Pengalaman Mudik dengan Lepas L8
Lepas L8, sebuah mobil SUV PHEV yang baru saja diluncurkan di Indonesia, menghadapi insiden awal saat melakukan media test drive. Meskipun demikian, rasa penasaran dan kepercayaan terhadap kemampuan mobil ini membuat kru Indonesiadiscover.com, Suryo Sudjatmiko, memilihnya sebagai kendaraan untuk mudik Lebaran.
Pemilihan L8 tidak sepenuhnya tanpa keraguan. Namun, langkah-langkah proaktif dari pihak Lepas dalam menangani masalah dan mencari solusi memberikan keyakinan bahwa semua isu telah terselesaikan. Chery Group, yang menjadi pemilik merek Lepas, juga memberikan jaminan bahwa semua permasalahan benar-benar telah teratasi.
Di sisi lain, Lepas memiliki tantangan tersendiri karena posisi sub-brand dari Chery Group di segmen SUV mewah. Untuk itu, Lepas L8 dirancang dengan platform LEX yang menawarkan ruang yang lega, kabin yang tenang, stabil, serta suspensi yang lembut. Semua fitur ini perlu dibuktikan langsung melalui pengalaman berkendara.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Suryo dan keluarganya memilih Yogyakarta sebagai tujuan mudik. Artinya, L8 akan digunakan untuk perjalanan total sekitar 1.200 hingga 1.300 kilometer. Meski tidak direncanakan untuk melibas jalanan ekstrem, mobil ini tetap berjalan dari tol ke tol.
Namun, kondisi kemacetan ekstrem ternyata benar-benar terjadi. Perjalanan memakan waktu total 18 jam, sehingga mobil juga berfungsi sebagai tempat untuk tidur dan beristirahat.

Interior yang Luas
LEX Platform yang digunakan pada L8 menjanjikan ruang yang lega dan senyap. Dalam perjalanan 18 jam yang penuh dengan istirahat di rest area, kabin L8 berubah menjadi shelter darurat untuk tiga orang selama perjalanan mudik tersebut.
Leg room baris kedua yang lega memberikan ruang lebih lapang, sehingga memberi kenyamanan lebih saat beristirahat. Meski bukan posisi ideal untuk tidur, ruang tersebut cukup nyaman untuk istirahat.
Sedangkan untuk penggunaan normal, baris kedua ini tetap memberikan ruang yang lega dan posisi duduk yang nyaman bagi penumpang.

Kursi Pengemudi yang Nyaman
Dari sisi posisi duduk di baris pertama, L8 menawarkan pengalaman yang baik. Meskipun tatanan dasbor dan cluster meter masih terasa kuat aura Chery, L8 mampu menyajikan posisi mengemudi yang lebih ideal, mudah diadaptasi, lega, dan bangku yang nyaman.
Berbeda dengan model-model Chery lainnya, interior L8 tetap dilengkapi dengan tombol fisik untuk mengakses berbagai fitur. Hal ini merupakan langkah sederhana yang sangat positif untuk mengurangi distraksi saat berkendara.

Desain yang Megah dan Mewah
Dari sisi penampilan, L8 nampak megah dan mewah. Terdapat pengaruh desain dari Porsche dan Jaguar, terutama pada bagian depan hingga buritan. Meski desainer Lepas berusaha menciptakan arus desain sendiri dengan identitas khas Lepas seperti Leopard Eye untuk DRL dan lampu sein di bagian fascia, pengaruh brand Eropa tersebut masih kental terasa.
L8 bukan mobil dengan desain yang buruk. Namun, diharapkan pada produk selanjutnya, Lepas dapat mengurangi pengaruh asing dan memiliki identitas desain yang lebih kuat.

Rasa Berkendara yang Halus
Predikat Lepas sebagai brand SUV mewah dibuktikan dengan rasa berkendara yang lembut dan halus. Meskipun demikian, mobil ini tetap lincah dalam dikendarai. Sayangnya, kemudinya terasa terlalu ringan.
Kinerja mesin 1.500cc turbo dan motor listrik menghasilkan daya 274 hp dan torsi 365 Nm, yang cukup terasa khasiatnya. Meski dalam mode Comfort, tarikannya masih spontan. Saat mode Eco dipilih, responsnya sedikit menurun, namun tidak bisa disebut lemot.
Untuk konsumsi bahan bakar, kami mendapatkan berbagai rasio perhitungan. Secara rata-rata, konsumsi bahan bakar berada pada kisaran 22-24 km/liter. Hitungan tersebut didapatkan saat menuju Yogyakarta dengan 18 jam perjalanan tanpa isi BBM dan charging.
Mengacu pada penunjuk bensin, SUV dengan kapasitas tangki BBM 60 liter ini hanya susut kurang dari setengah kapasitas bensinnya.




