Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 15 Februari 2026
Trending
  • Nikel Filipina Siap Limpah di RI Setelah ESDM Kurangi Produksi
  • Kalimat Menyatakan Kebiasaan? Soal Bahasa Indonesia Kelas 2 SD Semester 2
  • Alex Marquez Akui Sudah Bahas Masa Depan di MotoGP dengan Marc Marquez
  • Mantan Staf Ida Fauziyah Terima Rp 10 Juta dari Tersangka RPTKA
  • Khofifah Disidang Tipikor, Minta Maaf ke Rakyat Jatim
  • Hansi Flick Marah Gol Barcelona Dianulir VAR Usai Kalah 4-0 dari Atletico
  • Prediksi Zodiak Capricorn, Aquarius, Pisces Hari Ini: Cinta, Karier, Kesehatan
  • Jadwal KM Labobar 12 Februari-6 Maret: Rute Baru dan Diskon Tiket Voyage 4,5
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Olahraga»Hansi Flick Marah Gol Barcelona Dianulir VAR Usai Kalah 4-0 dari Atletico
Olahraga

Hansi Flick Marah Gol Barcelona Dianulir VAR Usai Kalah 4-0 dari Atletico

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover15 Februari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Barcelona kembali pulang dari pertandingan leg pertama semifinal Copa del Rey dengan beban berat di pundak. Kekalahan 4-0 dari Atletico Madrid membuat langkah mereka untuk mempertahankan gelar terasa sangat sulit. Empat gol bukanlah defisit yang kecil, dan laga leg kedua di Spotify Camp Nou kini menjadi misi nyaris mustahil.

Namun, tidak hanya skor yang menjadi perhatian utama. Pelatih Barcelona, Hansi Flick, juga menyampaikan kekecewaannya terhadap keputusan VAR yang membatalkan gol Pau Cubarsi setelah pemeriksaan yang berlangsung selama delapan menit. Hal ini menunjukkan bahwa situasi di lapangan tidak hanya dipengaruhi oleh performa pemain, tetapi juga oleh aspek teknis seperti penggunaan VAR.

Babak Pertama yang Menghancurkan Barca

Menurut laporan dari Football Espana, dalam konferensi pers usai pertandingan, Flick tidak ragu mengakui bahwa timnya tampil jauh di bawah standar di babak pertama. Ia menyebut bahwa jarak antara Barcelona dan Atletico sangat besar.

“Kami tidak bermain bagus di babak pertama. Kami tidak bermain sebagai tim. Jarak antara mereka dan kami sangat besar. Kami tidak melakukan pressing,” ujarnya.

Flick juga mengatakan bahwa babak kedua sedikit lebih baik, meskipun masih ada dua babak lagi yang harus dihadapi. Ia menyatakan bahwa jika Barcelona bisa menang 2-0 di setiap babak, maka mereka akan membutuhkan dukungan penuh dari para penggemar di kandang.

Pada pertandingan tersebut, Barcelona terlihat kalah dalam hal intensitas dan organisasi permainan. Atletico tampil lebih agresif, lebih lapar, dan jauh lebih efektif dalam memanfaatkan ruang. Meski demikian, Flick menolak untuk menyudutkan para pemainnya.

“Saya tidak kecewa dengan tim. Saya senang dengan musim tim. Kami mengalami banyak cedera. Kekalahan juga bagian dari permainan. Itu kekalahan yang menyakitkan, tapi saya bangga dengan tim. Kita harus belajar dari kesalahan ini.”

Ia juga menambahkan bahwa Atletico lebih bersemangat dalam mencetak gol, dan itu adalah sesuatu yang ingin ia tiru. “Kami tidak melakukannya di 45 menit pertama. Tapi tim ini masih muda, dan saya tidak mencari alasan.”

VAR yang Semakin Mengacaukan

Namun suasana berubah ketika Flick ditanya tentang gol yang dianulir oleh VAR. Di sinilah emosinya benar-benar terlihat.

“Kami mulai dengan kartu kuning, tindakan pertama terhadap Balde adalah. Tentu. Akan berbeda jika dia menunjukkannya. Dengan tidak melakukannya, Anda membiarkan mereka bermain seperti ini. Ini kacau.”

Flick merasa bahwa waktu delapan menit untuk pemeriksaan satu keputusan offside di semifinal turnamen besar terasa berlebihan. Bagi pelatih asal Jerman itu, bukan hanya soal keputusan akhir, tetapi juga minimnya komunikasi yang membuat frustrasi.

Dalam laga yang sudah berat secara skor, momen seperti itu bisa menjadi titik balik. Dan ketika peluang tersebut hilang lewat keputusan yang dianggap meragukan, rasa kesal pun sulit dibendung.

Misi Berat di Leg Kedua

Barcelona kini harus mencetak setidaknya empat gol tanpa balas di leg kedua untuk memaksakan perpanjangan waktu. Tantangan besar, tapi Flick masih mencoba menjaga api optimisme tetap menyala.

Satu hal yang pasti: laga kedua nanti bukan hanya soal taktik, tapi juga soal harga diri.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Kecewa! Adnan/Indah Tak Ikut All England 2026, Tahu dari Media Sosial

15 Februari 2026

Manchester City Semakin Dekat! Declan Rice Minta Arsenal Tenang

15 Februari 2026

Arteta Buka Suara soal Pemanggilan Eze dan Odegaard saat Arsenal Imbang Lawan Brentford 1-1

15 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Nikel Filipina Siap Limpah di RI Setelah ESDM Kurangi Produksi

15 Februari 2026

Kalimat Menyatakan Kebiasaan? Soal Bahasa Indonesia Kelas 2 SD Semester 2

15 Februari 2026

Alex Marquez Akui Sudah Bahas Masa Depan di MotoGP dengan Marc Marquez

15 Februari 2026

Mantan Staf Ida Fauziyah Terima Rp 10 Juta dari Tersangka RPTKA

15 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?