Potensi Bisnis BYD yang Kembali Menghebohkan Pasar Otomotif Tiongkok
BYD kembali menarik perhatian pasar otomotif Tiongkok dengan peluncuran model terbaru mereka, BYD Song Ultra EV. Crossover listrik ukuran menengah ini telah menjadi sorotan utama setelah kabar mengenai harga jualnya muncul di berbagai media lokal.
Harga yang beredar sekarang jauh lebih rendah dari prediksi awal. Sebelumnya, mobil ini disebut akan dijual dalam kisaran 220.000 hingga 260.000 yuan. Namun, laporan terbaru menyebutkan bahwa harga yang ditawarkan adalah sekitar 180.000 yuan atau sekitar Rp438 juta. Angka ini setara dengan 26.050 dolar AS dan langsung memancing antusiasme publik.
Harga Direvisi, Target Penjualan 20 Ribu Unit per Bulan
Sejumlah sumber di Tiongkok sebelumnya memperkirakan harga Song Ultra EV berada di kisaran 220.000 – 260.000 yuan atau sekitar Rp535 juta sampai Rp633 juta. Namun, laporan dari salah satu media lokal menunjukkan angka yang lebih agresif. Koreksi harga ini muncul bersamaan dengan pernyataan dari Manajer Umum BYD Dynasty series.
Dalam pernyataannya, ia menargetkan penjualan lebih dari 20.000 unit setiap bulan untuk model terbaru ini. Strategi harga agresif ini kemungkinan besar merupakan langkah serius untuk mengejar volume pasar. Selain itu, Song Ultra EV juga diposisikan sebagai model terbesar di keluarga Song. Mobil ini dilengkapi dengan sistem bantuan mengemudi canggih “God’s Eye” B (DiPilot 300) dari BYD, sehingga memperkuat daya saingnya di segmen SUV listrik.
Dimensi Besar, Tetap Dua Baris Kursi
Secara ukuran, BYD Song Ultra EV tergolong bongsor. Dimensinya mencapai 4.850 mm panjang, 1.910 mm lebar, serta 1.670 mm tinggi. Sementara itu, jarak sumbu rodanya berada di angka 2.840 mm. Bobot kosongnya berada pada kisaran 1.990 hingga 2.050 kilogram.
Meski panjangnya sudah menembus 4,8 meter, SUV ini tetap mengusung dua baris kursi saja. Hal itu terjadi karena desain atap yang dibuat melandai, sehingga ruang kabin difokuskan pada kenyamanan penumpang baris utama.
Dari sisi tampilan, mobil ini terlihat modern dan tegas. Spatbor dibuat terpahat, gagang pintu tampil rata, lalu terdapat sensor LiDAR di bagian atap. Garis kap mesin pun dibuat miring untuk memberi kesan dinamis.
Tenaga 362 Hp, Jarak Tempuh Maksimal 710 Km
Masuk ke sektor performa, BYD Song Ultra EV mengandalkan satu motor listrik. Untuk varian dasar, tenaga puncaknya mencapai 240 kW atau setara 322 hp. Sementara itu, versi yang lebih tinggi menawarkan tenaga hingga 270 kW atau 362 hp. Performa tersebut tentu cukup untuk ukuran SUV keluarga listrik masa kini.
Soal sumber energi, mobil ini memakai baterai LFP buatan FinDreams, anak perusahaan BYD. Tersedia dua pilihan kapasitas, yaitu 75,6 kWh serta 82,7 kWh. Untuk jarak tempuh, varian pertama mampu menjangkau 620 km berdasarkan standar CLTC. Adapun versi baterai lebih besar sanggup melaju hingga 710 km. Kecepatan maksimalnya diklaim mencapai 210 km per jam.
Perkembangan Lini Song
Awalnya, lini Song hanya terdiri dari satu model di bawah merek BYD. Namun seiring waktu, keluarga ini berkembang menjadi beberapa varian crossover. Saat ini, jajaran Song mencakup Song Pro DM-i, Song L EV, serta Song L DM-i. Sementara itu, Song Plus yang dijual global sebagai Sealion 6 dan Seal U sudah tidak lagi dipasarkan di Tiongkok.
Melihat kombinasi harga yang lebih kompetitif, fitur canggih, serta jarak tempuh panjang, BYD Song Ultra EV jelas berpotensi menjadi penantang serius di pasar SUV listrik menengah.



