Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 31 Maret 2026
Trending
  • Rekomendasi HP Samsung S25 Edge Paling Tipis dan Layak Dibeli Tahun 2026
  • Komnas HAM: Andrie Yunus Tidak Disiram Air Keras, Pemulihan Butuh 2 Tahun
  • 500 Ponton TI Mengelilingi Sungai, Kades Jada Bahrin Bangka Lelah Mundur
  • Formasi Mengancam Real Madrid Jika 4 Pemain Baru Datang di Bursa Musim Panas
  • Diskon Tol 30 Persen Dibuka, Puncak Arus Balik Mengancam, Hindari Kemacetan Parah
  • Panduan pemilihan obat nyeri bebas yang tepat
  • Mengintip nasib ekspor CPO di tengah krisis Timur Tengah
  • 5 Cara Hemat Mahasiswa untuk Menabung Dana Darurat
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Aurel Hitung THR Kris Dayanti dan Ashanty untuk Ameena-Azura, Nama Geni Faruk Diabaikan
Nasional

Aurel Hitung THR Kris Dayanti dan Ashanty untuk Ameena-Azura, Nama Geni Faruk Diabaikan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover30 Maret 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Aurel Hermansyah Menghitung THR Putrinya Saat Lebaran

Artis Aurel Hermansyah, istri YouTuber Atta Halilintar, sedang menghitung THR yang diperoleh dua putrinya, Ameena dan Azura, saat Lebaran. Dalam video yang diunggahnya, Aurel menyebutkan satu per satu pemberi THR, termasuk dari Kris Dayanti dan Ashanty.

Kedua nenek Ameena dan Azura tersebut memberikan THR untuk cucu-cucu kesayangan mereka. Berdasarkan pantauan melalui postingan TikTok @aureliehermansyahatta, Jumat (27/3/2026), Aurel terlihat duduk di kursi bersama Ameena dan Azura. Di sampingnya, Atta Halilintar juga ikut membantu mengeluarkan uang dari dalam amplop.

Putrinya ternyata mendapatkan THR berupa uang dolar dari Ashanty, sedangkan Krisdayanti memberi segepok uang dengan nominal Rp10.000 yang bernilai total Rp1 juta.

“Masya Allah ada yang ngasih USD nih dari genda (Ashanty). Terima kasih semua tante omnya Ameena dan Azzura udah kasih uang jajan nih. Tadi ini dari gemmi (Krisdayanti),” ucap Aurel Hermansyah.

Namun dalam video itu, Aurel tidak menunjukkan apakah Ameena dan Azura juga menerima THR dari Geni Faruk, nenek lain mereka. Di momen yang sama, Atta Halilintar menasihati anak-anaknya untuk menggunakan uang tersebut dengan bijak. Ia menyarankan agar uang itu bisa digunakan untuk membeli mainan yang bermanfaat, tetapi juga mengajak mereka untuk menyedekahkan uang tersebut agar kembali dengan angka yang lebih banyak lagi.

Setelah selesai menghitung, Aurel dan Atta membawa kedua anak perempuannya ke toko mainan yang ada di sebuah pusat perbelanjaan. Di sana, Ameena dan Azura bebas memilih sesuka hati mainan yang diinginkan.

Di satu sisi, netizen di kolom komentar menyoroti keluarga Gen Halilintar karena diduga tidak memberi THR kepada cucu-cucu mereka. Diketahui, Gen Halilintar sedang menunaikan ibadah rumah di Tanah Suci.

  • @p1nkywwww: Masa dri om dan tante gen halilintar ga ngsi
  • @heelow: dari zigi zaga ngga ngasih?
  • @Laras: baik banget gemy sama genda ameina
  • @Gandhinidp: Gada gak ngasih??
  • @Tanty Hokkie: kel atta mah kasih doa
  • @Nesslove76: kok gk ada dri kel halilintar

Tradisi THR: Antara Budaya dan Nilai Keislaman

Dalam realitas sosial, THR biasanya dibagikan saat momen silaturahmi keluarga. Setelah sholat Id, anggota keluarga berkumpul, saling bermaafan, lalu berbagi rezeki dalam bentuk uang kepada anak-anak atau kerabat. Praktik ini bukan sekadar pemberian materi. Ia menjadi simbol kasih sayang, perhatian, sekaligus sarana mempererat hubungan kekeluargaan.

Dalam Islam, menjaga silaturahmi merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Sebagaimana diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, menyambung hubungan kekerabatan memiliki keutamaan besar, bahkan dapat menjadi sebab dilapangkannya rezeki dan dipanjangkannya umur. Dalam konteks ini, THR bisa dipahami sebagai medium yang menghidupkan nilai tersebut.

Hukum Bagi-Bagi THR dalam Islam

Secara fikih, tidak ada dalil khusus yang mengatur kewajiban atau larangan terkait THR. Namun, para ulama mengkategorikannya sebagai bagian dari sedekah atau hibah yang hukumnya sunnah. Pandangan ini diperkuat oleh penjelasan Syamsul Arifin Nababan yang menyebut bahwa pemberian kepada keluarga saat Lebaran termasuk bentuk sedekah yang dianjurkan.

Dalam kitab Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq, dijelaskan bahwa sedekah kepada kerabat memiliki keutamaan ganda, sebagai amal kebaikan sekaligus menjaga hubungan keluarga. Dengan demikian, THR tidak hanya bernilai sosial, tetapi juga spiritual.

