Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 21 Maret 2026
Trending
  • 6 Kebiasaan yang Merusak Anggaran Belanja
  • OJK Atur Perwakilan Lembaga Pembiayaan Asing di Indonesia
  • Waktu Berlalu Perlahan
  • Sejarah Barcode: Inovasi Penting yang Mengubah Banyak Sektor
  • Pemerintah Kurangi Produksi Batubara, Ini Dampaknya pada Perusahaan Sektor Batubara
  • Pengemudi Ojol Marah Dituduh Bantu Jambret, Panik Kejar Pencuri Ponsel
  • DPRD Medan Soroti Program Mudik Gratis Pemko, Minta Dishub Akuntabel
  • Tiket Final Four dan Grand Final Proliga 2026 Mulai Dijual, Harga Terendah Rp150 Ribu
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Olahraga»Kampung Halaman Pelatih Persebaya di Portugal!
Olahraga

Kampung Halaman Pelatih Persebaya di Portugal!

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover22 Januari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Indonesiadiscover.com—

Kota kelahiran Bernardo Tavares, pelatih anyar Persebaya Surabaya, memiliki kisah yang menarik dan penuh makna. Kota kecil di Portugal ini, Proença-a-Nova, tidak hanya menjadi tempat lahirnya sosok penting dalam dunia sepak bola, tetapi juga kaya akan sejarah, budaya, dan warisan intelektual. Dari sini, Bernardo Tavares membawa nilai-nilai ketekunan, disiplin, dan pemikiran sistematis yang memengaruhi kepemimpinannya saat ini.

Proença-a-Nova, yang lahir pada 1244, dikenal sebagai tanah kelahiran Pedro da Fonseca, seorang filsuf ternama yang dikenal sebagai “Aristoteles Portugal”. Kota ini memiliki latar belakang sejarah yang kaya, termasuk legenda lokal tentang masyarakat yang ingin meraih bulan dengan menumpuk cortiços (bangunan dari gabus) hingga membentuk menara. Ketika satu cortiço dipindahkan, menara itu runtuh, sehingga memberi nama “Cortiçada” untuk wilayah tersebut.

Sejarah kota ini terus berkembang, termasuk dalam hal struktur administratif. Pada 1512, D. Manuel I memberikan Foral Novo yang memperkuat struktur wilayah ini. Nama Cortiçada lahir dari melimpahnya produksi gabus dan banyaknya colmeias atau sarang lebah yang disebut cortiços. Aktivitas ini dulu menjadi tulang punggung ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat setempat.

Salah satu tokoh paling berpengaruh dari Proença-a-Nova adalah Pedro da Fonseca. Keahliannya dalam filsafat dan komentar atas karya Aristoteles membuatnya mendapat gelar bergengsi tersebut. Pada 1570, ia meraih gelar doktor di Évora dengan kehadiran Raja D. Sebastião. Ia kemudian menjadi penasihat Paus Gregório XIII di Roma sebelum kembali ke Portugal membawa relik Santo Lenho.

Relik tersebut disumbangkan ke Santa Casa da Misericórdia pada 1588 bersama tanah untuk pembangunan kapela. Hingga kini, kapela kecil itu menjadi simbol iman dan pusat ziarah warga Proença-a-Nova.

Dalam bidang sosial, Proença-a-Nova baru memiliki layanan kesehatan formal pada awal abad ke-17. Dua barbeiro dikontrak pada 1623, lalu dokter pertama Gregório Barbosa hadir setahun kemudian. Wilayah ini sempat terisolasi hingga 1879 sebelum jalan utama menghubungkannya dengan daerah lain.

Perkembangan komunikasi berlanjut dengan hadirnya layanan pos dan jaringan telegraf di akhir abad ke-19. Devesa menjadi kawasan paling dinamis di vila ini dengan pasar, pusat kesehatan, hingga fasilitas budaya. Sementara Outeiro dikenal sebagai kawasan sederhana dengan warga berpenghasilan rendah namun kaya cerita sosial.

Igreja Matriz Proença-a-Nova menyimpan jejak sejarah panjang sejak akhir abad ke-16. Bangunan ini sempat terdampak gempa 1755 dan mengalami banyak perubahan hingga kini.

Dari latar kota yang kaya sejarah inilah Bernardo Tavares tumbuh dan membentuk karakter kepemimpinannya. Nilai ketekunan, disiplin, dan pemikiran sistematis menjadi warisan tak tertulis dari tanah kelahirannya.

Kini, Bernardo Tavares mengemban tugas besar bersama Persebaya Surabaya di putaran kedua Super League 2025/2026. Manajemen berharap sentuhan pelatih asal Portugal ini mampu mengangkat posisi tim ke papan atas.

Pada masa jeda kompetisi, Tavares langsung memanfaatkan waktu untuk membangun kedalaman skuad. Fokus utamanya mempercepat adaptasi pemain baru agar tim tampil lebih solid.

“Setelah itu kami harus bekerja keras karena ada pemain baru yang datang. Kami perlu lebih mengenal karakteristik semua pemain,” kata Tavares.

Persebaya Surabaya juga menyiapkan laga uji coba untuk menilai pemain yang jarang tampil. Agenda ini dimaksudkan menciptakan persaingan sehat di internal tim.

“Kami ingin melihat pemain yang belum banyak bermain. Pertandingan persahabatan penting untuk menciptakan persaingan di dalam tim,” ujarnya.

Menurut Tavares, tim kuat membutuhkan keseimbangan di setiap lini. Idealnya, setiap posisi diisi dua atau tiga pemain dengan kualitas setara.

“Jika ingin memiliki tim yang kuat, setiap posisi harus punya dua atau tiga pemain yang bersaing secara sehat. Kami butuh keseimbangan antara pemain cepat dan pemain yang kuat dalam duel udara,” jelasnya.

Pada paruh kedua musim ini, Persebaya Surabaya mendatangkan Bruno Paraíba, Jefferson Silva, dan Gustavo Fernandes. Kombinasi pemain lama dan baru diharapkan memperkuat ruang ganti.

“Kami ingin ruang ganti semakin kuat dan tim menjadi lebih baik,” tandasnya.

Di putaran pertama, Persebaya Surabaya mencatat 7 kemenangan, 7 seri, dan 3 kekalahan dari 17 laga. Dengan bekal sejarah kuat dari Proença-a-Nova dan visi modern Bernardo Tavares, harapan baru pun tumbuh di Surabaya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Tiket Final Four dan Grand Final Proliga 2026 Mulai Dijual, Harga Terendah Rp150 Ribu

20 Maret 2026

Pelatih Persib Bebankan Kekecewaan ke Borneo FC

20 Maret 2026

Menjelang Laga Borneo FC vs Persib, Fabio Minta Khusus

20 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

6 Kebiasaan yang Merusak Anggaran Belanja

21 Maret 2026

OJK Atur Perwakilan Lembaga Pembiayaan Asing di Indonesia

20 Maret 2026

Waktu Berlalu Perlahan

20 Maret 2026

Sejarah Barcode: Inovasi Penting yang Mengubah Banyak Sektor

20 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?