Kalender Liturgi Katolik untuk Perayaan Santo Turibius dari Mogrovejo
Perayaan fakultatif Santo Turibius dari Mogrovejo Uskup diadakan pada hari Senin, 23 Maret 2026. Dalam kalender liturgi Katolik, perayaan ini memiliki warna liturgi ungu. Bacaan-bacaan yang dibacakan pada hari tersebut mencakup berbagai teks suci yang menggambarkan peristiwa-peristiwa penting dalam kitab-kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
Bacaan Pertama
Bacaan pertama berasal dari Kitab Daniel, khususnya pasal 13. Bagian yang dipilih bisa berupa versi panjang atau singkat. Dalam versi panjang, terdapat kisah tentang Susana, seorang wanita yang dituduh melakukan perzinaan oleh dua orang tua-tua. Mereka menipu dan mempermalukan dia, tetapi akhirnya kebenaran terungkap melalui tindakan Daniel, seorang pemuda yang membela Susana dan membuktikan kesaksian palsu kedua orang tua-tua itu.
- Dan 13:1-9,15-17,19-30,33-62 (panjang)
- Dan 13:41c-62 (singkat)
Mazmur Tanggapan
Mazmur 23 adalah bagian dari bacaan tanggapan yang sering dibacakan dalam perayaan-perayaan seperti ini. Mazmur ini menggambarkan kasih dan perlindungan Tuhan terhadap umat-Nya. Berikut beberapa ayat yang dibacakan:
- Mzm 23:1-3a,3b-4,5,6
Injil Katolik
Bagian injil yang dibacakan berasal dari Injil Yohanes, pasal 8. Kisah ini menceritakan bagaimana Yesus menghadapi para ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang membawa seorang perempuan yang tertangkap basah berbuat zinah. Yesus menjawab dengan bijak dan menunjukkan keadilan-Nya.
- Yoh 8:1-11
Bacaan Kedua (BCO)
Bagian Bacaan Kedua (BCO) berasal dari Kitab Bilangan, pasal 12 dan 13. Isinya menggambarkan perjalanan orang Israel setelah mereka meninggalkan Hazerot dan berkemah di padang gurun Paran. Para utusan yang dikirim oleh Musa untuk mengintai tanah Kanaan juga disebutkan dalam bagian ini.
- Bil 12:16-13:3.17-33
Sejarah Singkat Santo Alfonsus Toribio dari Mogrovejo
Santo Alfonsus Toribio dari Mogrovejo adalah seorang uskup yang sangat dihormati dalam Gereja Katolik. Ia lahir di Spanyol dan menjadi ketua Mahkamah Agung serta mahaguru dalam bidang hukum. Meskipun ia tidak awalnya tertarik pada kehidupan imamat, Tuhan memiliki rencana khusus atas hidupnya.
Setelah Uskup Agung Lima meninggal pada tahun 1850, posisi uskup agung kosong. Raja Philip yang saleh dan taat beragama memilih Alfonsus Toribio sebagai pengganti. Awalnya, ia menolak karena statusnya sebagai awam, tetapi akhirnya ia menerima panggilan itu karena merasa itu adalah kehendak Allah.
Ia dihabiskan menjadi Uskup Agung pada tahun 1581. Dari Spanyol, ia berlayar ke Peru, sebuah negara yang penuh gunung dan berada di pantai Samudra Pasifik. Di sana, ia melakukan kunjungan ke seluruh wilayah paroki hingga ke pelosok-pelosok daerah. Ia melihat banyak hal selama kunjungan-kunjungannya, termasuk masalah moral di kalangan tentara Spanyol dan kebiasaan buruk para imam.
Toribio kemudian melakukan pembaharuan besar-besaran dalam keuskupannya. Ia membentuk seminari pertama di Amerika dan mendirikan sekolah-sekolah untuk orang Indian. Ia juga mempelajari bahasa dan adat istiadat setempat agar lebih mudah berkomunikasi dengan umatnya.
Dengan bantuan rekannya, Santo Fransiskus Solanus, Toribio berhasil memperbaiki kehidupan imam dan membawa kembali orang-orang Spanyol serta Indian kepada tata cara hidup Kristiani. Ia meninggal pada tahun 1606, meninggalkan warisan yang luar biasa bagi Gereja Katolik.



