Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Friday, 9 October 2026
    Trending
    • Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • 6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi
    • Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027
    • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
    • 5 zodiak dengan ramalan keuangan paling cerah September 2026, karier hingga relasi jadi kuncinya!
    • PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain
    • Dua tahun Prabowo: Antara negara kuat dan pemerintahan efektif
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
    Indonesia Discover
    Login
    Indonesia Discover
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Ragam
    • Olahraga
    • Login
    Home»Nasional»Jalur Semarang-Purwodadi Lumpuh Akibat Jebolnya Tanggul Sungai Tuntang
    Nasional

    Jalur Semarang-Purwodadi Lumpuh Akibat Jebolnya Tanggul Sungai Tuntang

    admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover22 February 2026No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    Share
    Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

    Banjir Akibat Jebolnya Tanggul Sungai Tuntang Mengganggu Akses Jalan Utama

    Tanggul Sungai Tuntang kembali mengalami kerusakan yang memicu banjir di wilayah Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan. Peristiwa ini terjadi pada Senin (16/2/2026) sore sekitar pukul 15.00, sehingga menyebabkan akses jalan utama Semarang–Purwodadi lumpuh total.

    Jalan cor penghubung antara Purwodadi dan Kota Semarang putus sepanjang 50 meter akibat derasnya air yang mengalir dari tanggul yang jebol. Lokasi tanggul yang rusak berada di titik yang sama dengan peristiwa sebelumnya, yakni di Jalan Mitreng-Gubug. Titik tersebut hanya bergeser beberapa meter dari lokasi jebolan tahun lalu, yaitu 21 Januari 2025.

    Sekretaris Desa Tinanding, Baku Sujarwo, menjelaskan bahwa lokasi jebolan kali ini mirip dengan kejadian sebelumnya. Ia menuturkan bahwa air dari tanggul jebol langsung menggenangi permukiman warga dan lahan pertanian. Hal ini menjadi kali ketiga tanggul Sungai Tuntang jebol, setelah peristiwa serupa tercatat pada 1998 dan 21 Januari 2025.

    Data sementara mencatat bahwa 277 rumah dengan total 838 jiwa terdampak banjir. Sekitar 30 hektare sawah juga terendam. Wilayah yang terdampak meliputi Dusun Rejosari RT 01, 02, 03, dan 04 RW 02, serta Dusun Mlati RT 01 dan 02 RW 03. Warga terdampak, termasuk lansia dan anak-anak, dievakuasi ke Balai Desa Manggarmas, Kecamatan Godong.

    Ketinggian air dilaporkan mencapai kurang lebih 60 sentimeter. Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan, dan masyarakat. Namun, akses menuju lokasi terdampak masih sulit karena derasnya arus banjir.

    Dua Titik Jebol Menyebabkan Kondisi Parah

    Banjir bandang melanda kawasan Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, setelah tanggul Sungai Tuntang jebol di dua titik berbeda. Kondisi paling parah dialami warga Desa Pilangwetan dan Kebonagung. Tim gabungan dari BPBD Demak dan BPBD Grobogan dikerahkan untuk mengevakuasi warga yang terjebak di tengah kepungan air sejak sore hingga dini hari.

    Seorang relawan BPBD Demak, Lek Sho, mengonfirmasi bahwa proses evakuasi masih berlangsung intensif hingga tengah malam. “Monitor, ini masih evakuasi di Desa Kebonagung,” ujar Lek Sho singkat, Senin malam.

    Kepala Desa Pilangwetan, Toha Mahsun, mengaku kesulitan memantau kondisi warganya di Dukuh Dempel karena terjangan air yang sangat kuat di jalan raya. “Saya mau ke sana tidak bisa, jalan raya arusnya kencang,” ungkap Toha, Senin sore.

    Pelaksana Tugas (Plt) Camat Kebonagung, Yogi Setiawan Widi Nugroho, menjelaskan bahwa terdapat dua dukuh yang benar-benar terisolir karena posisinya berada tepat di antara dua tanggul yang jebol. Dua wilayah tersebut adalah Dukuh Dempel (Desa Pilangwetan) dan Dukuh Wareng (Desa Kebonagung).

    Berdasarkan data sementara hingga Senin sore, tercatat sebanyak 101 kepala keluarga (KK) di Desa Pilangwetan dan 117 KK di Desa Kebonagung terendam banjir dengan ketinggian air mencapai satu meter di area pemukiman.

    Upaya Pemkab Demak dalam Mengatasi Banjir

    Bupati Demak, Eisti’anah, mengatakan bahwa debit banjir di tahun ini lebih besar dibandingkan tahun kemarin, sehingga menyebabkan tanggul kembali jebol hingga jalan cor putus. “Karena memang kondisi debit air yang lebih besar atau lebih tinggi dari tahun kemarin, memang ini mengakibatkan ada (jalan) beton yang hanyut juga,” kata Eisti’anah saat meninjau lokasi tanggul Sungai Tuntang jebol di Desa Kebonagung, Selasa siang.

    Ia menjelaskan bahwa sejumlah warga yang dievakuasi mengungsi di gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Namun, kini warga mulai pulang untuk membersihkan rumah dan menyisakan belasan lansia. “Ada pengungsian di KDMP, tapi memang masyarakat yang lansia, masyarakat yang lain kembali ke rumahnya masing-masing untuk pembersihan, Alhamdulillah kerja semua pihak untuk membantu masyarakat,” ungkapnya.

    Eisti’anah juga mengucapkan syukur karena banjir kali ini terjadi pascapanen, sehingga hanya sebagian lahan pertanian yang terendam. “Alhamdulillah. kami tadi konfirmasi kepada bapak Kepala Desa Kebonagung pascapanen masih ada dua hektare yang belum panen,” katanya.

    Ia menegaskan bahwa penutupan tanggul akan dilakukan segera mungkin setelah pihak berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), pihak yang berwenang atas sungai. “Kita sudah koordinasi dengan BBWS, BBWS sudah melakukan dan mungkin sebentar lagi akan melakukan penutupan,” katanya.

    Eisti’anah menambahkan bahwa selama Pemkab Demak telah melakukan upaya normalisasi untuk mencegah tanggul jebol berulang dengan kemampuan anggaran daerah. “Kami dari Pemkab menggunakan anggaran APBD secara masif melakukan normalisasi untuk sungai-sungai yang tentunya tidak sebesar seperti Tuntang,” ujarnya.


    Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
    admin_indonesiadiscover
    • Website

    Berita Terkait

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    Pengamanan Ketat Demo AMPB Pati di DPR, 18.504 Personel Polisi Dikerahkan

    31 August 2026

    Pasar Perhatikan Aksi Demo, IHSG Melemah Di Pembukaan

    31 August 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Sahabat Jadi Selingkuhan, Pasangan Sendiri Dikhianati!

    27 September 2026

    PSM Makassar vs Arema FC di Super League 2026/2027: Head to head, prediksi skor, daftar pemain

    16 September 2026

    6 strategi memanfaatkan waktu yang terbuang untuk meningkatkan karier menurut psikologi

    16 September 2026

    Prediksi superkomputer terkait klasemen akhir fase awal Liga Champions 2026/2027

    16 September 2026
    TAGS
    akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
    © 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?