Program GENsi: Membangun Literasi Digital dan Kesiapan AI di Palembang
Di tengah percepatan adopsi kecerdasan buatan (AI) di berbagai sektor, tantangan terbesar Indonesia bukan lagi semata soal akses teknologi, melainkan kesiapan talenta dan literasi digital yang merata. Untuk menjawab tantangan ini, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) bekerja sama dengan Nokia menghadirkan program GENsi (Generasi Digital dan AI) di Universitas Sriwijaya (UNSRI) Palembang.
Program ini merupakan bagian dari upaya memperkuat literasi digital, keamanan siber, dan kesiapan talenta AI di tingkat daerah. Tujuan utamanya adalah menciptakan penggerak literasi digital di komunitas lokal melalui intervensi ekosistem pembelajaran berkelanjutan. Dengan pendekatan hybrid, program ini menggabungkan pelatihan tatap muka berbasis kampus dan pembelajaran mandiri melalui platform Learning Management System (LMS).
GENsi menargetkan 10.000 penerima manfaat dari berbagai daerah di Indonesia. Di Palembang, sekitar 150 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti peningkatan kapasitas ini. Kota Palembang dipilih sebagai salah satu dari dua lokasi utama implementasi program, selain Tarakan, Kalimantan Utara. Hal ini sebagai bagian dari komitmen untuk memastikan penguatan literasi AI tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau wilayah dengan potensi talenta lokal yang besar.
Materi pelatihan dalam program ini mencakup berbagai aspek penting di era digital, mulai dari literasi digital dasar, keamanan siber, hingga pengenalan AI agents. Peserta juga dibekali dengan pemahaman mengenai etika penggunaan AI agar mampu menavigasi dunia digital secara aman, bertanggung jawab, dan bijak. Fokus utama dari sesi ini adalah memberikan kemampuan praktis yang dapat langsung diimplementasikan dalam konteks sehari-hari.
Salah satu sesi yang paling diminati adalah praktik pemanfaatan AI melalui pendekatan low/no-code, yang memungkinkan peserta tanpa latar belakang pemrograman untuk tetap mampu membangun solusi digital. Melalui pendekatan ini, peserta dilatih untuk menciptakan chatbot, aplikasi percakapan berbasis AI, sederhana yang dapat digunakan untuk menjawab kebutuhan dan tantangan di komunitas sekitar mereka.
Program GENsi juga mengedepankan model keberlanjutan melalui pendekatan multiplier effect, di mana 20 peserta terpilih akan dipersiapkan menjadi GENsi Digital Trainers. Para trainer ini akan berperan sebagai penggerak yang membagikan kembali pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada rekan-rekan di lingkungan kampus dan komunitasnya masing-masing. Sehingga dampak peningkatan literasi digital dapat meluas secara berkelanjutan dan mandiri.
Keberhasilan inisiatif ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor. Indosat memimpin program ini dengan dukungan penuh dari Nokia sebagai mitra strategis yang membawa perspektif industri teknologi global. Hendri Widjaja, NOKIA Indonesia ESG Principle, mengungkapkan bahwa program ini sejalan dengan salah satu pilar utama Nokia ESG Global Program: Bridging Digital Divide, yang berfokus pada upaya menjembatani kesenjangan akses dan kemampuan digital. Sehingga pemuda pemudi Indonesia dapat berpartisipasi penuh dalam transformasi teknologi terkini.
Selain itu, BPPTIK Komdigi turut terlibat sebagai mitra pemerintah untuk memastikan program selaras dengan agenda literasi digital nasional, serta Kumpul sebagai mitra pelaksana desain pembelajaran. Hamdani Pratama, Kepala BPPTIK Kementerian Komunikasi dan Digital, mengapresiasi kerjasama penta-helix yang diwujudkan antara Pemerintah, Swasta, Perguruan Tinggi, media dan masyarakat untuk peningkatan daya saing masyarakat di bidang digital.
Melalui kerjasama seluruh pihak dalam program pelatihan ini, dia berharap talenta-talenta digital, khususnya di Palembang, mendapatkan materi pelatihan yang berstandar internasional. “Tentunya mampu berinovasi dengan memanfaatkan AI untuk menghadapi tantangan digital saat ini,” kata Hamdani.
Dengan kehadiran GENsi di Universitas Sriwijaya, diharapkan lahir gelombang baru talenta dan inovator muda dari Sumatra Selatan yang tidak hanya melek teknologi. Tetapi juga siap berkontribusi aktif dalam pengembangan ekonomi digital Indonesia. Indosat akan terus menghadirkan konektivitas dan inisiatif pemberdayaan sebagai bagian dari komitmen membangun masa depan digital Indonesia yang lebih inklusif dan berkelanjutan.


