ini mendapatkan 11.489 pendaftar dan 7.611 peserta aktif dari seluruh wilayah Indonesia, sebuah peningkatan yang signifikan, hampir dua kali lipat dibandingkan pendaftar pada tahun sebelumnya (6.358 pendaftar).
“Brandstorm menantang generasi muda untuk membayangkan dan menciptakan solusi inovatif yang menjawab perubahan industri. Peserta didorong untuk menggabungkan kreativitas, teknologi, dan pemahaman konsumen dalam merancang pengalaman fragrance yang relevan dengan masa depan industri. Sebelum melakukan presentasi final di depan dewan juri, para Top 10 Finalis mendapatkan kesempatan mentoring bersama leaders dari L’Oréal Luxe Division yang memiliki belasan hingga puluhan tahun expertise di bidang masing-masing,” ujar Victoria Aswien, Chief Human Resource Officer L’Oréal Indonesia.
Setelah melalui penilaian ketat, Tim Moneyfesteam dari Institut Teknologi Bandung dengan inovasi “Azzaro Quintessence” terpilih sebagai pemenang nasional dengan ide teknologi inovasi yang mendefinisikan ulang signature scent, dengan mengorkestrasi fragrance ecosystem yang smart dan personalized. Tim Moneyfesteam akan mewakili Indonesia pada final global di Paris pada Juni 2026, bersaing dengan pemenang dari 63 negara lainnya.
“Kami sangat berterima kasih kepada L’Oréal dan Brandstorm yang sudah memberikan kesempatan bagi kami sebagai mahasiswa untuk belajar, bereksperimen, dan mengembangkan ide yang berdampak. Melalui Azzaro Quintessence, kami ingin menunjukkan bahwa fragrance bisa menjadi lebih dari sekadar produk, tapi sebuah pengalaman yang smart, practical, dan personalized, sesuai berbagai momen dalam keseharian. Konsep ini juga mendorong kami untuk berpikir lebih inklusif dan berkelanjutan dalam menciptakan inovasi,” papar Tim Moneyfesteam.
Brandstorm sebagai Jalur Pengembangan Talent Muda
Selama 17 tahun terakhir, Indonesia pernah meraih berbagai pengakuan di kompetisi Brandstorm tingkat global, seperti Top 3 Global Winner pada 2011, Best Digital Prize pada 2014, International Winner pada 2019 & 2022, hingga Global Finalist pada 2024. Menjadi pemenang kompetisi Brandstorm menjadikan talenta muda terbekali dengan skill yang dibutuhkan di dunia kerja; mulai dari market research, problem solving, critical thinking, hingga ide kreatif yang inovatif.
“Kami mempertimbangkan peserta terbaik masuk ke dalam talent pool dan mendapatkan peluang untuk dipertimbangkan ke dalam program intership maupun Management Trainee di L’Oréal Indonesia,” ungkap Victoria.
Brandstorm menjadi salah satu jalur utama pengembangan talenta muda dengan kontribusi sekitar 25% dari total karyawan muda selama 5 tahun terakhir. Bahkan terdapat satu tahun dimana 33,3% talenta muda L’Oréal Indonesia datang dari program Brandstorm.
Kepemimpinan L’Oréal Luxe Division dalam Kategori Luxury Fragrance
“Bagi kami, menciptakan wewangian yang ikonik adalah gabungan antara art (seni) dan science (sains), dimana kami memiliki keahlian selama lebih dari 60 tahun di luxury fragrance dan didukung oleh lebih dari 100 ahli olfaktif serta kolaborasi dengan perfumer kelas dunia. Untuk menghadirkan sebuah produk ikonik, tidak cukup hanya sekedar mencampur scent, seluruh produk kami telah melalui proses panjang untuk memastikan kualitas dan keamanan produk,” papar Adina.
L’Oréal Luxe Division merupakan salah satu pemimpin dalam industri luxury beauty dengan 27 merek global dan #1 di kategori luxury fragrance dunia dengan berbagai produk ikonik seperti YSL Libre dan Le Vestiaire des Parfums, Lancome Idole dan La Vie Est Belle, hingga Armani Acqua di Gio dan Si.
Mengembangkan scent ikonik tidak lepas dari penggunaan teknologi terkini. Bersama Cosmo International Fragrance, L’Oréal mengembangkan Osmobloom™, sebuah teknologi air-capture yang dapat menangkap wewangian bunga yang secara tradisional sangat sulit untuk di-ekstrak seperti lily of the valey, hyacinth, orange blossom, dan tuberose.
Selain itu, YSL Beauty Scent-Sation dapat memberikan rekomendasi fragrance dengan menganalisa aroma yang paling dapat membangkitkan emosi-emosi positif dari konsumen menggunakan teknologi EEG (elektroensefalografi), menjadi yang pertama di industri kecantikan dalam in-store experience.
Komitmen terhadap sustainability juga diwujudkan melalui kemasan refillable yang kini mencakup hampir seluruh fragrance best-seller, serta praktik sourcing bahan baku yang lebih bertanggung jawab, termasuk pemanfaatan bahan baku dari Indonesia dalam rantai pasok global.
Pergeseran Tren Konsumen Menuju Personalisasi Wewangian
Seiring dengan industri fragrance yang semakin inovatif, pengguna kategori ini juga telah menjadi semakin sophisticated. Menurut data internal L’Oréal Indonesia, konsumen tidak lagi hanya mencari parfum yang fungsional (seperti parfum khusus untuk malam/ siang hari), tetapi menjadi ekspresi yang lebih personal.
“One perfume does not suit all. Semakin banyak konsumen memilih fragrance berdasarkan longevity (ketahanan), projection (tercium dari jarak yang jauh), dan sillage (wangi yang meninggalkan jejak). Konsumen juga cenderung memilih fragrance berbeda sesuai dengan kesempatan tertentu, seperti konser, date night, hangout, pernikahan, berlibur, ataupun acara kelulusan,” tambahnya.



