Wisata Ngabuburit yang Menarik di Kota Batu
Kota Batu dikenal sebagai destinasi wisata yang menawarkan berbagai pilihan tempat untuk berlibur, baik itu wisata alam maupun buatan. Selain itu, saat bulan Ramadhan, kota ini juga menjadi tujuan utama bagi masyarakat Malang Raya dan wisatawan dari luar kota untuk melakukan kegiatan ngabuburit.
Ngabuburit sendiri merupakan kegiatan menunggu waktu berbuka puasa di sore hari selama bulan Ramadhan. Di Kota Batu, ada beberapa tempat rekomendasi yang bisa digunakan untuk ngabuburit. Berikut adalah beberapa di antaranya:
- Alun-Alun Kota Batu yang menjadi spot favorit
- Puthuk Tritih, Desa Sumberejo
- Pasar takjil yang ada di Jalan Arjuno
- Pasar takjil di halaman parkir KONI Kota Batu
- Pasar Takjil Oro-Oro Ombo
- Pasar Takjil Jalan Diponegoro Junrejo
- Burning Bar, cafe yang menawarkan pemandangan alam indah.
Alun-Alun dan Pasar Laron
Alun-Alun Kota Batu memang tidak diragukan lagi kepopulerannya. Destinasi wisata ini menjadi spot paling favorit bagi masyarakat untuk menunggu waktu berbuka puasa. Di sini terdapat area bermain untuk anak-anak dan juga berbagai pilihan takjil dan jajanan di Pasar Laron.
Berbagai kudapan mulai dari yang digoreng, direbus, hingga dibakar tersedia lengkap, seperti cilok, cimol, sempol, pentol, cireng, jagung bakar, jagung rebus, jagung susu keju, aneka seafood, tahu gejrot, tempura, sate tahu, singkong keju, ketan susu, es kepal, jeruk peras, es teler, aneka jus, dan masih banyak lagi.
Di seberang Alun-Alun, terdapat Masjid Agung An-Nur Batu yang menyediakan buka puasa gratis kepada ratusan jemaah setiap harinya dengan menu komplet.
Berburu ‘War’ Takjil Murah di Berbagai Sudut Kota Batu
Lokasi lainnya yang cocok untuk ngabuburit ialah Pasar Takjil yang hampir selalu ada di masing-masing desa di Kota Batu. Setiap harinya, pasar takjil yang tersebar di Jalan Arjuno, halaman Parkir KONI Kota Batu, Oro-Oro Ombo, hingga Jalan Diponegoro Junrejo selalu ramai dibanjiri masyarakat.
Lokasi-lokasi ini menjadi tujuan favorit warga untuk ‘war’ takjil karena menawarkan beragam menu dengan harga yang ramah di kantong.
Burning Bar: Ngabuburit dengan View Pegunungan
Tempat rekomendasi ngabuburit yang estetik di Kota Batu lainnya berada di kawasan Gunung Banyak atau area Paralayang yang ada di Kelurahan Songgokerto. Di sana ada beberapa cafe dan tempat bersantai lainnya yang menyuguhkan pemandangan alam indah dari atas ketinggian.
Salah satunya di Burning Bar, sebuah tempat nongkrong yang menyuguhkan panorama alam indah dan syahdu di Kota Batu. Cafe yang berdiri di lahan seluas 1500 meter persegi itu, kini jadi salah satu primadona kopian jujukan anak muda dari Malang Raya maupun Surabaya dan sekitarnya.
Di sini, pengunjung dapat langsung beradu pandang dengan pegunungan maupun perbukitan hijau, disertai semilir angin dan konsep cafe yang instagramable. Menyajikan menu andalan berbahan dasar pangan nabati seperti kentang, ketela, dan pisang, kafe ini menjadi salah satu tempat nongkrong di Malang Raya dengan konsep menu simpel namun bermakna mendalam.
Hal yang menarik, seluruh bahan baku makanan di sini didapat langsung dari hasil panen petani lokal di Kota Batu dan Malang. Untuk itu, cafe ini cocok dijadikan tempat bersantai maupun ngabuburit sembari menunggu azan magrib saat Ramadan.
Khusus untuk bulan Ramadan, Burning Bar buka lebih sore dibanding hari biasa. Pada hari biasa, Burning Bar buka pukul 13.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB, sedangkan saat Ramadan buka pukul 15.00 WIB dan tutup pukul 22.00 WIB.
Puthuk Tritih: Pesona Alam Kebun Bunga
Tak kalah estetik, spot ngabuburit andalan di Kota Batu juga ada di Desa Sumberejo bernama Puthuk Tritih. Tempat ini cocok untuk ngabuburit bagi yang mencari spot alam dengan udara sejuk.
Sama dengan Burning Bar, Puthuk Tritih juga sempat viral di media sosial. Di Puthuk Tritih pengunjung bisa beradu pandang dengan Gunung Panderman, Gunung Banyak, dan Gunung Arjuno. Di sekitarnya juga terdapat hamparan kebun bunga yang merekah sehingga estetik untuk dibuat foto.
Pengembangan Wisata Kota Batu
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto mengatakan, di Kota Batu saat ini sudah banyak pilihan destinasi wisata untuk ngabuburit dan juga berwisata. Namun agar wisata di Kota Batu tak kalah saing dengan daerah lain wajib dilakukan pengembangan.
“Fenomena cafe dengan view pegunungan dan penginapan berkonsep glamping menunjukan bahwa sektor swasta dan masyarakat sangat kreatif menangkap peluang,” tutur Onny Ardianto.
“Ini adalah modal besar bagi kita, sehingga ini selaras dengan tema Disparta tahun ini mengusung One Stop Holiday atau di Kota Batu semua ada dan cukup di Batu saja,” imbuhnya.



