Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 10 Februari 2026
Trending
  • Pertama di RI, portal hadirkan pengalaman sinematik imersif, ini harganya
  • Harga tiket HeHa Forest, wisata unik di Sleman Jogja
  • Itinerary Kota Tua Padang, Spot Estetik untuk Healing Sore Hari
  • Harga Tiket dan Jam Buka Hawai Waterpark, Promo Februari 2026
  • Itinerary Pulau Doom Sorong 1 Hari, Hanya Rp 230 Ribu untuk Liburan Berdua
  • 4 rekomendasi wisata dekat Bandara Adi Soemarmo, ada museum instagenik
  • Promo Ancol Valentine 2026, Tiket Mulai Rp150 Ribu, Ini Syaratnya
  • Tiga Tempat Makan Lezat di Pekanbaru, Strategis Dekat Pusat Kota
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»Komdigi Minta Operator Seluler Tambah Fitur Antispam dan Antiscam
Teknologi

Komdigi Minta Operator Seluler Tambah Fitur Antispam dan Antiscam

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover10 Februari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kementerian Komunikasi dan Digital Dorong Operator Seluler Perkuat Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengajak seluruh operator seluler di Indonesia untuk menyediakan fitur anti-spam dan anti-scam. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyampaikan apresiasi terhadap operator yang telah lebih dulu meluncurkan fitur tersebut, seperti Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pencegahan spam dan scam.

“Kami juga mendorong agar semua opsel yang lain mengikuti inisiatif seperti ini. Dan kalau bisa kolaborasi lebih erat untuk semua opsel di Indonesia bisa lebih aktif untuk mencegah spam dan scam ini,” ujar Nezar dalam Media Update Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam di Kantor Indosat, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Nezar mencontohkan beberapa fitur yang telah dimiliki operator, seperti fitur SatSpam di IM3, Tri AI di Tri, serta fitur serupa di Telkomsel. Ia berharap operator lain, termasuk XLSMART, segera menghadirkan kemampuan yang sama sehingga pencegahan spam dan scam bisa dilakukan sejak dari hulu.

Fitur anti-spam dan anti-scam Indosat juga terintegrasi dengan platform over the top (OTT) seperti WhatsApp, mengingat banyak komunikasi masyarakat berlangsung melalui kanal tersebut yang kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan.

“Jadi kita terus berkomunikasi, berkolaborasi dengan stakeholder di jaringan telekomunikasi kita untuk mencegah kejahatan-kejahatan siber ini,” tambahnya.

Selain mendorong penguatan fitur di sisi operator, Nezar menjelaskan bahwa Komdigi juga menyiapkan langkah pencegahan melalui kebijakan registrasi kartu SIM berbasis biometrik. Kebijakan ini ditujukan untuk memperketat validasi identitas pengguna dan menekan praktik pembuatan akun palsu yang kerap digunakan untuk melakukan spam dan scam.

Nezar menilai kemudahan registrasi SIM saat ini memungkinkan pelaku membuat banyak akun palsu. Ketika satu nomor diblokir, pelaku dapat dengan mudah membeli kartu baru dan mengulangi aksinya.

“Jadi kami coba cegah dan kami coba identifikasi masalahnya dimana, lalu salah satunya adalah melakukan registrasi yang lebih valid,” ujarnya.

Dia menambahkan, pendekatan ini sejalan dengan prinsip know your customer (KYC) di sisi korporasi, di mana data dan identitas pengguna dapat divalidasi dengan lebih akurat. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam menggunakan layanan digital, termasuk untuk transaksi keuangan dan aktivitas lainnya.

“Jadi ini upaya Komdigi bersama-sama dengan stakeholder lain untuk membangun ruang aman di jaga digital kita,” tegas Nezar.

Inovasi Teknologi dari Telkomsel

Sebelumnya, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) meluncurkan sistem anti-scam bernama Sistem Cegah Scam Keliling (Siscamling). Telkomsel mencatat sekitar 1,4 miliar percobaan penipuan (scam) terjadi di Indonesia setiap tahun dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menjelaskan bahwa perusahaan mengadopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk memperkuat sistem anti-scam. “Salah satunya kami pakai [AI] untuk anti scamming. Insya Allah punya kami lebih baik dari yang sudah ada namanya Siscamling, Sistem Cegah Scam Keliling,” kata Nugroho.

Siscamling mengusung pendekatan deteksi yang proaktif dan adaptif. Model AI dalam sistem ini dilatih secara berkelanjutan menggunakan mahadata telekomunikasi anonim, divalidasi lintas unit internal, terintegrasi dengan mahadata global, serta dilengkapi analisis riwayat panggilan. Pendekatan ini memungkinkan identifikasi pola penipuan yang terus berkembang.

Pencegahan dilakukan langsung di tingkat jaringan sehingga perlindungan berjalan otomatis tanpa memerlukan aplikasi tambahan. Sistem ini memberikan notifikasi risiko secara real time pada panggilan atau SMS yang terindikasi scam atau spam, sehingga pelanggan dapat mengambil keputusan dengan lebih aman.

Siscamling juga dirancang dengan prinsip privacy-by-design dengan tetap mematuhi standar perlindungan data pelanggan dan regulasi yang berlaku. Pengaturan preferensi serta ringkasan aktivitas perlindungan dapat dikelola melalui mini-app Siscamling di aplikasi MyTelkomsel.

Siscamling akan diaktifkan secara bertahap mulai 15 Desember 2025 untuk pelanggan Simpati dan Telkomsel Halo, dengan target menjangkau seluruh pelanggan Telkomsel pada awal 2026.

Persiapan XLSMART dalam Menghadapi Ancaman Scam

Sementara itu, Head of External Communications XLSMART, Henry Wijayanto, mengatakan bahwa XLSMART telah menerapkan teknologi anti-scam sejak beberapa waktu terakhir. Sistem tersebut mampu mengidentifikasi pola panggilan mencurigakan secara otomatis, termasuk yang berpotensi dilakukan melalui spoofing dan masking number.

Namun, Henry mengakui ancaman scam terus berkembang sehingga algoritma dan model AI perlu diperbarui secara berkala. Selain itu, diperlukan koordinasi lintas operator dan regulator agar data anomali dapat ditangani secara konsisten tanpa mengganggu pengalaman pelanggan yang sah.

“Namun pada prinsipnya, logika dan alur deteksi yang kami terapkan saat ini sudah berbasis machine learning dan AI, dan kami terus melakukan peningkatan agar sistem ini semakin adaptif dan andal,” ujarnya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

50 Contoh Keterampilan untuk CV Lamaran Kerja, Arti Keterampilan, dan Arti Curriculum Vitae

10 Februari 2026

Dulu Industri, Kini SDM: Memecah Kebuntuan Teknologi Indonesia

10 Februari 2026

50 Contoh Keterampilan Teknis dalam CV Lamaran Kerja, Arti Hard Skill, dan Arti Curriculum Vitae

10 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Pertama di RI, portal hadirkan pengalaman sinematik imersif, ini harganya

10 Februari 2026

Harga tiket HeHa Forest, wisata unik di Sleman Jogja

10 Februari 2026

Itinerary Kota Tua Padang, Spot Estetik untuk Healing Sore Hari

10 Februari 2026

Harga Tiket dan Jam Buka Hawai Waterpark, Promo Februari 2026

10 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?