Kecelakaan Lalu Lintas yang Melibatkan Anak di Bawah Umur Masih Tinggi di Lebong
Kasat Lantas Polres Lebong, Iptu Hendra Wijaya, mengungkapkan bahwa kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak di bawah umur masih tergolong tinggi di Kabupaten Lebong. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pihak kepolisian dan masyarakat setempat.
Faktor psikologis dan pengalaman berkendara memainkan peran penting dalam keselamatan di jalan raya. Anak-anak belum memiliki kematangan emosi dan kemampuan mengambil keputusan yang tepat dalam situasi darurat. Sehingga, mereka cenderung kurang mampu mengendalikan diri saat berkendara, bahkan berpotensi melakukan tindakan ugal-ugalan yang sangat berisiko.
Orang Tua Diminta Aktif Mengawasi Anak
Iptu Hendra Wijaya menekankan bahwa orang tua harus lebih aktif mengawasi aktivitas anak, termasuk dalam penggunaan kendaraan bermotor. Pihaknya meminta agar para orang tua tidak memberikan kendaraan kepada anak-anak yang belum cukup umur.
“Anak-anak belum layak secara psikologis untuk mengendarai kendaraan. Kontrol diri mereka belum cukup saat berada di jalan,” imbau Kasat Lantas.
Selain itu, ia juga mengingatkan seluruh masyarakat untuk selalu menggunakan kelengkapan berkendara seperti helm standar dan mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.
Kecelakaan Maut yang Menewaskan Pelajar
Salah satu kejadian tragis terjadi di Jalan Desa Lemeu Pit Kecamatan Lebong Sakti, tepatnya di depan SMA Negeri 3 Lebong pada Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Sebuah sepeda motor yang dikendarai seorang pelajar menabrak sebuah mobil, sehingga menyebabkan korban meninggal dunia.
Remaja bernama Rafael (13) warga Desa Muning Agung Kecamatan Lebong Sakti meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kondisi jalan di lokasi merupakan jalan raya yang sedikit menikung dari arah Muara Aman menuju Talang Leak. Permukaan jalan beraspal hotmix dalam kondisi datar, cuaca cerah, dan arus lalu lintas ramai karena berada di kawasan sekolah dan permukiman warga.
Saat kejadian, sepeda motor yang dikendarai korban melaju dari arah Muara Aman menuju Talang Leak. Saat melintas di tikungan depan SMA Negeri 3 Lebong, sepeda motor diduga melaju dengan kecepatan tinggi dan kehilangan kendali. Korban tidak sempat melakukan pengereman hingga akhirnya menabrak bagian depan mobil.
Penyelidikan Terus Dilakukan
Korban sempat dilarikan ke RSUD Lebong untuk mendapatkan penanganan medis, namun dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan untuk pengemudi dan penumpang mobil diduga tidak mengalami luka. Usai kejadian, pengemudi dan penumpang mobil dilaporkan meninggalkan lokasi.
Saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan Satlantas Polres Lebong. Pihak kepolisian telah menerima laporan, mendatangi dan melakukan olah TKP, mencatat identitas pihak yang terlibat, mencari serta mencatat saksi-saksi, dan mengamankan barang bukti.
Upaya Pencegahan Kecelakaan
Satlantas Polres Lebong akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi ke sekolah-sekolah guna menekan angka kecelakaan yang melibatkan anak di bawah umur. “Terus kita lakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk menekan angka terjadinya laka lantas,” tutup Kasat.



