Penurunan Kunjungan Wisatawan Selama Ramadan 2026
Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul mencatat adanya penurunan kunjungan wisatawan selama momen Ramadan 2026. Namun, diperkirakan bahwa tingkat kunjungan akan meningkat saat momen libur Lebaran Idulfitri 2026 tiba. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Saryadi, menyampaikan bahwa penurunan kunjungan wisatawan bisa mencapai lebih dari 50 persen. Data tersebut didapat dari sejumlah kondisi di pintu-pintu pemungutan tarif retribusi objek wisata di seluruh Kabupaten Bantul.
“Saya kira ini jadi titik terendah (kunjungan wisatawan). Saya tidak hafal angkanya, tapi kemungkinan bisa lebih dari 50 persen,” katanya, Senin (2/3/2026).
Meskipun jumlah kunjungan menurun, para pelaku usaha jasa wisata mulai melakukan perbaikan dan pemeliharaan. Sebagai contoh, banyak pelaku jip wisata yang melakukan reparasi atau perbaikan jip wisata karena sepi kunjungan. Begitu pula dengan pelaku-pelaku jasa wisata lainnya, seperti ATV dan bendi, yang dalam masa sepi kunjungan wisatawan ini melakukan perbaikan dan maintenance.
Jadi, saat Libur Idulfitri nanti bisa dipergunakan dengan baik,” ucap dia.
Selain itu, para pelaku usaha kebanyakan aktif sebagai multiusaha. Artinya, di samping jasa usaha pariwisata, mereka juga ada yang bekerja sebagai petani maupun peternak. Dengan begitu, pelaku usaha tetap memiliki pemasukan dari pekerjaan lain saat kunjungan wisatawan menurun.
Saryadi memperkirakan kunjungan wisatawan kembali pulih saat libur Idulfitri 2026. Sayangnya, ia belum bisa memperkirakan berapa banyak kunjungan wisatawan yang akan masuk ke Bumi Projotamansari saat momen libur Idulfitri berlangsung.
“Belum bisa prediksi berapa banyak wisatawan yang akan masuk ke Bantul. Tapi, tampaknya kondisi nanti sudah lebih baik dibandingkan momen sama pada tahun kemarin. Memang cuaca sampai saat ini masih hujan, tapi mudah-mudahan pertengahan sampai akhir Maret cuaca bagus,” pinta dia.
Persiapan untuk Kelancaran Libur Lebaran
Di samping itu, pihaknya akan melakukan koordinasi bersama sejumlah pihak untuk mendukung kelancaran libur Lebaran Idulfitri 2026 nanti. Sebab, biasanya terdapat lonjakan kunjungan wisatawan di TPR Pantai Selatan.
“Kemungkinan akan kami tambah personel dua sampai tiga kali lipat petugas retribusi. Kalau saat ini kan total ada sekitar 40-an petugas TPR. Jadi, nanti peningkatan petugas TPR akan kami ambil dari berbagai stakeholder, termasuk petugas kepolisian, Koramil, Polairud, dan sebagainya,” terangnya.
Selain itu dalam momen libur Lebaran 2026 nanti, pihaknya berencana mengoptimalkan petugas kebersihan dengan melakukan monitoring tempat wisata, khususnya di Pantai Selatan pada pagi dan sore hari. Itu dilakukan demi mendukung kenyamanan wisatawan.
“Kami juga akan koordinasi terkait pengaturan maupun rekayasa arus lalu lintas apabila dibutuhkan karena crowded. Biasanya, kami menggunakan akses one way di Jalan Parangtritis kemudian kami buang ke arah barat melalui JJLS. Nanti kami koordinasi bersama teman-teman kepolisian dan Dinas Perhubungan,” tutup dia.
Siap Menghadapi Arus Mudik yang Besar
Sebelumnya, Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul memperkirakan puncak arus mudik Idulfitri 2026 berlangsung pada H-2. Setidaknya ada sekitar delapan juta jiwa yang akan masuk ke DIY dan sekitar dua juta sampai tiga juta jiwa akan memasuki Kabupaten Bantul.
“Perkiraan itu dari hasil rapat bersama provinsi dan sejumlah pihak. Tapi, kalau biasanya kan jumlah yang mudik lebih kecil dari yang diprediksi,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul, Singgih Riyadi, Senin (2/3/2026).
Disampaikannya, untuk Kabupaten Bantul dimungkinkan arus lalu lintas mudik ramai melintasi pintu-pintu perbatasan Kabupaten Gunungkidul dan Kota Yogyakarta. Apalagi, dalam momen mudik kali ini juga akan ada pembukaan akses Tol Prambanan.
“Kan arus mudik pasti akan mencari alternatif mudik melintasi Tol Prambanan. Pasti akan melintasi Jogja, terutama Kota Yogyakarta. Jadi, kalau di Kabupaten Bantul nanti arusnya menyisir di jalan antara saja, terutama di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS),” ucap dia.
Jembatan Kabanaran Bakal Ramai
Selain itu, adanya akses lalu lintas baru berupa Jembatan Kabanaran yang menghubungkan jalur Kabupaten Bantul dengan Kabupaten Kulon Progo, sehingga turut diperkirakan ramai dilalui para pemudik. Diperkirakan jalur itu dijadikan alternatif untuk mudik sembari menikmati view di sekitar lokasi.
“Jadi, kami nanti mendirikan pos-pos pantau arus lalu lintas yang tersebar di tujuh titik utama mulai dari Klangon Kapanewon Sedayu, Kapanewon Piyungan, Jembatan Kabanaran Kapanewon Srandakan, jalur menuju Pantai Depok, dan akses ke Kelok 23. Tapi, nanti Dinas Perhubungan DIY akan dirikan pos terpadu bersama kami di dekat Jembatan Kabanaran,” terangnya.
Sebagai langkah antisipasi momen mudik lebih lanjut, pihaknya juga akan melakukan inspeksi kendaraan di PO bus dan objek wisata sesuai arahan dari Kementerian Perhubungan RI. Inspeksi kendaraan dilakukan berupa ramp check pada H-7 sampai H+10 Idulfitri 2026.
“Kemudian, mulai minggu depan kami juga koordinasi dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bantul untuk melakukan tes urin kepada awak angkutan di Terminal Palbapang sampai Terminal Imogiri yang jumlahnya mencapai sekitar 125 orang,” jelas Singgih.
Lebih lanjut, Singgih menyebut tes urin dilakukan sebagai bagian gerakan nasional untuk memastikan para pengemudi atau awak angkutan dalam kondisi tidak terpengaruh obat-obatan yang berpotensi membahayakan keselamatan para penumpang saat momen mudik berlangsung.
“Jadi, persiapan kami menuju momen mudik Idulfitri 2026 ini sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari demi kelancaran akses lalu lintas masyarakat,” kata dia.



