Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 16 April 2026
Trending
  • Tanda-Tanda ASI Mulai Keluar Saat Hamil
  • Impian bagi Pemain – Julio Baptista Mengenang Momen Piala Dunia saat Generasi Baru Selecao Bersiap
  • Menjelang Penghargaan Pemda Berprestasi, Kemendagri Validasi 26 Indikator Tenaga Kerja di Sorong
  • 4 Berita Terkini Sumbar: Tambang Emas Ilegal di Sijunjung Tewaskan Korban, Hari Pertama WFH ASN Pemprov
  • Istana: Indonesia Tak Tarik Pasukan TNI dari UNIFIL, Lanjut Evaluasi
  • Telkomsel jaga koneksi pelanggan selama Ramadan-Idulfitri 2026 tanpa gangguan
  • 7 Film Indonesia Adaptasi Kisah Nyata yang Mengharukan
  • Ini Dia! 6 Jenis Kloset untuk Kamar Mandi Modern
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Gerai Perhiasan Mewah Disegel Bea Cukai, Menkeu Purbaya: Tugasnya Bersihkan Korupsi
Hukum

Gerai Perhiasan Mewah Disegel Bea Cukai, Menkeu Purbaya: Tugasnya Bersihkan Korupsi

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover15 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penyegelan Gerai Perhiasan Mewah di Jakarta

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kantor Wilayah Jakarta melakukan penyegelan terhadap beberapa gerai perhiasan mewah Tiffany & Co di Jakarta. Tindakan ini dilakukan pada Rabu (11/2/2026), setelah dugaan adanya pelanggaran administrasi terkait barang impor bernilai tinggi yang diperdagangkan di butik-butik tersebut.

Penyegelan dilakukan di tiga lokasi, yaitu Plaza Senayan, Plaza Indonesia, dan Pacific Place. Aparat Bea Cukai tampak memasang segel pada area toko serta brankas penyimpanan barang. Tindakan ini merupakan bagian dari operasi pengawasan terhadap barang-barang high value goods atau barang bernilai tinggi yang masuk ke wilayah pabean Indonesia.

Kepala Seksi Penindakan DJBC Kanwil Jakarta, Siswo Kristyanto, menjelaskan bahwa penindakan tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menggali potensi penerimaan negara sekaligus memperkuat pengawasan kepabeanan. Menurut Siswo, saat ini petugas tengah melakukan kompilasi dan pencocokan data atas seluruh perhiasan yang disegel untuk memastikan apakah barang-barang tersebut telah tercantum dalam dokumen pemberitahuan impor barang serta telah memenuhi kewajiban pembayaran pungutan negara.

Jika ditemukan ketidaksesuaian, DJBC akan menempuh langkah sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Ia menegaskan, fokus penindakan kali ini lebih diarahkan pada sanksi administrasi guna mendorong kepatuhan pelaku usaha serta optimalisasi penerimaan negara.

Undang-Undang Kepabeanan dan Sanksi Administrasi

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan mengatur bahwa pelanggaran administrasi dapat dikenakan sanksi berupa denda hingga 1.000 persen dari nilai kepabeanan dan pajak dalam rangka impor. Besaran sanksi tersebut akan ditentukan setelah proses pemeriksaan dan verifikasi data selesai dilakukan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa penyegelan merupakan prosedur standar apabila terdapat indikasi pelanggaran aturan impor, termasuk kewajiban pelunasan bea masuk dan pajak impor. Ia memastikan pemerintah akan menindak tegas praktik impor ilegal.

Purbaya menilai langkah Bea Cukai tersebut mencerminkan profesionalitas aparat dalam menjaga penerimaan negara sekaligus menciptakan iklim persaingan usaha yang sehat. Menurut dia, pengawasan ketat terhadap barang impor diperlukan agar pasar domestik tidak dirugikan oleh praktik-praktik yang melanggar aturan.

Tanggapan DJBC dan Kemungkinan Pengembangan Kasus

DJBC meminta manajemen Tiffany & Co untuk memberikan penjelasan rinci terkait status pembayaran pungutan negara atas barang-barang impor yang disegel. Klarifikasi tersebut akan menjadi dasar penentuan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan pengenaan sanksi administrasi.

Siswo menyatakan, penindakan tidak tertutup kemungkinan diperluas apabila dalam pengembangan ditemukan indikasi serupa di lokasi lain. “Untuk saat ini tiga toko. Terkait berkembangnya ke depan dimungkinkan kita juga berkembang lagi. Tidak cuma satu outlet,” katanya.

Pentingnya Pengawasan Barang Impor Bernilai Tinggi

Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut merek perhiasan global dengan segmen pasar kelas atas. Namun pemerintah menegaskan bahwa penegakan aturan berlaku sama bagi seluruh pelaku usaha, tanpa memandang skala maupun reputasi merek.

Di tengah upaya pemerintah mengoptimalkan penerimaan negara dan menutup celah kebocoran fiskal, pengawasan terhadap barang impor bernilai tinggi menjadi salah satu fokus utama. Penyegelan gerai Tiffany & Co di Jakarta menjadi pesan bahwa kepatuhan administrasi kepabeanan bukan sekadar formalitas, melainkan kewajiban hukum yang harus dipenuhi oleh setiap impor.




Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

4 Berita Terkini Sumbar: Tambang Emas Ilegal di Sijunjung Tewaskan Korban, Hari Pertama WFH ASN Pemprov

16 April 2026

Pria Telantar Dihukum Karena Tidur di Garasi, Pemilik Memaafkannya

16 April 2026

Surya Darmadi Minta Pindah dari Nusakambangan

16 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Tanda-Tanda ASI Mulai Keluar Saat Hamil

16 April 2026

Impian bagi Pemain – Julio Baptista Mengenang Momen Piala Dunia saat Generasi Baru Selecao Bersiap

16 April 2026

Menjelang Penghargaan Pemda Berprestasi, Kemendagri Validasi 26 Indikator Tenaga Kerja di Sorong

16 April 2026

4 Berita Terkini Sumbar: Tambang Emas Ilegal di Sijunjung Tewaskan Korban, Hari Pertama WFH ASN Pemprov

16 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?