Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Friday, 16 October 2026
Trending
  • Fitur rahasia One UI 9, begini cara blokir internet aplikasi
  • Ajang MotoGP Mandalika 2026 ikut dongkrak omzet UMKM Lombok
  • Bupati Ketapang Alex minta kuota Pertalite ke SPBU tak dikurangi, antrean BBM jadi sorotan
  • Profil Kombes Christian Tobing Kapolresta Sidoarjo yang dimutasi ke SSDM Polri, ini prestasinya
  • Masih berlaku promo Superindo Jabodetabek & Palembang, banjir diskon produk
  • DPR desak penanganan serius korban keracunan MBG, siswi usia 16 tahun di Karo diduga hilang ingatan
  • Prediksi skor Villarreal vs Napoli: I Partenopei berburu poin di Estadio de la Cerámica
  • Renungan Katolik Selasa 13 Oktober 2026, Jangan hanya tampak baik di luar tetapi bersihkanlah hatimu
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Merawat Tanah, Merawat Kehidupan: Perjalanan Noor Sudiyati di Seni Kriya Global
Ragam

Merawat Tanah, Merawat Kehidupan: Perjalanan Noor Sudiyati di Seni Kriya Global

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover23 January 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Seni Kriya sebagai Ruang Permenungan dan Hubungan Manusia dengan Alam

Di tengam kehidupan modern yang semakin terfragmentasi, seni tidak lagi cukup hadir sebagai bentuk visual semata. Ia menjadi ruang permenungan, bahkan cara merawat hubungan manusia dengan alam dan semesta. Perspektif inilah yang konsisten hadir dalam praktik seni kriya Dr Noor Sudiyati, M.Sn., seniman keramik dan akademisi ISI Yogyakarta, yang pada paruh akhir 2025 menapaki panggung seni internasional melalui tiga pameran bergengsi di Malaysia dan Indonesia.

Selama lebih dari tiga dekade berkarya dan mengajar di Jurusan Kriya, Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Yogyakarta, Noor Sudiyati memandang tanah liat sebagai medium hidup. Bukan material pasif, melainkan entitas yang peka terhadap sentuhan, kesabaran, dan kondisi batin pembuatnya. Pandangan ini membentuk karakter karya-karyanya yang sarat refleksi sosial, spiritual, dan ekologis.

Pameran Internasional Pertama: Art Ketam 5 – International Art Festival

Partisipasi internasional pertama hadir melalui Art Ketam 5 – International Art Festival yang digelar pada September 2025 di Pulau Ketam, Selangor, Malaysia, melibatkan seniman dari 23 negara. Dalam ajang tersebut, Noor menampilkan karya keramik stoneware berjudul Growing Together. Karya ini terinspirasi dari kehidupan masyarakat pesisir Pulau Ketam yang tumbuh melalui perjumpaan budaya dan sejarah migrasi panjang.

Kurator pameran, Binoy Varghese dari India, menafsirkan karya ini sebagai metafora universal tentang harmoni sosial dan kebersamaan. Bagi Noor sendiri, Growing Together lahir dari pengamatannya terhadap dunia yang semakin terpecah. “Saya melihat Pulau Ketam sebagai ruang belajar tentang hidup bersama. Di sana, perbedaan bukan sesuatu yang ditolak, tetapi dirawat. Keramik ini adalah metafora tentang bagaimana manusia seharusnya saling menopang agar bisa tumbuh bersama,” ungkapnya, Selasa (20/1/2026).

Pameran Internasional Kedua: Multiframe #6: Transcending Boundaries

Pameran internasional berikutnya berlangsung di Yogyakarta melalui Multiframe #6: Transcending Boundaries yang digelar FSRD Universitas Sebelas Maret (UNS) di Jogja Gallery pada November 2025. Noor menampilkan karya Membangun Kebahagiaan, berupa keramik dengan kepala-kepala sederhana yang tersenyum, muncul dari tubuh organik yang tidak simetris.

Kurator Sudjud Dartanto memosisikan karya ini dalam diskursus cosmotechnics, melihat senyum sebagai energi positif yang melampaui batas ego individual. Di tengah tekanan hidup modern, Noor memaknai senyum sebagai bahasa kebahagiaan paling jujur. “Di tengah dunia yang penuh tuntutan, manusia sering lupa tersenyum. Padahal, senyum adalah tanda kebahagiaan paling sederhana dan paling jujur. Jika kita mampu membangun kebahagiaan dalam diri, kita bisa membagikannya kepada orang lain,” ujarnya.

Pameran Internasional Ketiga: SIVA atau Solo International Visual Art

Rangkaian partisipasi internasional tersebut ditutup melalui SIVA atau Solo International Visual Art yang diselenggarakan FSRD ISI Surakarta pada November 2025. Dalam pameran ini, Noor memamerkan karya monumental Berkelimpahan, berupa bejana biomorfis besar dengan elemen flora yang tumbuh subur di bagian atasnya, dimaknai sebagai simbol rahim semesta.

Kurator Prof. M. Dwi Marianto menekankan bahwa karya Noor tidak bisa dilepaskan dari laku spiritual. Tanah liat dipahami sebagai entitas hidup yang merespons cinta, kesabaran, dan keikhlasan pembuatnya. Noor sendiri memandang karya ini sebagai ungkapan rasa syukur. “Saya percaya hidup manusia bukan semata hasil kekuatan manusia, tetapi karena kedermawanan semesta. ‘Berkelimpahan’ adalah ungkapan terima kasih saya kepada kehidupan,” tuturnya.

Refleksi Hidup Bersama, Kebahagiaan, dan Keberlimpahan

Melalui tiga pameran internasional tersebut, Dr. Noor Sudiyati menegaskan bahwa seni kriya Indonesia memiliki daya wacana global. Karya-karyanya tidak berhenti pada keindahan bentuk, tetapi menawarkan refleksi mendalam tentang hidup bersama, kebahagiaan, dan keberlimpahan sebagai laku spiritual.

Sebagai akademisi, ia menegaskan bahwa praktik berkarya dan mengajar adalah satu napas. “Saya mengajar apa yang saya jalani, dan saya berkarya dengan apa yang saya hayati. Keramik bagi saya adalah bahasa kehidupan,” tandasnya.




Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Fitur rahasia One UI 9, begini cara blokir internet aplikasi

16 October 2026

Ajang MotoGP Mandalika 2026 ikut dongkrak omzet UMKM Lombok

16 October 2026

Apple gelar acara Welcome Home hari ini, ini 3 produk yang diprediksi meluncur

16 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Fitur rahasia One UI 9, begini cara blokir internet aplikasi

16 October 2026

Ajang MotoGP Mandalika 2026 ikut dongkrak omzet UMKM Lombok

16 October 2026

Bupati Ketapang Alex minta kuota Pertalite ke SPBU tak dikurangi, antrean BBM jadi sorotan

16 October 2026

Profil Kombes Christian Tobing Kapolresta Sidoarjo yang dimutasi ke SSDM Polri, ini prestasinya

16 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?