Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 17 Mei 2026
Trending
  • Jika Menangis Saat Nonton Film, Jiwa Anda Lebih Indah, Ini 7 Alasan Psikologi
  • Orang yang Berjalan dengan Tangan di Belakang Punggung: 7 Perilaku yang Mengungkap Psikologi Mereka
  • Daftar Nama Pejabat di Indonesia, Mulai Presiden Hingga Jaksa Agung
  • Polisi Diminta Ungkap Otak Jaringan Judi Hayam Wuruk yang Libatkan Ratusan WNA – “Digital Selalu Tinggalkan Jejak”
  • Indonesia targetkan peringkat ketiga di Kejuaraan Queen Sirikit Cup 46 di Sentul Highlands
  • Satelit Nusantara Lima Beroperasi, Menyentuh Indonesia, Malaysia, dan Filipina
  • Selat Malaka hingga Hormuz: Jalur Laut sebagai Senjata Geopolitik
  • Bursa Pantau Kasus Transaksi Rp5 Triliun TLKM, Libatkan OJK
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Olahraga»Hati-hati nyeri punggung akibat menonton drakor, latih otot dengan aquarobic
Olahraga

Hati-hati nyeri punggung akibat menonton drakor, latih otot dengan aquarobic

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover22 Januari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Dampak Kesehatan dari Kebiasaan Menonton Drakor dan Dracin

Di balik keseruan menonton drama Korea (drakor) dan drama China (dracin), ada aspek kesehatan yang perlu diperhatikan. Hiburan populer ini sering membuat seseorang terjebak dalam kebiasaan duduk berjam-jam tanpa bergerak, yang bisa berdampak negatif pada kualitas hidup.

Kebiasaan menonton drakor atau dracin tanpa henti sering kali membuat seseorang kurang bergerak. Kondisi ini bisa memicu berbagai masalah kesehatan seperti:

  • Kurang aktivitas fisik: Duduk terlalu lama membuat tubuh kaku dan otot tidak aktif.
  • Nyeri otot dan sendi: Posisi duduk yang salah atau terlalu lama bisa memicu nyeri punggung, leher, dan bahu.
  • Gangguan metabolisme: Kurang gerak meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.
  • Kualitas tidur menurun: Kebiasaan menonton hingga larut malam mengganggu pola tidur, memicu kelelahan dan mood buruk.

Bahaya di Balik Nonton Drakor

Kebiasaan menonton drakor atau dracin tanpa henti sering membuat seseorang kurang bergerak. Kondisi ini bisa menurunkan kualitas hidup karena:

  • Kurang aktivitas fisik
  • Duduk terlalu lama membuat tubuh kaku dan otot tidak aktif.
  • Nyeri otot dan sendi.
  • Posisi duduk yang salah atau terlalu lama bisa memicu nyeri punggung, leher, dan bahu.
  • Gangguan metabolisme
  • Kurang gerak meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.
  • Kualitas tidur menurun
  • Kebiasaan menonton hingga larut malam mengganggu pola tidur, memicu kelelahan dan mood buruk.

Seimbangkan dengan Olahraga

Menonton drakor atau dracin tetap bisa menjadi hiburan sehat jika diimbangi dengan aktivitas fisik. Beberapa solusi praktis adalah selain membatasi durasi menonton 1–2 episode per hari, olahraga menjadi solusinya.

Menurut dokter yang biasa disapa Prof Ati ini, olahraga adalah upaya agar otot tak tegang sehingga sendi akan stabil tidak memicu peradangan yang menyebabkan rasa nyeri.

“Dengan olahraga, otot terbentuk, cadangan energi meningkat jadi power full kan. Sendi yang stabil akan lebih susah terjadi peradangan,” pungkasnya.

Aquarobic, Olahraga Air yang Pas untuk Nyeri Sendi

Jika sudah terlanjur sakit, maka olahraga air atau Hidroterapi pada Nyeri punggung bawah dinilai sangat pas. Mengapa?

