Kehadiran Realme Note 60X yang Tidak Memenuhi Harapan
Pasar smartphone kelas menengah di Indonesia semakin kompetitif pada tahun 2026. Berbagai merek berlomba menghadirkan perangkat dengan spesifikasi menarik dan harga terjangkau. Namun, tidak semua produk mampu memenuhi ekspektasi konsumen. Salah satu yang kini menjadi sorotan adalah Realme Note 60X, sebuah ponsel yang awalnya diharapkan menjadi pilihan populer, tetapi justru menuai banyak kritik karena terlalu banyak kekurangan.
Harapan Tinggi, Realita Mengecewakan
Realme Note 60X diposisikan sebagai penerus seri Note dengan target pasar anak muda dan pengguna yang mencari smartphone dengan harga terjangkau. Namun, sejak peluncurannya, banyak pengguna merasa bahwa perangkat ini tidak memberikan peningkatan signifikan dibanding generasi sebelumnya. Alih-alih menjadi solusi di segmen menengah, Note 60X justru dianggap sebagai kompromi yang terlalu besar. Beberapa aspek yang diharapkan unggul, seperti performa chipset, kualitas kamera, dan daya tahan baterai, ternyata tidak sesuai ekspektasi.
Kekurangan Utama Realme Note 60X
Chipset Kurang Bertenaga
Realme Note 60X masih menggunakan chipset kelas entry-level yang performanya kalah jauh dibanding kompetitor di harga yang sama. Untuk aktivitas harian seperti browsing dan media sosial memang cukup, tetapi ketika digunakan untuk gaming atau multitasking berat, performanya terasa lambat.Kamera yang Tidak Konsisten
Meski dibekali kamera utama 50MP, hasil foto Note 60X sering kali tidak konsisten. Dalam kondisi cahaya terang, kualitas foto masih bisa diterima, tetapi pada malam hari atau pencahayaan rendah, hasilnya penuh noise dan detail hilang. Kamera depan juga dianggap kurang tajam dibanding pesaing.Baterai Besar, Charging Lambat
Realme Note 60X membawa baterai 5.000mAh, tetapi hanya mendukung pengisian daya 18W. Di era 2026, ketika banyak ponsel kelas menengah sudah menawarkan fast charging 33W hingga 67W, fitur ini terasa ketinggalan zaman. Akibatnya, proses pengisian baterai memakan waktu lama.Desain Kurang Premium
Desain Note 60X dianggap terlalu sederhana dan tidak memberikan kesan premium. Material bodi masih plastik dengan finishing yang cepat meninggalkan bekas sidik jari. Banyak pengguna merasa bahwa desainnya tidak sebanding dengan harga yang ditawarkan.Update Software Terbatas
Realme hanya menjanjikan dua kali pembaruan sistem operasi untuk Note 60X. Hal ini membuat konsumen ragu, karena kompetitor seperti Samsung dan Xiaomi sudah berani memberikan dukungan software lebih panjang.
Harga yang Tidak Seimbang dengan Fitur
Realme Note 60X dijual di kisaran Rp2,8–3,2 juta. Dengan harga tersebut, konsumen berharap mendapatkan smartphone dengan performa solid, kamera mumpuni, dan fitur modern. Namun, banyak yang menilai bahwa spesifikasi Note 60X tidak sebanding dengan harga yang ditawarkan. Sebagai perbandingan, di rentang harga yang sama, konsumen bisa mendapatkan ponsel dengan chipset lebih kuat, kamera lebih baik, serta fast charging lebih cepat dari merek lain.
Alasan Banyak Orang Mundur Sebelum Membeli
Kompetitor Lebih Menarik
Xiaomi, Infinix, dan Samsung menawarkan perangkat dengan spesifikasi lebih tinggi di harga yang sama.Kritik dari Reviewer
Banyak ulasan dari media teknologi dan YouTuber yang menyoroti kelemahan Note 60X, membuat calon pembeli ragu.Kurangnya Nilai Tambah
Tidak ada fitur unik yang membuat Note 60X berbeda dari pesaing.Kekhawatiran Jangka Panjang
Dukungan software yang terbatas membuat konsumen khawatir perangkat cepat usang.
Dampak terhadap Brand Realme
Kehadiran Note 60X yang penuh kekurangan berpotensi memengaruhi citra Realme di pasar Indonesia. Selama ini, Realme dikenal sebagai brand yang menawarkan value for money. Namun, dengan Note 60X, banyak konsumen merasa bahwa Realme mulai kehilangan arah. Jika tidak segera memperbaiki strategi produk, Realme bisa kehilangan pangsa pasar di segmen menengah yang sangat kompetitif.
Realme Note 60X terlalu banyak kekurangan untuk bisa bersaing di pasar smartphone 2026. Chipset lemah, kamera tidak konsisten, charging lambat, desain sederhana, dan dukungan software terbatas membuat banyak orang mundur sebelum membeli. Dengan harga hampir Rp3 juta, konsumen lebih memilih produk kompetitor yang menawarkan spesifikasi lebih baik dan fitur lebih modern. Realme perlu segera mengevaluasi strategi produk agar tidak kehilangan kepercayaan konsumen di segmen menengah.



