Kasus ART yang Memukul Anak Majikan di Bandung Viral
Sebuah video yang menunjukkan seorang asisten rumah tangga (ART) memukul anak majikannya hingga berdarah telah menjadi perhatian publik. Kejadian ini terjadi di Ujung Berung, Bandung, Jawa Barat, dan terekam dalam kamera CCTV. Video tersebut kemudian tersebar di media sosial, menyebabkan kecaman dari berbagai pihak.
Detik-Detik Penganiayaan yang Terekam
Dalam rekaman CCTV, terlihat bahwa ART tersebut sedang menyuapi anak majikannya di depan televisi. Saat itu, putra Fikri mendadak tersedak dan ingin memuntahkan makanan di mulutnya. Hal ini membuat sang ART marah lalu memelototi korban. Tanpa pikir panjang, ART langsung memberikan minum kepada anak majikannya, namun ditolak. Akhirnya, ART menghajar kepala anak majikan hingga hidungnya berdarah dan ia menangis keras.
Tangisan anak Fikri kemudian membuat neneknya bergegas menghampiri korban. Nenek tersebut langsung menghubungi keluarga untuk segera pulang. Setibanya di rumah, Fikri langsung mengecek rekaman CCTV untuk melihat kejadian yang terjadi di rumahnya. Saat ditanya, pelaku awalnya membantah bahwa ia telah memukuli anak Fikri. Namun, setelah diberikan rekaman CCTV, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya.
Komentar dari Lesti Kejora
Kasus ini viral dan mendapat perhatian dari banyak orang, termasuk artis Lesti Kejora. Dalam akun Instagram story-nya, Lesti memosting video detik-detik ART tersebut menyiksa anak majikan. Ia tampak tidak habis pikir dengan kekejaman ART tersebut dan menyebut pelaku sebagai “iblis.”
Ayah Korban Tidak Melaporkan ke Polisi
Meski kasus ini viral dan mendapat banyak kecaman, ayah korban, Fikri, memilih untuk tidak melaporkan ART ke polisi. Alasannya adalah karena Fikri merasa iba pada sosok pelaku yang memiliki banyak anak dan cucu. Sebelum kasus ini viral, Fikri pernah mengobrol dengan pelaku dan mengetahui bahwa pelaku memiliki empat anak dan cucu yang masih kecil.
Fikri tak mau hanya karena kesalahan pelaku, cucu dan anak-anak pelaku nanti jadi korban perundungan di masyarakat atau di masa depan. Ia juga mengatakan bahwa sanksi sosial dari netizen sudah cukup bagi pelaku. Menurut Fikri, pelaku masih bisa bekerja, tapi bukan sebagai ART atau pengasuh anak.
Fokus pada Pemulihan Trauma Anak
Alih-alih melaporkan pelaku ke polisi, Fikri memilih untuk fokus pada pemulihan trauma putranya. Ia mengatakan bahwa pihak berwenang, seperti pak lurah, sudah menawarkan banyak bantuan untuk keluarganya, termasuk dari Komisi Perlindungan Anak. Namun, fokus utamanya saat ini adalah pada pemulihan mental dan pertumbuhan putranya agar tidak ada dampak jangka panjang.