Prof Ari menjelaskan jika aktivitas di air bukan hanya menyegarkan, tapi juga punya banyak manfaat yang bisa jadi solusi untuk masalah akibat gaya hidup kurang gerak, seperti nyeri otot, stres, atau kualitas hidup yang menurun.

Air memberikan daya apung sehingga tubuh terasa lebih ringan. Cocok untuk orang dengan nyeri punggung, lutut, atau obesitas.

Aktivitas seperti berenang atau aquarobik melatih sistem kardiovaskular secara efektif.

“Terapi Hydro atau air seperti aquarobic ini bisa memberikan fasilitasi gerakan batang badan dan anggota gerak

Tekanan minimal pada jaringan otot-tulang-sendi juga dapat stimulasi kekuatan, fleksibilitas, ketahanan otot

dan stabilisasi sendi,” jelasnya.

Apa sebenarnya Aquarobic? Rizal Umami, Coach Aquarobic Health Club (AHC) menjelaskan ini merupakan salah satu bentuk latihan di air yang menggabungkan unsur aerobik dengan aktivitas fisik di dalam air.

“Metode ini dirancang khusus untuk meningkatkan kebugaran kardiovaskular, kekuatan otot, serta fleksibilitas tubuh dengan risiko cedera yang lebih rendah.”

Aquarobic Mengurangi Stres

Dalam seminar juga dibahas jika aquarobic bisa mengurangi stres dan menyehatkan mental.

Sensasi air yang menenangkan membantu meredakan kecemasan dan meningkatkan hormon endorfin.

Konselor mental health dan hypnoterapis, Yenny Mangoendaan Spd, MSi Kons C,Pht mengatakan jika aquarobic ini solusi pas saat krisis kesehatan mental kerap melanda.

Diketahui, jika kesehatan mental kini menjadi isu serius di Indonesia. Jutaan remaja dan pekerja kota menghadapi masalah seperti kecemasan, depresi, dan burnout.

Data terbaru menunjukkan sekitar 15,5 juta remaja Indonesia mengalami gangguan kesehatan mental, sementara akses layanan masih sangat terbatas.

Gangguan kesehatan mental ini ternyata berpengaruh pada kondisi fisik seseorang. Maka apa solusinya?

Beberapa jurnal ilmiah menunjukkan bahwa aquarobic bukan hanya olahraga rekreasi, tetapi juga memiliki efek fisiologis yang signifikan, seperti meningkatkan kebugaran, mendukung kesehatan jantung, serta membantu proses rehabilitasi.

Artinya, aquarobic tidak hanya melatih otot, tetapi juga berperan dalam keseimbangan hormonal yang mendukung kesehatan jangka panjang.

selain makanan sehat kita wajib perhatian pada keinginan tubuh kita bergerak, olahraga, untuk usia 40 tahun.

“Yuk praktek jadi manusia bahagia. Hormon endorfin ini bisa keluar, mental sehat dan fisik pun kuat,” ucap Yenny lagi.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Indonesia targetkan peringkat ketiga di Kejuaraan Queen Sirikit Cup 46 di Sentul Highlands

17 Mei 2026

Spalletti Minta 6-7 Pemain Baru untuk Juventus Jelang Target Man Utd

17 Mei 2026

Neymar Masuk Tim Sementara Brasil Piala Dunia 2026, Nasibnya Ditentukan Minggu Depan

17 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Jika Menangis Saat Nonton Film, Jiwa Anda Lebih Indah, Ini 7 Alasan Psikologi

17 Mei 2026

Orang yang Berjalan dengan Tangan di Belakang Punggung: 7 Perilaku yang Mengungkap Psikologi Mereka

17 Mei 2026

Daftar Nama Pejabat di Indonesia, Mulai Presiden Hingga Jaksa Agung

17 Mei 2026

Polisi Diminta Ungkap Otak Jaringan Judi Hayam Wuruk yang Libatkan Ratusan WNA – “Digital Selalu Tinggalkan Jejak”

17 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?