Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 31 Maret 2026
Trending
  • Ponsel Samsung Diperbarui Pasca Lebaran hingga April 2026: Harga HP Samsung A57 5G Siap Dirilis
  • Baju Meleleh, Andrie Yunus Disiram Cairan Asam, Luka Pulih dalam Dua Tahun
  • Jangan Pilih Jumat, DPR Bongkar Dampak Tersembunyi WFH
  • Prediksi Skor Solomon Islands vs Bulgaria, Head-to-Head dan Statistik di FIFA Series 2026
  • 7 Lukisan Dali Terkenal dan Makna Rahasianya
  • Lihat Perubahan Harga Emas Pegadaian 27 Maret 2026: Galeri 24, Antam, UBS
  • Sentuhan Legenda F1 pada Bridgestone Potenza Adrenalin RE005
  • 80 Kata-Kata Lucu Pasca-Lebaran untuk Bangkitkan Semangat Aktivitas
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Mengintip nasib ekspor CPO di tengah krisis Timur Tengah
Nasional

Mengintip nasib ekspor CPO di tengah krisis Timur Tengah

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover30 Maret 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Tantangan Ekspor Minyak Sawit Mentah di Tengah Ketidakpastian Global

Minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) Indonesia kini menghadapi tantangan yang semakin berat. Perkembangan konflik di Timur Tengah memicu lonjakan harga energi global, yang secara tidak langsung memberikan dampak ganda terhadap sektor ekspor minyak sawit. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Mohammad Faisal, menjelaskan bahwa konflik ini memengaruhi dua aspek utama: kenaikan harga CPO dan penurunan permintaan dari negara-negara tujuan utama.

Dampak Konflik Timur Tengah pada Ekspor CPO

Konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya dengan eskalasi ketegangan antara Iran dan negara-negara lain, berdampak langsung pada stabilitas pasokan energi. Jalur Selat Hormuz menjadi kunci dalam distribusi minyak ke pasar Asia, termasuk China, India, Jepang, dan Singapura. Ketergantungan tinggi terhadap jalur tersebut membuat negara-negara tersebut rentan terhadap gangguan.

“Ada dampak tidak langsung dari konflik ini terhadap perlambatan ekonomi dari negara-negara mitra kita, terutama di Asia yang terpengaruh oleh bergantung pada pasokan dari Selat Hormus,” kata Faisal. Dampak ini menimbulkan tekanan terhadap volume ekspor CPO, meskipun kenaikan harga dapat sedikit menahan penurunan tersebut.

Selain faktor eksternal, ada juga tekanan dari dalam negeri. Produktivitas CPO mulai menurun, sementara permintaan domestik meningkat, terutama karena program biodiesel. Hal ini turut memengaruhi harga CPO di tingkat petani.

Tekanan dari Kebijakan Domestik

Di tengah situasi ini, pemerintah mengambil langkah kebijakan berupa kenaikan pungutan ekspor CPO dari 10% menjadi 12,5%. Kebijakan ini dimaksudkan untuk mendukung program peningkatan pencampuran biodiesel dari B40 ke B50. Namun, kebijakan ini dinilai tidak sejalan dengan kepentingan petani sawit.

Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) secara tegas menolak kenaikan tarif tersebut. Ketua Umum SPKS, Sabarudin, menegaskan bahwa kenaikan pungutan ekspor akan berdampak langsung pada penurunan harga tandan buah segar (TBS) di tingkat produsen. “Kami secara tegas menolak dan mendesak pembatalan kebijakan kenaikan tarif pungutan ekspor tersebut,” ujarnya.

Hasil riset Prananta Center Universitas Indonesia menyebutkan bahwa setiap kenaikan pungutan ekspor sebesar 1% dapat menekan harga TBS sekitar Rp333 per kilogram. Dengan kenaikan tarif sebesar 2,5%, maka penurunan harga TBS diperkirakan mencapai kisaran Rp500 hingga Rp800 per kilogram. Angka ini cukup signifikan, mengingat margin keuntungan petani sudah relatif tipis.

Ancaman Kerugian Triliunan dan Risiko Daya Saing

SPKS memperingatkan bahwa penurunan harga TBS secara agregat dapat menyebabkan kerugian petani sawit mencapai Rp85 miliar hingga Rp100 miliar per bulan. Jika kondisi ini berlangsung konsisten, total kerugian dalam setahun bisa mencapai Rp1,2 triliun. Angka ini menunjukkan betapa besar kontribusi sektor sawit rakyat terhadap perekonomian nasional.

Tekanan berlapis ini juga berpotensi menurunkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Dalam jangka panjang, hal ini dapat berdampak pada stabilitas pasokan bahan baku industri sawit nasional, baik untuk kebutuhan ekspor maupun program biodiesel dalam negeri.

Kesimpulan

Dalam konteks global yang penuh ketidakpastian, keseimbangan antara kepentingan hilirisasi dan perlindungan petani menjadi semakin krusial. Konflik di Timur Tengah berpotensi memperpanjang volatilitas harga energi dan memperburuk kondisi perdagangan komoditas global. Oleh karena itu, kebijakan yang diambil harus dipertimbangkan secara komprehensif agar tidak merugikan sektor hulu.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Lihat Perubahan Harga Emas Pegadaian 27 Maret 2026: Galeri 24, Antam, UBS

31 Maret 2026

Jangan Pilih Jumat, DPR Bongkar Dampak Tersembunyi WFH

31 Maret 2026

Baju Meleleh, Andrie Yunus Disiram Cairan Asam, Luka Pulih dalam Dua Tahun

31 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Ponsel Samsung Diperbarui Pasca Lebaran hingga April 2026: Harga HP Samsung A57 5G Siap Dirilis

31 Maret 2026

Baju Meleleh, Andrie Yunus Disiram Cairan Asam, Luka Pulih dalam Dua Tahun

31 Maret 2026

Jangan Pilih Jumat, DPR Bongkar Dampak Tersembunyi WFH

31 Maret 2026

Prediksi Skor Solomon Islands vs Bulgaria, Head-to-Head dan Statistik di FIFA Series 2026

31 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?