Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 9 Februari 2026
Trending
  • BCA tingkatkan UMKM dan desa binaan melalui BCA Expoversary 2026
  • Cakra Buana (CBRE) Siap Ekspansi ke Sektor Offshore
  • Ramalan Zodiak Taurus Lengkap Besok Senin 9 Februari 2026: Finansial, Karir, Kesehatan, dan Cinta
  • Menteri Keuangan Purbaya Lantik 43 Pejabat Pajak dan Anggaran
  • Menteri Keuangan Purbaya Lantik 40 Pejabat Pajak dan 3 Dirjen Anggaran
  • Menteri Keuangan Purbaya Lantik 40 Pejabat Pajak dan 3 Direktorat Anggaran
  • Proyek Hilirisasi Danantara Dorong Efek Pengganda pada Emiten, Siapa Saja?
  • Ekspedisi Maluku Barat Daya Temukan Habitat Dugong Terbesar di Asia Tenggara
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Moody’s Ubah Outlook Tujuh Perusahaan, Outlook Indonesia Negatif
Ekonomi

Moody’s Ubah Outlook Tujuh Perusahaan, Outlook Indonesia Negatif

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover9 Februari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perubahan Outlook Moody’s terhadap Tujuh Perusahaan di Indonesia

Moody’s Ratings baru-baru ini mengubah outlook dari stabil menjadi negatif terhadap tujuh perusahaan non-keuangan di Indonesia. Perubahan ini dilakukan setelah penegasan peringkat penerbit Pemerintah Indonesia di level Baa2 dan perubahan outlook pemerintah menjadi negatif pada 5 Februari 2026.

Moody’s menyatakan bahwa peringkat kredit ketujuh perusahaan tersebut, termasuk Baseline Credit Assessment (BCA) untuk lima badan usaha milik negara (BUMN), tetap dipertahankan. Namun, perubahan outlook mencerminkan meningkatnya risiko yang berasal dari kondisi kredit pemerintah sebagai sovereign.

Tujuh perusahaan yang terdampak terdiri atas lima government-related issuers (GRI) yang mayoritas sahamnya dimiliki pemerintah—dua di antaranya memiliki peringkat satu tingkat di atas sovereign dan tiga setara sovereign serta dua perusahaan swasta yang peringkatnya setara dengan sovereign Indonesia.

Moody’s menilai bahwa perubahan outlook ini terutama mencerminkan outlook negatif pada peringkat sovereign Indonesia. Hal tersebut didorong oleh meningkatnya risiko terhadap kredibilitas kebijakan, yang tercermin dari berkurangnya prediktabilitas dan koherensi proses perumusan kebijakan serta komunikasi kebijakan yang dinilai kurang efektif dalam setahun terakhir.

Jika kondisi ini berlanjut, Moody’s menilai kredibilitas kebijakan Indonesia yang selama ini mendukung pertumbuhan ekonomi dan stabilitas makro, fiskal, serta keuangan dapat tergerus. Meski demikian, penegasan peringkat Baa2 pemerintah didukung oleh ketahanan ekonomi Indonesia, sumber daya alam yang kuat, serta faktor demografi yang mendukung pertumbuhan PDB yang stabil.

Dalam kerangka joint default analysis (JDA), kualitas kredit pemerintah menjadi faktor utama dalam penilaian GRI. Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan dalam daftar terdampak sensitif terhadap potensi penurunan kualitas kredit pemerintah.

Daftar Perusahaan Terdampak

  1. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM)

    Peringkat Baa1 Telkom mencerminkan kualitas kredit berdiri sendiri (baa1 BCA), posisi kuat sebagai operator telekomunikasi terintegrasi terbesar di Indonesia, metrik kredit yang solid, dan likuiditas yang sangat baik. Moody’s juga memperhitungkan ketergantungan tinggi serta dukungan moderat dari pemerintah, meski tidak menghasilkan peningkatan peringkat tambahan karena Telkom sudah berada satu tingkat di atas sovereign.

  2. PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel)

    Telkomsel juga memiliki peringkat Baa1, mencerminkan posisi dominan sebagai operator seluler terbesar di Indonesia, profil operasional dan keuangan yang kuat, serta leverage rendah sekitar 1,0x. Namun, peringkat ini mempertimbangkan belanja modal yang besar dan distribusi dividen kepada pemegang saham yang menekan arus kas bebas.

  3. PT Pertamina

    Peringkat Baa2 Pertamina didukung oleh baa3 BCA dan peningkatan satu tingkat dari pemerintah karena probabilitas dukungan luar biasa yang sangat tinggi. Kekuatan Pertamina berasal dari operasi migas terintegrasi dan penguasaan signifikan di sektor hilir, namun diimbangi oleh risiko regulasi dan tantangan eksekusi atas rencana investasi besar.

  4. PT Pertamina Hulu Energi (PHE)

    PHE memiliki peringkat Baa2 yang mencerminkan baa2 BCA, posisi strategis sebagai lengan hulu Pertamina, integrasi grup yang kuat, serta metrik keuangan dan likuiditas yang solid. Namun, peringkat ini dibatasi pada level sovereign karena ketergantungan hampir penuh pada pasar domestik.

  5. PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID)

    Peringkat Baa2 MIND ID menggabungkan ba1 BCA dan peningkatan dua tingkat berkat ekspektasi dukungan pemerintah yang tinggi. Diversifikasi komoditas, operasi berbiaya rendah, serta dividen dari anak usaha—termasuk PT Freeport Indonesia—menjadi kekuatan utama, meski diimbangi oleh risiko harga komoditas dan proyek ekspansi besar.

  6. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)

    Peringkat Baa2 mencerminkan posisi dominan ICBP di pasar mi instan domestik, ekspansi internasional yang meningkatkan diversifikasi geografis, integrasi kuat dengan Grup Indofood, arus kas bebas yang solid, serta kebijakan keuangan konservatif.

  7. PT United Tractors Tbk (UNTR)

    Peringkat Baa2 UT didukung oleh profil keuangan konservatif, posisi terdepan di sektor alat berat dan jasa pertambangan, likuiditas sangat baik, serta kemungkinan dukungan tinggi dari induknya, PT Astra International Tbk. Faktor penyeimbangnya adalah paparan terhadap siklus industri dan risiko diversifikasi bisnis.

Prediksi Moody’s terhadap Peringkat

Dengan outlook negatif, Moody’s tidak memperkirakan adanya peningkatan peringkat dalam waktu dekat. Outlook dapat kembali stabil apabila outlook sovereign Indonesia kembali stabil dan kualitas kredit perusahaan tetap terjaga.

Sebaliknya, penurunan peringkat dapat terjadi jika peringkat sovereign Indonesia diturunkan, dukungan pemerintah melemah, atau kondisi keuangan perusahaan memburuk secara signifikan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

BCA tingkatkan UMKM dan desa binaan melalui BCA Expoversary 2026

9 Februari 2026

Cakra Buana (CBRE) Siap Ekspansi ke Sektor Offshore

9 Februari 2026

Ramalan Zodiak Taurus Lengkap Besok Senin 9 Februari 2026: Finansial, Karir, Kesehatan, dan Cinta

9 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

BCA tingkatkan UMKM dan desa binaan melalui BCA Expoversary 2026

9 Februari 2026

Cakra Buana (CBRE) Siap Ekspansi ke Sektor Offshore

9 Februari 2026

Ramalan Zodiak Taurus Lengkap Besok Senin 9 Februari 2026: Finansial, Karir, Kesehatan, dan Cinta

9 Februari 2026

Menteri Keuangan Purbaya Lantik 43 Pejabat Pajak dan Anggaran

9 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?