Jukir Liar di Tanah Abang Patok Tarif Tinggi, Polisi Lakukan Penindakan
Kawasan Tanah Abang kembali menjadi sorotan setelah munculnya isu jukir liar yang mematok tarif parkir yang sangat tinggi. Para jukir ini tidak hanya mengganggu pengguna jalan, tetapi juga melakukan pemerasan terhadap warga sekitar. Harga parkir untuk mobil mencapai Rp 100 ribu dan sepeda motor hingga Rp 60 ribu, angka yang jauh di atas standar yang biasanya diterapkan.
Polisi akhirnya turun tangan dengan menangkap delapan orang yang diduga terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui apakah tindakan mereka memenuhi unsur pidana atau cukup diberikan pembinaan. Kapolsek Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, menyatakan bahwa para pelaku itu telah dibawa ke kantor polisi untuk diambil keterangannya.
“Ada orang yang viral dan ada tujuh orang lain yang terindikasi melakukan tindakan yang sama,” ujar Dhimas. Ia menegaskan bahwa penindakan ini dilakukan agar isu viral tidak semakin berkembang dan situasi di kawasan tersebut tetap kondusif.
Wakil Gubernur Jakarta Tidak Tinggal Diam
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, langsung merespons permasalahan ini. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan segera menertibkan jukir liar yang meresahkan masyarakat. “Pasti Satpol PP, Polisi juga sudah turun, teman-teman dari TNI juga sudah turun. Kemudian kita juga ada pamong-pamong Satpol PP khusus pariwisata juga sudah turun,” kata Rano saat berada di Bundaran HI, Jakarta Pusat.
Menurut Rano, situasi di Tanah Abang saat ini sedang padat karena banyak masyarakat yang berbelanja menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Meski demikian, ia menekankan bahwa Pemprov DKI tidak menoleransi adanya parkir liar. “Ya mudah-mudahan nanti, saya yakin dalam 2-3 hari akan jauh lebih tertib,” tambahnya.
Rano juga menjelaskan bahwa fenomena seperti ini terjadi setahun sekali setiap tahunnya. Namun, ia memastikan bahwa pihak berwenang akan terus menindaklanjuti masalah ini. “Ya terpaksa ditindak juga, ada yang ditangkap, dikasih pembinaan, itu sudah hal biasalah. Mudah-mudahan itu akan menjadi jauh lebih baik lagi,” ujarnya.
Profil Rano Karno: Dari Dunia Hiburan ke Politik
H. Rano Karno, S.IP., adalah tokoh publik Indonesia yang dikenal luas sebagai aktor, sutradara, dan politisi. Saat ini, ia menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2025–2030. Rano mendampingi Gubernur Pramono Anung setelah resmi dilantik pada 20 Februari 2025.
Lahir di Jakarta pada 8 Oktober 1960, Rano memulai kariernya di dunia hiburan sejak kecil. Ia menjadi populer lewat perannya dalam film dan serial seperti Si Doel Anak Betawi serta film Gita Cinta dari SMA. Setelah itu, ia beralih ke dunia politik.
Pendidikan formal Rano mencakup studi dari SD hingga SMA di Jakarta, kemudian melanjutkan ke Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara dengan fokus pada ilmu politik. Pendidikan ini menjadi dasar bagi keterlibatannya dalam pemerintahan dan kepemimpinan publik.
Karier politik Rano sangat beragam:
* Ia pernah menjadi Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI pada akhir 1990-an,
* Menjabat sebagai Duta Besar Khusus UNICEF bidang pendidikan pada awal 2000-an,
* Menjadi Wakil Bupati Tangerang (2008–2011),
* Menjabat Wakil Gubernur Banten (2012–2014), dan
* Menjadi Gubernur Banten (2015–2017).
Setelah pengalaman panjang di eksekutif daerah, Rano kembali ke kancah politik legislatif sebagai Anggota DPR RI periode 2019–2024. Ia mewakili daerah pemilihan Banten III sebelum mencalonkan diri dan terpilih sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2024 bersama Pramono Anung dengan perolehan suara sedikit di atas 50 persen.
Karier Rano Karno dikenal sebagai peralihan yang signifikan dari dunia hiburan ke posisi pemerintahan dan politik. Hal ini menunjukkan reputasi kuatnya di mata publik serta kemampuan untuk menjembatani pengalaman budaya dan kepemimpinan administratif dalam pelayanan publik ibu kota.
Berita Viral Lainnya
Informasi lengkap dan menarik lainnya bisa ditemukan di sumber-sumber terpercaya.



