Travel Fair Umrah 2026 di Bandara Kertajati: Langkah Strategis untuk Mendorong Jemaah Umrah
Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati kembali menjadi pusat perhatian dengan penyelenggaraan Travel Fair Umrah 2026 yang berlangsung pada 6–7 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan inisiatif dari InJourney Airports, pengelola bandara tersebut, dalam upaya memperkuat posisi BIJB sebagai titik keberangkatan umrah bagi masyarakat Jawa Barat, khususnya wilayah Ciayumajakuning.
Travel Fair Umrah 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran layanan umrah, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk meningkatkan partisipasi jemaah umrah dari daerah tersebut. Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat tidak lagi harus berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, karena bisa langsung terbang dari Kertajati.
Penerbangan Umrah Berjadwal Mulai Juli 2026
Executive General Manager BIJB Kertajati, Nuril Huda, menjelaskan bahwa Travel Fair Umrah 2026 akan menghadirkan pencarter pesawat yang telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan Garuda Indonesia. Hal ini bertujuan untuk melayani penerbangan umrah secara berjadwal.
“Insya Allah penerbangan umrah berjadwal akan dimulai setelah musim haji selesai, sekitar Juli 2026,” ujarnya saat ditemui di BIJB Kertajati.
Nuril menambahkan bahwa selama ini penerbangan umrah dari Kertajati masih bersifat insidental dan belum berlangsung penuh dalam satu musim. Namun, pada musim umrah 2026, penerbangan akan dilayani secara berkelanjutan selama satu musim penuh.
Pada tahap awal, penerbangan umrah direncanakan satu kali dalam sepekan, dengan jadwal dan harga paket yang akan diumumkan secara resmi dalam rangkaian Travel Fair agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan biro perjalanan.
Kerja Sama dengan PT Jaho Mulya Sundjaya
Sejalan dengan rencana tersebut, PT Jaho Mulya Sundjaya menyatakan kesiapan mengoperasikan penerbangan carter umrah dan haji dari BIJB Kertajati. Direktur Utama PT Jaho Mulya Sundjaya, Arifah Mulyani, mengatakan bahwa pihaknya akan melayani penerbangan carter umrah dengan rute Kertajati–Jeddah dan Kertajati–Madinah, yang ditujukan bagi jemaah dari Jawa Barat serta Jawa Tengah bagian barat.
Dalam operasionalnya, PT Jaho Mulya Sundjaya bekerja sama dengan Garuda Indonesia sebagai operator penerbangan. Penerbangan umrah direncanakan berlangsung selama dua musim, satu musim sekitar sepuluh bulan, dimulai setelah musim haji dan berakhir sebelum musim haji berikutnya.
Untuk tahap awal, penerbangan akan menggunakan pesawat Airbus A330 dengan kapasitas sekitar 330 penumpang, dengan frekuensi satu kali per pekan yang akan ditingkatkan seiring pertumbuhan permintaan dari masyarakat dan biro perjalanan.
Komitmen InJourney Airports untuk Menghidupkan Kembali Aktivitas Penerbangan
Nuril Huda menambahkan bahwa pengembangan penerbangan umrah merupakan bagian dari komitmen InJourney Airports untuk menghidupkan kembali aktivitas penerbangan di BIJB Kertajati. Meski saat ini trafik masih terbatas, upaya pemulihan terus dilakukan secara bertahap.
“Kami berkomitmen meramaikan Bandara Kertajati. Selain umrah, pada musim haji mendatang BIJB juga akan melayani 40 kloter penerbangan haji yang diberangkatkan dari Asrama Haji Indramayu,” ujarnya.
Ia menilai potensi penerbangan umrah dari BIJB Kertajati sangat besar, mengingat Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk muslim dan jemaah umrah terbesar di Indonesia.
Ke depan, InJourney Airports Berharap Penerbangan Umrah dari Kertajati Bisa Berlangsung Berkelanjutan
InJourney Airports berharap penerbangan umrah dari Kertajati dapat berlangsung berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak maskapai. Melalui Travel Fair Umrah 2026 ini, pengelola bandara juga mengundang sekitar 190 travel agent dari seluruh Jawa Barat untuk menjalin kerja sama dengan pencarter pesawat.
Kegiatan ini diharapkan memudahkan biro perjalanan dalam menyusun paket umrah karena kepastian jadwal dan harga penerbangan telah tersedia sejak awal.



