Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Wednesday, 14 October 2026
Trending
  • Ingin berbagi beban tak terlihat dengan pasangan? Lakukan 5 cara ini menurut psikologi
  • 7 cara mengatasi konflik pekerjaan rumah tangga dengan pasangan menurut psikologi
  • 6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi
  • ISPA tembus 196.547 kasus, udara Medan tak sehat, lansia & balita terdampak
  • 7 alasan mengapa orang-orang pintar kerap memiliki ide-ide bodoh menurut psikologi
  • 7 langkah untuk mengetahui apakah hubunganmu harus berakhir menurut psikologi
  • Soroti putusan banding kasus Andrie Yunus, Koalisi sipil minta MK segera putus uji materi UU TNI
  • 7 alasan seseorang ingin mengubah pasangan ke arah yang lebih baik menurut psikologi
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hati-hati dengan headstand, jangan sampai saraf terjepit!
Nasional

Hati-hati dengan headstand, jangan sampai saraf terjepit!

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover2 February 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pose headstand atau dalam bahasa Sansekerta disebut sirsasana, adalah salah satu pose yang sering menjadi incaran bagi para praktisi yoga. Bentuknya yang unik dan menantang membuat banyak orang tertarik untuk mencobanya. Namun, meski terlihat indah dan mengagumkan, pose ini tidak boleh dianggap remeh. Terlebih bagi pemula, karena teknik dan risiko yang terkait cukup tinggi.

Bukan Untuk Pemula

Dalam praktik yoga, headstand bukanlah pose yang diperbolehkan untuk dilakukan oleh pemula. Bahkan, praktisi yoga yang rutin berlatih 6 hari seminggu pun baru diajarkan headstand setelah berlatih selama minimal 6 bulan. Hal ini sesuai dengan aturan latihan BKS Iyengar, pendiri Iyengar Yoga, dalam bukunya Light on Yoga. Jadi, sangat tidak disarankan bagi seseorang yang baru saja mencoba kelas yoga pertama untuk langsung mencoba headstand. Risiko cedera bisa sangat besar jika dilakukan tanpa teknik yang tepat.

Tren Headstand yang Menimbulkan Kekhawatiran

Tren headstand yang marak di kalangan pemula saat ini bisa jadi disebabkan oleh kehadiran guru-guru yoga yang kurang kompeten. Banyak dari mereka yang belum memiliki sertifikat yoga teacher training 200 jam, tetapi masih mengajar pose-pose tingkat mahir seperti headstand hanya demi konten media sosial. Teknik headstand membutuhkan pengetahuan dan pengalaman yang cukup, sehingga tidak boleh dianggap sebagai pose yang mudah.

Risiko Saraf Terjepit di Leher

Salah satu risiko utama dari melakukan headstand secara keliru adalah saraf leher yang terjepit. Dokter Edbert, melalui akun Instagram @dr.edbert, menyampaikan peringatan penting tentang hal ini. Gejala yang muncul bisa berupa kesemutan atau kebas dari leher hingga ke lengan. Dari segi anatomi, area leher merupakan bagian yang rentan karena melintasi jaringan saraf dari otak ke anggota tubuh lainnya. Jika saraf leher terganggu, dampaknya bisa terasa hingga ke tangan dan kaki.

Teknik Tepat untuk Headstand

Meski namanya headstand, sebenarnya posisi kepala bukanlah titik tumpuan utama. Dalam buku Science of Yoga, Ann Swanson menjelaskan bahwa tumpuan utamanya seharusnya adalah kedua siku dan kepalan tangan, membentuk segitiga fondasi. Berat badan harus dibagi secara merata antara ketiga titik tersebut. Sebanyak 30 persen berat badan dialokasikan ke siku kanan, siku kiri, dan kepalan tangan, sedangkan sisanya 10 persen bisa diberikan pada ubun-ubun kepala. Dengan demikian, beban pada leher akan lebih ringan dan risiko cedera berkurang.

Alat Bantu untuk Keamanan

Untuk memastikan keamanan, disarankan menggunakan alat bantu seperti resistance band untuk penguatan leher dan inversion chair untuk headstand. Sayangnya, metode ini belum banyak diterapkan di kelas yoga populer di Indonesia, terutama di Jakarta dan sekitarnya.

Siapa yang Tidak Disarankan Melakukan Headstand?

Beberapa kondisi kesehatan memang membuat seseorang tidak disarankan melakukan headstand, seperti:
* Sedang menstruasi
* Menderita migrain
* Tekanan darah tinggi atau rendah
* Hamil
* Cedera punggung atau tulang belakang
* Sakit jantung
* Diabetes
* Minus tinggi
* Glaukoma

Jadi, sebelum mencoba headstand, pastikan Anda sudah memahami tekniknya dan memperhatikan kondisi tubuh Anda. Jangan sampai keinginan untuk mencoba pose yang menantang justru berujung pada cedera yang tidak diinginkan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Ingin berbagi beban tak terlihat dengan pasangan? Lakukan 5 cara ini menurut psikologi

14 October 2026

7 cara mengatasi konflik pekerjaan rumah tangga dengan pasangan menurut psikologi

13 October 2026

6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi

13 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Ingin berbagi beban tak terlihat dengan pasangan? Lakukan 5 cara ini menurut psikologi

14 October 2026

7 cara mengatasi konflik pekerjaan rumah tangga dengan pasangan menurut psikologi

13 October 2026

6 alasan mengapa media sosial membuat anak-anak yang mulai remaja merasa menderita menurut psikologi

13 October 2026

ISPA tembus 196.547 kasus, udara Medan tak sehat, lansia & balita terdampak

13 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?