Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 13 April 2026
Trending
  • Nasib Terdakwa Pembunuhan Siswa SMP di Sragen Tetap Sekolah
  • Prediksi Skor Arsenal vs Bournemouth: Gunners Incar Kemenangan Beruntun, Cherries Sulit Dikalahkan
  • Soal Tiket Haji, Wamenhaj Ungkap Biaya: Semua Ditanggung Jamaah
  • Fakta Rumah di Pati Dihancurkan Alat Berat Usai Bercerai
  • Hotel Meru Sanur InJourney meraih penghargaan Best New Hotel Indonesia 2026
  • Inovasi Dyson: Robot Vacuum AI Hadir di Indonesia
  • Hyundai Creta Prime vs Alpha: Fitur Canggih Mana yang Lebih Unggul?
  • 5 Pelajaran Hidup dari Film ‘Ayah, Ini Arahnya Ke Mana?’
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Studi: Lumut Ini Bisa Hidup di Mars
Ragam

Studi: Lumut Ini Bisa Hidup di Mars

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover31 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Lumut: Tanaman Pionir untuk Kolonisasi Mars

Lumut, yang termasuk dalam kelompok bryophytes seperti lumut dan lumut hati, merupakan salah satu tanaman paling hebat di Bumi. Mereka memiliki kemampuan luar biasa untuk mengubah batuan tandus menjadi tanah subur. Baru-baru ini, ilmuwan menemukan bahwa tanaman ini bisa melakukan hal serupa di permukaan Mars. Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal The Innovation pada Juli 2024 menunjukkan potensi besar dari spesies-spesies ini dalam membangun ekosistem di planet merah.

Sejarah Adaptasi Ekstrem

Dalam penelitian yang dipimpin oleh ahli ekologi Xiaoshuang Li dan rekan-rekannya di Chinese Academy of Sciences, bryophytes diidentifikasi sebagai kandidat potensial untuk bertahan hidup di Mars. Dulu, permukaan Bumi sangat tidak ramah bagi kehidupan, tetapi bryophytes mampu bertahan di laut dan lingkungan lembab. Kemampuan mereka untuk mengolah nutrisi dari batuan membuat mereka bisa bertahan di kondisi ekstrem. Selain itu, bryophytes juga membantu menciptakan tanah yang memungkinkan bentuk kehidupan lain berkembang.

Spesies Syntrichia caninervis

Salah satu spesies bryophytes yang menonjol dalam penelitian ini adalah Syntrichia caninervis. Tanaman ini dapat ditemukan di gurun China dan Amerika Serikat, serta pegunungan es di Pamir, Tibet, Timur Tengah, Antartika, dan wilayah sirkumpolar. Menurut studi tersebut, S. caninervis mampu bertahan dalam suhu ekstrem, mulai dari -40 °C hingga 65 °C. Mereka juga bisa bertahan di kelembaban relatif yang sangat rendah, yaitu 1,4 persen.

Uji Ketahanan di Laboratorium

Untuk menguji ketahanan S. caninervis, Li dan timnya melakukan serangkaian eksperimen di laboratorium. Mereka menguji respon tanaman ini terhadap dehidrasi ekstrem, pembekuan berkepanjangan, radiasi, dan kondisi mirip Mars di Planetary Atmospheres Simulation Facility (PASF). Hasilnya menunjukkan bahwa S. caninervis mampu bertahan dan pulih dari kondisi-kondisi ekstrem tersebut.

Respons Terhadap Dehidrasi dan Suhu Ekstrem

Dehidrasi ternyata bukan masalah besar bagi S. caninervis. Tanaman ini juga mampu bertahan dalam kondisi pembekuan yang ekstrem. Semua tanaman yang dibekukan mampu tumbuh kembali setelah dicairkan. Tanaman yang mengalami dehidrasi sebelum dibekukan pulih lebih cepat dibandingkan dengan yang tidak mengalami dehidrasi. Ini menjadi bukti resiliensi dari spesies bryophytes ini.

Toleransi Terhadap Radiasi Tinggi

Selain bertahan dengan suhu ekstrem, S. caninervis menunjukkan ketahanan luar biasa terhadap radiasi. Pada tingkat radiasi 50 Gy yang mematikan bagi manusia, tanaman ini tidak menunjukkan masalah. Bahkan pada tingkat radiasi 500 Gy, pertumbuhannya tampak semakin cepat. Hal ini menunjukkan bahwa tanaman ini memiliki mekanisme perlindungan yang kuat terhadap radiasi.

Simulasi Kondisi Mars

Dalam simulasi kondisi Mars, tanaman S. caninervis diuji pada tekanan sekitar 650 pascal, suhu malam -60 °C dan suhu siang 20 °C. Kondisi tersebut ditambah dengan komposisi gas atmosfer dan tingkat radiasi ultraviolet yang mirip dengan Mars. Tanaman yang mengalami dehidrasi dan kemudian terkena kondisi mirip Mars mampu pulih sepenuhnya setelah 30 hari. Rekan-rekannya yang terhidrasi membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk pulih, tetapi tetap berhasil bertahan.

Penelitian yang dilakukan oleh Xiaoshuang Li dan timnya menunjukkan potensi besar S. caninervis sebagai tanaman pionir untuk kolonisasi Mars. Kemampuan bryophytes untuk bertahan dalam kondisi ekstrem membuka peluang baru untuk pengembangan ekosistem yang mendukung kehidupan di planet merah ini.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Inovasi Dyson: Robot Vacuum AI Hadir di Indonesia

13 April 2026

5 Pelajaran Hidup dari Film ‘Ayah, Ini Arahnya Ke Mana?’

13 April 2026

Hyundai Creta Prime vs Alpha: Fitur Canggih Mana yang Lebih Unggul?

13 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Nasib Terdakwa Pembunuhan Siswa SMP di Sragen Tetap Sekolah

13 April 2026

Prediksi Skor Arsenal vs Bournemouth: Gunners Incar Kemenangan Beruntun, Cherries Sulit Dikalahkan

13 April 2026

Soal Tiket Haji, Wamenhaj Ungkap Biaya: Semua Ditanggung Jamaah

13 April 2026

Fakta Rumah di Pati Dihancurkan Alat Berat Usai Bercerai

13 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?