Empat Atlet Cricket Putri NTT Tampil di Tingkat Nasional dan Internasional
Empat atlet cricket putri asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil memperkuat Tim Nasional (Timnas) Indonesia setelah lolos seleksi yang dipantau langsung oleh pelatih asal Pakistan, Akash Fernandez. Keempat atlet tersebut kini sedang menjalani pemusatan latihan di Bali sebelum mengikuti dua kejuaraan dunia pada tahun ini.
Sebelumnya, mereka telah menjalani proses seleksi yang berlangsung di Kota Kupang. Proses ini dilakukan setelah PCI NTT menerima surat pemberitahuan dari PCI Pusat untuk menyiapkan atlet yang akan diseleksi. Dalam proses tersebut, PCI NTT mengajukan delapan nama atlet, namun hanya empat yang berhasil terpilih.
Ketua Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Provinsi NTT, Dr. Inche DP Sayuna, menyampaikan bahwa keempat atlet tersebut telah diberangkatkan ke Denpasar, Bali, untuk mengikuti latihan bersama atlet lainnya sebelum menghadapi kompetisi internasional. Ia berharap para atlet dapat tampil maksimal dan membawa nama NTT dalam ajang-ajang bergengsi.
Empat atlet yang terpilih adalah Stevania Enjelita Dira, Elisabet Djara, Clarisye Amelinda Bilistolen, dan Seli Nge Leba. Meski olahraga cricket masih kurang diminati di NTT, Inche Sayuna tetap optimis dengan potensi yang dimiliki oleh atlet-atlet muda daerah tersebut.
Pembangunan Lapangan Cricket Bertaraf Internasional
Untuk mendukung pengembangan olahraga cricket di NTT, PCI NTT sedang membangun lapangan bertaraf internasional seluas 6 hektar di Kabupaten Kupang. Pembangunan ini dilakukan melalui kerja sama dengan Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang. Setelah selesai, UKAW akan membuka program studi khusus untuk cabang olahraga cricket.
Lapangan ini menjadi bagian dari persiapan NTT menyambut PON 2028. Seluruh proses pembangunan menggunakan anggaran mandiri serta dukungan dari pihak lain. Saat ini, satu lapangan telah mencapai 80% pengerjaan. Proses penelitian tanah, pasir, dan rumput dilakukan di laboratorium untuk memastikan standar internasional.
Inche Sayuna juga menyebut bahwa pihaknya sedang berkomunikasi dengan sejumlah pendonor dana dari Australia. Rencananya, ia akan berangkat ke Negeri Kanguru untuk mempresentasikan proposal pembangunan lapangan tersebut. Selain itu, PCI NTT juga mengirimkan proposal ke Dewan Cricket Dunia untuk bantuan penyelesaian proyek ini.
Kejuaraan Internasional dan Pariwisata
Tahun ini, PCI NTT akan menggelar kejuaraan cricket internasional yang melibatkan tim dari Timor Leste dan Australia. Selain itu, PCI NTT juga membuka semi open turnamen yang melibatkan sejumlah provinsi di Indonesia.
Sebelumnya, PCI NTT menerima kunjungan tim cricket dari Timor Leste. Mereka melakukan try out di NTT dan bermain melawan dua tim lokal. Untuk kegiatan tersebut, PCI NTT menggunakan lapangan sementara karena lapangan utama sedang dalam pengerjaan.
Inche Sayuna menegaskan bahwa saat ini hanya ada dua lapangan cricket bertaraf internasional di Indonesia, yaitu di Bali dan NTT. Lapangan ini dirancang agar bisa digunakan sebagai sarana pariwisata. PCI NTT memiliki dua unit kapal yang bisa digunakan untuk wisata setelah berolahraga.
Peluang Pasar dan Keterlibatan Masyarakat
Program yang dirancang oleh PCI NTT tidak hanya fokus pada olahraga, tetapi juga melihat peluang pasar. Orang-orang dari berbagai negara yang datang untuk bermain cricket akan diperkenalkan dengan beberapa spot wisata di NTT.
Selain itu, masyarakat NTT juga turut berpartisipasi dalam pembangunan lapangan. Atlet, pengurus, pelatih, dan simpatisan menjadi pemodal dalam proyek ini. Inche Sayuna berharap, dengan adanya lapangan bertaraf internasional, NTT dapat semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.



