Bandung BJB Tandamata Hadapi Tantangan Tanpa Megawati Hangestri Pertiwi di Kejuaraan Antarklub Voli Putri Asia 2026
Bandung BJB Tandamata, sebagai wakil Indonesia dalam Kejuaraan Antarklub Voli Putri Asia 2026, menghadapi situasi yang penuh tantangan. Pasalnya, tim ini tidak diperkuat oleh salah satu pemain terbaik Indonesia, yaitu Megawati Hangestri Pertiwi. Kehadirannya sangat dibutuhkan, namun ia harus absen karena konflik jadwal pertandingan.
Alasan Absennya Megawati
Megawati tidak masuk skuad Bandung BJB Tandamata karena berbenturan dengan jadwal pertandingan Proliga 2026. Ia masih terikat kontrak dengan Jakarta Pertamina Enduro, yang membutuhkan tenaganya untuk menjaga peluang juara kembali di kompetisi nasional. Sementara itu, PBVSI memilih Bandung BJB Tandamata sebagai wakil Indonesia di Kejuaraan Antarklub Voli Putri Asia 2026 karena partisipasinya di Proliga 2026.
Tim-tim seperti Jakarta Electric PLN, Gresik Phonska Plus Indonesia, Jakarta Popsivo Polwan, dan Jakarta Pertamina Enduro akan menggelar laga final four pada 2 April mendatang. Oleh karena itu, PBVSI memilih Bandung BJB Tandamata sebagai wakil Indonesia di ajang internasional tersebut.
Perubahan dalam Komposisi Tim
Tanpa kehadiran Megawati, PBVSI memanggil 10 pemain lokal dan dua pemain asing untuk membela Bandung BJB Tandamata. Namun, ada beberapa perubahan signifikan dalam posisi pemain. Salah satunya adalah Yolla Yuliana, yang biasanya bertugas sebagai middle blocker, kini digeser menjadi opposite.
Yolla Yuliana, pevoli paling senior di BJB Tandamata dengan usia 31 tahun, sebelumnya pernah bermain sebagai opposite saat bersama Jakarta Livin Mandiri di Proliga 2026. Meski demikian, perubahan posisi ini bisa menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya.
Keuntungan dari Absennya Megawati
Meskipun kehilangan Megawati, ada sisi positif dari situasi ini. Absensi sang opasit terbaik memberikan kesempatan bagi pemain muda untuk tampil di level internasional. Dari posisi spiker, PBVSI memanggil tiga pemain muda, yaitu Salsabila Dara Putri (20), Calista Maya (17), dan Cindy Tiara Berlian (25).
Selain itu, dua middle blocker muda juga dipanggil, yaitu Sinsin (Shintia Alliva) yang baru berusia 22 tahun dan Maradanti Namira (18). Kesempatan ini sangat berharga bagi para pemain muda untuk mendapatkan jam terbang lebih tinggi dan pengalaman bermain di kejuaraan Asia.
Kerugian yang Harus Diperhatikan
Di sisi lain, ada beberapa kerugian yang muncul akibat absennya Megawati. Pertama, tidak ada pemain yang secara alami berposisi sebagai opposite. Hal ini menjadi kendala besar karena Megawati adalah opasit terbaik Indonesia saat ini. Di momen-momen krusial, kehadirannya sangat menentukan dalam meraih poin.
Kedua, Yolla Yuliana yang sejatinya berperan sebagai quicker, kini harus beradaptasi sebagai opposite. Meski memiliki pengalaman sebelumnya, perubahan posisi ini bisa memengaruhi kinerjanya. Selain itu, Bandung BJB Tandamata masih menyimpan satu kuota pemain asing yang belum terisi. Diperkirakan, mereka akan mendatangkan opasit murni untuk memperkuat tim.
Kesimpulan
Keikutsertaan Bandung BJB Tandamata dalam Kejuaraan Antarklub Voli Putri Asia 2026 tanpa kehadiran Megawati Hangestri Pertiwi membawa tantangan dan peluang. Di satu sisi, para pemain muda memiliki kesempatan untuk berkembang. Di sisi lain, perubahan posisi pemain dan kurangnya opasit murni bisa menjadi hambatan. Dengan strategi yang tepat, Bandung BJB Tandamata tetap berpeluang untuk menunjukkan performa terbaik di ajang internasional ini.