Lebih jauh, dalam perspektif maqashid syariah, praktik ini selaras dengan tujuan Islam dalam menjaga hubungan sosial (hifz al-‘irdh) dan memperkuat solidaritas umat.

Potensi Penyimpangan: Antara Riya dan Gengsi Sosial

Meski dianjurkan, praktik berbagi THR juga memiliki potensi penyimpangan jika tidak dilandasi niat yang benar. Salah satu yang paling sering terjadi adalah riya, yakni berbuat kebaikan untuk mendapatkan pujian. Al-Qur’an dalam Surah Luqman ayat 18 secara tegas melarang sikap sombong dan membanggakan diri.

Memberikan THR dengan tujuan pamer, misalnya dengan nominal besar untuk menunjukkan status sosial dapat menghapus nilai ibadahnya. Dalam Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa amal yang tercampur riya tidak akan bernilai di sisi Allah. Bahkan, sikap mengungkit pemberian atau merendahkan penerima termasuk bentuk perbuatan yang dapat merusak pahala sedekah.

Fenomena lain yang kerap muncul adalah tekanan sosial. Sebagian orang merasa “wajib” memberi THR dalam jumlah tertentu demi menjaga gengsi, padahal kondisi keuangan tidak memungkinkan. Dalam Islam, tindakan seperti ini justru bertentangan dengan prinsip keseimbangan dan keikhlasan.

Etika Memberi: Kunci Nilai Ibadah

Islam tidak hanya mengajarkan untuk memberi, tetapi juga bagaimana cara memberi. Etika dalam bersedekah menjadi penentu utama apakah suatu amalan bernilai ibadah atau tidak. Memberikan dengan wajah ceria, tanpa rasa terpaksa, merupakan salah satu adab yang dianjurkan. Sikap ini mencerminkan keikhlasan dan rasa syukur atas nikmat yang dimiliki.

Selain itu, menjaga kehormatan penerima menjadi prinsip penting. Pemberian THR sebaiknya tidak dilakukan dengan cara yang dapat mempermalukan atau merendahkan. Dalam Al-Adzkar, Imam An-Nawawi menegaskan bahwa perkataan baik dan sikap lembut dalam memberi memiliki nilai yang sama pentingnya dengan materi yang diberikan.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah tidak mengharapkan balasan. Sedekah dalam Islam ditujukan semata-mata untuk mencari ridha Allah, bukan keuntungan duniawi.

Prioritas Keuangan: Dahulukan Kewajiban

Salah satu aspek penting yang sering terabaikan adalah prioritas dalam pengelolaan keuangan. Islam menekankan bahwa kewajiban harus didahulukan dibanding amalan sunnah. Menurut Buya Yahya, seseorang yang memiliki utang jatuh tempo tidak dianjurkan memaksakan diri untuk bersedekah, termasuk dalam bentuk THR. Mengabaikan kewajiban demi mengejar sunnah justru dapat menjadi kesalahan.

Dalam Bidayatul Mujtahid, Ibnu Rusyd juga menjelaskan bahwa prioritas hukum dalam Islam harus diperhatikan secara proporsional. Kewajiban memiliki kedudukan lebih tinggi dibanding amalan sunnah. Namun, jika utang masih memiliki tenggat waktu dan kondisi finansial mencukupi, maka bersedekah tetap diperbolehkan selama tidak memberatkan diri.

Dimensi Edukasi dan Sosial THR

Di luar aspek hukum, tradisi THR juga memiliki nilai edukatif yang penting, terutama bagi generasi muda. Anak-anak belajar tentang arti berbagi, menghargai pemberian, serta memahami pentingnya hubungan keluarga. Momen ini menjadi ruang pembelajaran sosial yang efektif. Mereka tidak hanya menerima, tetapi juga menyaksikan bagaimana nilai-nilai kebaikan dipraktikkan secara nyata.

THR sebagai Ibadah Sosial

Pada akhirnya, bagi-bagi THR bukan sekadar tradisi turun-temurun. Ia dapat menjadi ibadah sosial yang bernilai tinggi jika dilakukan dengan niat yang tulus, cara yang benar, dan mempertimbangkan kondisi diri. Lebaran bukan hanya tentang berbagi kebahagiaan, tetapi juga tentang memperkuat hubungan dengan sesama dan dengan Allah SWT.

Dalam kerangka ini, THR menjadi lebih dari sekadar pemberian materi, ia adalah cerminan kepedulian, keikhlasan, dan ketakwaan yang tumbuh dari hati.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Diskon Tol 30 Persen Dibuka, Puncak Arus Balik Mengancam, Hindari Kemacetan Parah

30 Maret 2026

Komnas HAM: Andrie Yunus Tidak Disiram Air Keras, Pemulihan Butuh 2 Tahun

30 Maret 2026

Mengintip nasib ekspor CPO di tengah krisis Timur Tengah

30 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Rekomendasi HP Samsung S25 Edge Paling Tipis dan Layak Dibeli Tahun 2026

30 Maret 2026

Komnas HAM: Andrie Yunus Tidak Disiram Air Keras, Pemulihan Butuh 2 Tahun

30 Maret 2026

500 Ponton TI Mengelilingi Sungai, Kades Jada Bahrin Bangka Lelah Mundur

30 Maret 2026

Formasi Mengancam Real Madrid Jika 4 Pemain Baru Datang di Bursa Musim Panas

30 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?