Temuan Digital yang Memicu Harapan dan Tanda Tanya
Di tengah operasi pencarian yang masih berlangsung, sebuah temuan digital memantik perhatian publik dan keluarga korban. Sorotan tertuju pada data smartwatch milik co-pilot Muhammad Farhan Gunawan yang menunjukkan lonjakan signifikan jumlah langkah setelah pesawat dinyatakan hilang kontak.
Data tersebut dinilai tidak lazim untuk situasi kecelakaan udara di medan ekstrem, sehingga memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan adanya pergerakan korban pascakejadian. Temuan ini menjadi sorotan publik karena dinilai menyimpan misteri sekaligus harapan akan adanya tanda kehidupan.
Jejak Digital di Tengah Sunyi Hutan Bulusaraung
Harapan keluarga Farhan mencuat setelah tim SAR gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi ponsel milik sang co-pilot pada Minggu (18/1/2026). Ponsel tersebut kemudian disinkronkan dengan smartwatch yang diketahui masih terhubung dan dikenakan Farhan saat insiden terjadi. Hasil sinkronisasi data inilah yang membuat banyak pihak kaget.
Smartwatch tersebut merekam aktivitas fisik yang tidak lazim bagi korban kecelakaan udara, terutama di lokasi ekstrem seperti hutan pegunungan. Data menunjukkan:
- Pukul 06.00 WITA: Tercatat sekitar 9.000 langkah
- Pukul 22.00 WITA: Jumlah langkah melonjak signifikan hingga 13.647 langkah
Artinya, terdapat penambahan lebih dari 4.600 langkah dalam rentang waktu satu hari, dari pagi hingga malam. Angka ini dinilai tidak wajar, mengingat pesawat ATR 42-500 tersebut dinyatakan hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026).
Lonjakan langkah inilah yang memunculkan spekulasi: apakah Farhan masih bergerak setelah pesawat jatuh?
Tangis Keluarga dan Permohonan Pencarian Terarah
Fakta ini semakin menyentuh hati publik setelah sebuah video yang diunggah akun X @Heraloebss viral di media sosial. Dalam video tersebut, seorang anggota keluarga Farhan tak kuasa menahan tangis saat menjelaskan temuan data langkah kepada petugas. Ia menyebut bahwa ponsel Farhan ditemukan di hutan dan masih terhubung dengan smartwatch.
Saat diperiksa, data menunjukkan pergerakan langkah kaki dari pagi hingga malam hari. Pihak keluarga meyakini data tersebut bukan kebetulan. Mereka berharap tim SAR dapat memfokuskan pencarian berdasarkan titik koordinat yang terekam dalam perangkat digital tersebut.
“Kami mohon sekali, karena ini seperti tanda-tanda yang dia berikan,” ucap perwakilan keluarga dengan suara bergetar.
Operasi SAR Diperluas, Ribuan Personel Dikerahkan
Menanggapi berkembangnya perhatian publik, Kepala Basarnas Mohammad Syafi memastikan bahwa operasi pencarian terus diperluas. Hingga kini, sedikitnya 1.200 personel gabungan telah dikerahkan untuk menyisir medan ekstrem Gunung Bulusaraung. Tim SAR masih mencari 10 orang yang berada di dalam pesawat, terdiri dari 7 kru dan 3 penumpang.
Pesawat dengan nomor registrasi PK-THT tersebut diketahui sedang menjalankan misi sewa Direktorat Jenderal PSDKP, dengan rute penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar.
Sosok Farhan Gunawan, Pilot Muda Penuh Prestasi
Muhammad Farhan Gunawan bukan sekadar co-pilot biasa. Ia dikenal sebagai pemuda berprestasi asal Sulawesi Selatan, lahir di Desa Malili, Kabupaten Luwu Timur. Farhan merupakan putra sulung dari pasangan Capt Gunawan dan Hj Indah.
Rekam jejaknya mencerminkan dedikasi tinggi di dunia aviasi. Ia pernah menjabat Ketua OSIS di SMP dan SMA Athirah 1 Makassar, menempuh pendidikan penerbangan di Deraya Flying School dan Indonesia Civil Pilot Academy, serta mengantongi berbagai sertifikasi penting seperti Multi Engine Rating dan Instrument Rating.
Sejak Desember 2023, Farhan aktif bertugas sebagai second in command di PT Indonesia Air Transport. Kini, angka 13.647 langkah itu bukan sekadar data digital. Bagi keluarga dan publik, angka tersebut menjelma menjadi simbol harapan, misteri, dan doa yang terus dipanjatkan—berharap jejak langkah itu benar-benar menuntun Farhan pulang dengan selamat.



