Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 29 Juni 2026
Trending
  • Kemendikdasmen Percepat Pembangunan Sekolah di Aceh Bersama TNI
  • Prancis vs Norwegia Live TVRI Pagi, Jadwal Grup I Pildun 2026 dan Nonton Bareng Kalsel
  • Diskon Tiket Jakarta-Surabaya-Makassar: Jadwal Kapal Pelni 8 Kali dengan KM Labobar, Tidar, Ciremai, Nggapulu
  • Bisa Kebanyakan Serat Gangguhi Pencernaan?
  • Taufik Hidayat Akui Tahan Pacar di Bandung, 3 Ucapan Jitu Mantan Bos Bocor
  • 20 Soal PPPK Tendik Terbaru dengan HOTS dan Pembahasan
  • Afrika Selatan Ciptakan Sejarah Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Korsel
  • Daftar Peralatan Wajib di Mobil Saat Liburan Keluarga
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Hiburan»Ternyata Ini Harga Yamaha 125Z Saat Pertama Kali Dirilis Di Indonesia
Hiburan

Ternyata Ini Harga Yamaha 125Z Saat Pertama Kali Dirilis Di Indonesia

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover13 April 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Banyak yang mengenal Yamaha 125Z sebagai salah satu motor bebek yang memiliki sejarah menarik di Indonesia. Dikenal juga dengan julukan “Tupai”, motor ini menjadi salah satu ikon pada masa lalu. Bagi penggemar otomotif, kisah penjualan perdana Yamaha 125Z di Indonesia tidak hanya tentang harga, tetapi juga spesifikasi dan performa yang membuatnya istimewa.



Motor yang diperkenalkan oleh PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) pada akhir September 2000 ini memiliki sejarah unik. Nama “Tupai” berasal dari pengucapan cepat angka 125 dalam bahasa Inggris, yaitu “One Two Five”. Istilah ini kemudian disingkat menjadi “Tupai” dan populer di kalangan penggemar otomotif di Indonesia maupun Malaysia.



Proses peluncuran Yamaha 125Z dilakukan secara besar-besaran. Bahkan, Yamaha mengundang Almarhum Norifumi “Norick” Abe, pembalap GP500 tim Antena 3 Yamaha d’Antin, untuk hadir dalam acara tersebut. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya model ini bagi perusahaan.

Harga jual Yamaha 125Z saat itu mencapai Rp 22,25 juta on-the-road DKI Jakarta. Angka ini lebih tinggi dibandingkan beberapa motor sport lain seperti Kawasaki Ninja 150 yang dijual Rp 20,5 juta, Suzuki RGR 150 SS seharga Rp 17,4 juta, dan Honda Tiger 2000 versi pelek racing yang dijual Rp 18,7 juta. Harga yang tinggi ini membuat Yamaha 125Z dijuluki “Bebek Super”.



Keistimewaan Yamaha 125Z tidak hanya terletak pada harganya, tetapi juga pada spesifikasinya. Salah satunya adalah sasis yang digunakan. Berbeda dengan bebek lain yang menggunakan rangka pipa bulat, 125Z menggunakan sasis twin tube frame yang diyakini 44% lebih kokoh daripada model konvensional.

Saat diuji di Sirkuit Sentul, motor ini menunjukkan stabilitas yang baik. Di tikungan berbentuk “S” kecil atau di jalur dengan kecepatan tinggi, 125Z tetap stabil dan mudah dikendalikan.



Mesin satu silinder 124,3 cc yang digunakan pada Yamaha 125Z diklaim mampu menghasilkan tenaga sebesar 17,5 dk. Tenaga ini setara dengan mesin standar Yamaha RX-King. Saat diuji, akselerasi motor terasa cepat bahkan pada putaran rendah. Gas bisa direspons cepat mulai dari rpm 2.000.

Selain itu, 125Z sudah dilengkapi karburator Mikuni 22 mm dengan power jet yang membantu suplai bensin tambahan saat mesin berputar tinggi. Pada uji kinerja di Sirkuit Sentul, kecepatan tertinggi yang dicapai adalah 145 km/jam. Untuk uji akselerasi, hasilnya adalah 7,08 detik untuk jarak 0-100 meter dan 18,38 detik untuk jarak 0-400 meter.



Karena harganya yang mahal, PT YMKI tidak menetapkan target penjualan yang tinggi. Batch pertama yang datang ke Indonesia hanya 250 unit. Target penjualan per bulan pun hanya 500 unit. Namun, Yamaha tidak menjual 125Z selama lebih dari dua tahun, yaitu dari tahun 2000 hingga 2002.

Keberadaannya yang terbatas membuat “Si Tupai” menjadi motor langka yang sangat diminati oleh para kolektor. Banyak orang yang ingin memiliki motor ini karena nilai historis dan spesifikasinya yang unik.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Saya Ingin Jadi Ustaz, Santri yang Dibakar Tetap Ingin Sekolah

25 Juni 2026

Pemerintah dan PLN Segera Jalankan PLTS 100 GW, Industri Surya Lokal Siap Berkontribusi

25 Juni 2026

Mantan Wakil Kepala BGN Buka Suara Soal Pengadaan CCTV Fiktif Rp 300 Miliar Era Dadan

25 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Kemendikdasmen Percepat Pembangunan Sekolah di Aceh Bersama TNI

29 Juni 2026

Prancis vs Norwegia Live TVRI Pagi, Jadwal Grup I Pildun 2026 dan Nonton Bareng Kalsel

29 Juni 2026

Diskon Tiket Jakarta-Surabaya-Makassar: Jadwal Kapal Pelni 8 Kali dengan KM Labobar, Tidar, Ciremai, Nggapulu

29 Juni 2026

Bisa Kebanyakan Serat Gangguhi Pencernaan?

29 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?