Pembalap Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, masih merasa tidak puas dengan motor yang baru setelah mengikuti tes pramusim MotoGP 2026. Tahun ini menjadi momen penting bagi Yamaha karena mereka resmi menggunakan mesin V4 pada motor YZR-M1 secara penuh setelah lebih dari dua dekade menggunakan konfigurasi inline four. Namun, progres yang diraih selama tes pramusim masih belum memberikan kepercayaan bagi Quartararo.
Selama tes pramusim yang berlangsung di Sepang, Malaysia, pada 3-5 Februari lalu, Yamaha sempat menahan semua pembalapnya pada hari kedua akibat masalah pada mesin V4. Hal ini membuat Quartararo, yang telah memperkuat Yamaha dalam beberapa tahun terakhir, khawatir dengan situasi yang terjadi saat ini. Ia merasa bahwa motor buatan Iwata, Jepang, ini masih tertinggal jauh dari Ducati, yang mendominasi persaingan.
“Saya tidak bisa mengatakan bahwa saya percaya diri,” ujarnya. “Kita bisa melihat betapa kami mengalami kesulitan, kita bisa melihat bahwa catatan waktu putaran kami tidak terlalu bagus.”
Quartararo tetap fokus pada kemampuannya sendiri untuk bersaing. Ia mengatakan bahwa satu-satunya hal yang bisa dilakukan adalah memberikan yang terbaik dan mencoba berkendara di batas kemampuan. Meski demikian, ia masih belum sepenuhnya menguji motor Yamaha yang baru. Setelah tes Shakedown akhir Januari lalu di Sepang, ia hanya bertahan satu hari dalam tes pramusim di sirkuit yang sama.
Kecelakaan pada hari pertama tes pramusim di Sepang menyebabkan cedera patah tulang jari yang harus dioperasi. Dari impresi awalnya, Quartararo merasa ada sesuatu yang tidak enak. Ia menyadari bahwa para pesaingnya sangat cepat sejak hari pertama.
“Saya langsung mengerti di mana saya perlu berubah, di mana saya perlu beradaptasi secara berbeda,” katanya. “Saya juga berpikir V4 kami tidak sepenuhnya sama dengan yang lain.”
Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, terutama pada kemampuan berbelok, traksi, elektronik, cengkeraman, dan tenaga. “Jadi masih banyak hal yang perlu disesuaikan. Kami tahu di mana kita berada, kami tahu bahwa kita sangat jauh. Namun kami harus menerimanya dan bekerja keras adalah satu-satunya hal yang dapat kita lakukan,” tambahnya.
Hasil akhir tes pramusim di Sepang belum memberikan tanda baik bagi skuad Yamaha. Rekan setim Quartararo, Alex Rins, sebagai yang tercepat hanya menempati posisi ke-14 dengan catatan waktu putaran 1 menit 57,580 detik. Ia terpaut 1,1 detik dari waktu terbaik yang dibukukan oleh Alex Rins (BK8 Gresini Racing) yang mengendarai motor terbaru dari Ducati.
Duo Prima Pramac Yamaha, Jack Miller dan Toprak Razgatlioglu yang baru saja pindah dari World Superbike, tertahan di urutan bawah. Mereka berada di urutan ke-18 dan ke-19 dengan masing-masing menyentuh 1 menit 58,156 detik dan 1 menit 58,326 detik. Sama-sama menunggangi motor terbaru YZR-M1, mereka masih lebih pelan daripada Quartararo yang membukukan 1:57,869 sebelum pulang duluan setelah hari pertama tes.
Ironisnya, waktu putaran terbaik di tes Sepang milik Yamaha justru menurun dibandingkan saat masih menggunakan mesin 4 silinder segaris. Tahun lalu, Quartararo membawa Yamaha M1 menembus 1 menit 56 detik (1:56,724) saat tes pramusim dan 1 menit 57,195 detik untuk posisi ke-4 dalam kualifikasi GP Malaysia.



