Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Sunday, 4 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Pemeriksaan Fakta: Apakah Trump Panik Dengar Takbir?
    Nasional

    Pemeriksaan Fakta: Apakah Trump Panik Dengar Takbir?

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover4 March 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Penjelasan Mengenai Video Viral yang Menyebutkan Donald Trump Panik Saat Teriakan “Allahu Akbar”

    Video yang viral di media sosial, khususnya Instagram, menunjukkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memalingkan tubuhnya ketika berada di atas podium. Dalam video tersebut, teks menyebut bahwa Trump panik karena ada yang teriak “Allahu Akbar” dan pihak keamanan segera mengeluarkannya dari panggung.

    Namun, setelah dilakukan verifikasi oleh tim Cek Fakta DW Indonesia, klaim ini ternyata salah. Video tersebut tidak menunjukkan situasi seperti yang diberitakan. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai proses verifikasi dan konteks sebenarnya dari video tersebut.

    Proses Verifikasi

    Tim Cek Fakta DW Indonesia melakukan beberapa tahapan untuk memverifikasi keaslian video dan kebenaran klaim yang disampaikan. Hal pertama yang dilakukan adalah memeriksa apakah video tersebut dibuat dengan teknologi kecerdasan buatan (AI). Hasil analisis dari platform pendeteksi AI, Hive Moderation, menunjukkan bahwa peluang video tersebut dibuat oleh mesin AI adalah 0%. Artinya, video tersebut asli.

    Selanjutnya, tim mencari konteks sebenarnya dari video tersebut. Dengan menggunakan kata kunci “Trump flinch security”, mesin pencari menemukan video yang menunjukkan momen serupa. Video tersebut ditayangkan oleh CBS dalam akun YouTube-nya dan menunjukkan Trump berada di atas panggung selama kampanye di Ohio pada Maret 2016. Konteks aslinya adalah Trump memalingkan wajahnya karena salah satu penonton diduga ingin naik ke panggung, sehingga petugas keamanan segera melindunginya.

    Untuk memperkuat bukti, tim juga melakukan pencarian menggunakan Google Reverse Image. Hasilnya menunjukkan laporan pemeriksaan fakta oleh AFP yang juga menyertakan link ke video asli. Temuan utama dari video asli ini adalah bahwa tidak ada suara teriakan “Allahu Akbar” seperti yang terdengar dalam video viral.

    Platform pendeteksi suara AI, Deepfake Total, menganalisis suara dalam video. Hasilnya menunjukkan bahwa peluang suara tersebut dibuat oleh AI hanya sekitar 25%, artinya kemungkinan besar suara tersebut ditambahkan oleh pembuat video untuk tujuan tertentu.

    Sejarah Video Hoaks Ini

    Video hoaks ini pernah muncul sekitar sembilan tahun lalu di Facebook. Pada masa itu, sejumlah kanal berita telah menyatakan bahwa video tersebut adalah hoaks. Namun, pada 2025, video yang sama kembali muncul dan menjadi perbincangan di media sosial. Penyebar video tidak hanya berasal dari Indonesia tetapi juga dari Timur Tengah.

    Video ini kembali viral pada akhir Februari 2026, tepat setelah Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Trump dalam rapat perdana Board of Peace di Amerika Serikat.

    Motif Penyebar Hoaks

    Co-founder dan Fact-check Analyst Mafindo, Aribowo Sasmito, menyatakan bahwa hoaks tentang Trump biasanya “menumpangi isu yang sedang jadi tren.” Salah satu alasan untuk menarik perhatian publik di media sosial. Ia memperkirakan bahwa penyebar hoaks memiliki berbagai motif, termasuk mencari popularitas dan keuntungan finansial.

    Lead Analyst Drone Emprit, Rizal Nova Mujahid, menambahkan bahwa tren republikasi konten video disinformasi, fitnah, dan kebencian (DFK) kini turut dilakukan oleh “homeless media” seperti akun pengunggah video viral tersebut. Menurutnya, model seperti ini baru saja muncul dan biasanya hoaks hanya tersebar pada kelompok tertentu.

    Pengaruh Sentimen Publik

    Rizal juga menyatakan bahwa sentimen negatif publik terhadap Trump, Board of Peace, dan perjanjian dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat turut memicu kemunculan disinformasi. Analisanya juga menyebut bahwa sentimen agama turut berperan dalam kemunculan video hoaks viral terkait Trump.

    “Ketika berbicara tentang Gaza, sentimen agama selalu lebih tinggi daripada sentimen kemanusiaan,” ujarnya. Oleh karena itu, sangat wajar jika ada orang yang mencoba memasukkan ketidaksetujuannya terhadap keputusan Indonesia di Board of Peace dalam bentuk narasi-narasi seperti ini.

    Langkah Pencegahan

    Aribowo menyarankan pengguna media sosial untuk selalu mengecek kredibilitas sumber informasi sebelum mempercayai konten yang ditemui. “Kalau sumbernya bukan media massa kredibel atau yang memiliki reputasi bagus, kita harus skeptis,” katanya.

    Rizal menyarankan agar pengguna media sosial sejenak berhenti sebelum mengamplifikasi, menyukai, atau berkomentar. “Verifikasi dulu,” katanya. Verifikasi perlu dilakukan terhadap narasi, aktor-aktor yang ada dalam video, dan waktu. Karena saat ini sudah banyak teknik untuk mengecek video, audio, dan visual.

    “Kita harus hati-hati karena biasanya penyebar hoaks akan selalu mengulangi aksinya. Jangan sampai kita menjadi korban,” tutup Aribowo.

    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

    31 August 2026

    Pasar Perhatikan Aksi Demo, IHSG Melemah Di Pembukaan

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?