Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Wednesday, 7 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Respons Dedi Mulyadi dan Pramono Atas Longsor Bantargebang yang Tewaskan 7 Orang
    Nasional

    Respons Dedi Mulyadi dan Pramono Atas Longsor Bantargebang yang Tewaskan 7 Orang

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover10 March 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Tragedi Longsoran Sampah di TPST Bantargebang, Bekasi

    Pada hari Minggu (8/3/2026), terjadi longsoran sampah yang menimpa kawasan Zona IV Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Kejadian ini menewaskan tujuh orang dan melukai enam lainnya. Seluruh korban akhirnya ditemukan oleh Tim SAR gabungan, sehingga operasi pencarian dan pertolongan resmi ditutup.

    Longsoran sampah terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, dengan gunung sampah setinggi 50 meter yang menimbun para korban. Korban terakhir, Riki Supriadi (L/40), ditemukan pada Senin (9/3/2026) malam sekitar pukul 23.30 WIB. Setelah seluruh korban ditemukan dan tidak ada lagi laporan tentang orang hilang, operasi SAR dihentikan pada Selasa dini hari.

    Penyebab Longsoran Sampah

    Menurut informasi yang diperoleh, curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Bekasi dan sekitarnya diduga menjadi penyebab utama longsoran sampah. Hujan tersebut menyebabkan tumpukan sampah menjadi labil dan akhirnya longsor.

    Kejadian ini memicu perhatian terhadap pengelolaan sampah di kawasan TPST Bantargebang, yang selama ini menjadi lokasi pembuangan sampah terbesar di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Sejumlah sopir truk dan warga yang berada di sekitar lokasi terdampak oleh kejadian ini.

    Daftar Korban

    Berikut adalah daftar korban dari kejadian tersebut:

    Korban Selamat:

    • Budiman (L), sopir truk
    • Johan (L), sopir truk
    • Sarifudin (L), sopir truk
    • Slamet (L), sopir dump truck
    • Ato (L), warga
    • Dofir (L), warga

    Korban Meninggal Dunia:

    • Enda Widayanti (P, 25), pemilik warung
    • Sumine (P, 60), pemilik warung
    • Dedi Sutrisno (L), sopir truk
    • Irwan Supriatin (L), sopir truk
    • Jussova Situmorang (P, 38)
    • Hardianto (L), sopir truk
    • Riki Supriadi (L, 40), sopir truk

    Tanggapan Pihak Berwenang

    Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM), menegaskan bahwa pengelolaan TPST Bantargebang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kota Bekasi bersama Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta (DKJ). Menurut Dedi, otoritas utama dalam pengelolaan lokasi tersebut berada pada Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto.

    Ia menyampaikan saran kepada Wali Kota Bekasi agar setiap kebijakan yang diambil mempertimbangkan kepentingan warga. Dedi menekankan pentingnya keselamatan warga sebagai prioritas utama dalam pengelolaan TPST Bantargebang.

    Sementara itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan empati atas musibah yang terjadi di kawasan tempat pembuangan sampah utama bagi warga Jakarta tersebut. Ia memastikan Pemerintah Kota Bekasi akan memberikan perhatian serius terhadap kondisi di lapangan.

    Langkah Pemprov DKI Jakarta

    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan siap mengikuti arahan pemerintah pusat untuk menghentikan praktik open dumping atau pembuangan sampah terbuka di TPST Bantargebang. Pramono menjelaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah mulai menjalankan instruksi tersebut, khususnya di zona 4A kawasan pengolahan sampah terbesar milik DKI Jakarta itu.

    Selain menghentikan metode pembuangan terbuka tersebut, Pemprov DKI Jakarta juga tengah menyiapkan rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTS) di kawasan Bantargebang. Proyek tersebut akan memanfaatkan sampah sebagai sumber energi listrik dan membutuhkan lahan sekitar 8 hingga 10 hektare.

    Peringatan dari Menteri Lingkungan Hidup

    Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq meminta Pemprov DKI Jakarta menghentikan praktik open dumping di TPST Bantargebang. Permintaan tersebut disampaikan setelah terjadi longsor sampah di kawasan tersebut. Hanif menilai kejadian yang menelan korban jiwa itu seharusnya dapat dihindari jika pengelolaan sampah dilakukan sesuai aturan.

    Ia menegaskan peristiwa longsor tersebut merupakan peringatan serius bagi semua pihak untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah. Menurutnya, metode open dumping yang masih dilakukan berpotensi membahayakan warga maupun petugas di sekitar lokasi.

    Ancaman Sanksi Pidana

    Hanif juga mengingatkan bahwa pengelola fasilitas dapat dikenakan sanksi pidana apabila kelalaian dalam pengelolaan lingkungan menyebabkan korban jiwa. Ketentuan tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

    Potensi sanksi yang bisa diberikan antara lain ancaman minimal lima tahun hingga maksimal 10 tahun penjara, serta denda minimal Rp5 miliar hingga Rp10 miliar. Hanif berharap pemerintah daerah, khususnya pengelola TPST Bantargebang, segera melakukan pembenahan serius dalam sistem pengelolaan sampah agar tragedi serupa tidak kembali terjadi.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

    31 August 2026

    Pasar Perhatikan Aksi Demo, IHSG Melemah Di Pembukaan

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?