Peran Kebaya dalam Diplomasi Budaya Indonesia di Eropa
Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Eropa menegaskan komitmennya dalam menjaga kebaya sebagai simbol identitas budaya nasional yang memiliki daya saing global. Hal ini disampaikan oleh Ketua PBI Eropa, Christiana D. Streiff, yang menyatakan bahwa kebaya bukan hanya busana tradisional, tetapi juga menjadi simbol jati diri perempuan Indonesia yang kaya akan nilai sejarah, keanggunan, dan keteguhan karakter.
Christiana menekankan bahwa PBI Eropa terus berupaya memperkenalkan kebaya dalam berbagai ruang diplomasi budaya internasional. Tujuannya adalah untuk memperkuat posisi kebaya sebagai identitas budaya nasional yang memiliki kelas global. Pernyataan ini disampaikan dalam rilis resmi yang diterima oleh media pada Rabu (4/2/2026).
Duta Besar Republik Indonesia untuk Italia, Prof. Dr. Junimart Girsang, juga memberikan dukungan terhadap upaya ini. Menurutnya, kebaya memiliki makna strategis dalam diplomasi budaya Indonesia. Ia menggambarkan kebaya sebagai narasi hidup tentang perempuan Indonesia yang mampu beradaptasi dengan zaman tanpa kehilangan akar tradisinya.
“Bagi bangsa Indonesia, kebaya bukan hanya busana, melainkan identitas, sejarah, dan kisah tentang keanggunan yang berpadu dengan keteguhan,” ujar Dubes Junimart.
Sementara itu, Atie Nitiasmoro, penggiat kampanye berkebaya, menuturkan bahwa gerakan mengenakan kebaya merupakan upaya untuk mengembalikan identitas bangsa sekaligus menanamkan nilai nasionalisme dan patriotisme, khususnya di tengah derasnya arus modernisasi global.
Kegiatan “Kebaya Night” di Treviso, Italia
PBI Eropa saat ini menaungi perwakilan dari 23 negara di kawasan Eropa. Organisasi ini aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan diplomatik, pelaku industri kreatif, serta komunitas diaspora Indonesia.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, PBI Eropa baru saja menggelar acara tahunan bertajuk “Kebaya Night” yang dihadiri sekitar 50 tamu undangan dari berbagai latar belakang, mulai dari perwakilan diplomatik, pelaku bisnis mode, hingga masyarakat diaspora Indonesia di Eropa.
Acara tersebut mendapat dukungan dari KBRI Roma, istri pendamping Duta Besar KBRI Vatikan, para penggiat budaya, serta mitra bisnis dari Indonesia dan Italia. Sejumlah negara turut terwakili dalam kegiatan ini, antara lain Belanda, Prancis, Swiss, Italia, Norwegia, Spanyol, Republik Irlandia dan Irlandia Utara, Skotlandia, hingga Vatikan.
Rangkaian kegiatan meliputi:
- Peragaan busana kebaya
- Pertunjukan seni
- Pameran mini kain tradisional Indonesia
- Dialog budaya
- Jamuan makan malam yang menjadi ruang jejaring antar pelaku bisnis lokal dan internasional
Lokasi dan Makna Acara
Kegiatan “Kebaya Night” diselenggarakan pada 2 Februari 2026 di Feria Restaurant, sebuah restoran yang terdaftar dalam Michelin Guide di Kota Treviso, Italia. Acara ini juga menjadi bagian dari perayaan Hari Kebaya Nasional dan tindak lanjut kunjungan PBI Eropa ke UNESCO pada Februari 2025.



