Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 22 Februari 2026
Trending
  • Cerdas Manfaatkan Peluang! 6 Shio Ini Akan Kuasai Kekayaan di Tahun Kuda Api 2026
  • Berita Persebaya Hari Ini: Tavares Kembangkan 4 Pemain Cedera
  • Dokter Tifa Bocorkan Rahasia di Balik Ajakan ke Solo Temui Jokowi
  • Dibela Hotman Paris, Kakek Herman Jadi Tersangka Usir Maling Pakai Parang
  • Jadwal Berbuka Puasa Hari Ini di Jawa Tengah dan Yogyakarta
  • 6 kesalahan mencuci mobil yang merusak cat, hindari!
  • Dari Sa Pa ke Bandung, destinasi paling cepat berkembang di Asia
  • Bagnaia Dibuang Ducati, Bisa Bentuk Pasangan Patah Hati dengan Jorge Martin
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Otomotif»Keselamatan Berkendara: Tombol Fisik Lebih Aman daripada Layar Sentuh?
Otomotif

Keselamatan Berkendara: Tombol Fisik Lebih Aman daripada Layar Sentuh?

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover15 Januari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Tren Layar Sentuh di Mobil: Keuntungan dan Kekurangan

Di pasar otomotif Indonesia, tren penggunaan layar sentuh besar semakin mendominasi. Banyak mobil asal China yang diluncurkan dalam beberapa tahun terakhir mengandalkan layar digital sebagai pusat kontrol kendaraan. Hampir semua fungsi kendaraan kini dipusatkan di layar tersebut, menggantikan tombol fisik yang selama ini menjadi standar.

Namun, arah pengembangan ini mulai dipertanyakan, terutama dari sudut pandang keselamatan dan kenyamanan pengemudi. Dikutip dari sebuah sumber internasional, Kepala Desain Volkswagen, Andreas Mindt, pernah menyampaikan bahwa “Ini bukan ponsel, ini mobil.” Ucapan ini seolah menjadi pengakuan jujur industri otomotif setelah bertahun-tahun percaya diri dengan layar sentuh.

Perubahan Arah di Volkswagen

Mulai 2026, Volkswagen memastikan akan mengembalikan tombol fisik ke seluruh lini produknya. Keputusan ini menandai perubahan arah sekaligus pengakuan bahwa pendekatan serba digital di kabin mobil tidak sepenuhnya diterima konsumen.

Banyak pengemudi merasa bahwa layar sentuh justru mengganggu konsentrasi mereka. Tahun lalu, sembilan dari 10 pengemudi meminta pabrikan meninggalkan layar sentuh yang dianggap membingungkan dan mengganggu fokus. VW pun secara terbuka mengakui telah mendengarkan masukan tersebut. Bahkan, pabrikan asal Jerman itu tak segan menyebut ketergantungan penuh pada layar sentuh merupakan sebuah kesalahan.

Salah satu contoh yang sering disoroti adalah Volkswagen ID.4. Mobil listrik ini dikenal sangat bergantung pada kontrol layar sentuh dan panel haptik. Hampir semua fungsi penting seperti volume audio dan pengaturan suhu kabin dioperasikan melalui layar. Alih-alih praktis, sistem ini justru dianggap menyulitkan dan berpotensi mengganggu fokus pengemudi.

Kembali ke Tombol Fisik

VW menyadari kelemahan tersebut. Andreas Mindt menyatakan bahwa mulai dari ID 2all dan model-model berikutnya, VW akan menghadirkan tombol fisik untuk lima fungsi utama, yakni volume, pengaturan pemanas kiri dan kanan, kipas, serta lampu hazard. “Tombol itu akan ada di setiap mobil yang kami buat mulai sekarang. Kami memahami hal ini,” ujar Mindt.

Tombol fisik juga akan kembali hadir di setir. VW bahkan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan serupa di masa depan. Meski demikian, tidak semua pabrikan mengikuti langkah ini. Morris Garage (MG) sejatinya tidak pernah sepenuhnya meninggalkan tombol fisik. MG tetap mempertahankan sejumlah sakelar meski mengikuti tren layar sentuh.

Pendekatan Berbeda dari Pabrikan Lain

Pendekatan MG dinilai relevan, terutama di tengah kritik terhadap teknologi yang terlalu kompleks di dalam mobil. Pada model terbaru seperti MG ZS, tombol pintas masih tersedia di setir, lengkap dengan deretan tombol fisik di bawah layar untuk fungsi-fungsi penting seperti pemanas dan volume audio.

Selain itu, Hyundai juga mulai mengoreksi arah. Setelah sempat mencapai puncak tren layar sentuh lewat Ioniq 5 dan Ioniq 6 yang nyaris tanpa tombol, pabrikan Korea Selatan itu kini kembali menghadirkan kontrol fisik di model-model terbaru seperti Santa Fe. Direktur Desain Hyundai, Ha Hak-soo, mengakui konsumen tidak nyaman dengan sistem yang sepenuhnya berbasis sentuhan.

Ford dan Kesadaran Awal

Ford termasuk pabrikan yang lebih awal menyadari persoalan ini. Sejak 2012, mereka menyatakan akan mengembalikan tombol dan kenop ke kabin mobil. Pendekatan tersebut terlihat pada F-150, hingga Mustang Mach-E yang memadukan layar besar dengan sejumlah tombol fisik. Meski sempat menggunakan mode digital lewat Explorer EV, Ford memberi sinyal positif lewat Puma Gen-E yang tetap mempertahankan tombol analog di setir.

Alasan Pengemudi Menginginkan Tombol Fisik

Keinginan pengemudi untuk kembali ke tombol fisik bukan tanpa alasan. Survei What Car? menunjukkan 89 persen pengemudi di Inggris lebih menyukai tombol, kenop, dan dial dibanding layar sentuh, terutama saat berkendara. Bahkan, tiga dari lima responden mengaku enggan membeli mobil yang terlalu bergantung pada layar sentuh.

Aspek keselamatan menjadi sorotan utama. Sebanyak 60 persen pengemudi mengaku pernah terdistraksi saat mengoperasikan kontrol di dalam mobil. Kekhawatiran ini mendorong Euro NCAP memperbarui standar penilaian keselamatan. Mulai 1 Januari 2026, mobil tanpa tombol fisik untuk fungsi krusial seperti sein, lampu hazard, klakson, wiper, dan SOS akan mendapat nilai lebih rendah dalam uji tabrak.

Kembali ke Keseimbangan

Kembalinya tombol fisik menunjukkan industri otomotif mulai mencari keseimbangan. Digitalisasi tetap penting, tetapi tidak semua hal harus dipindahkan ke layar. Pada akhirnya, mobil menjadi alat transportasi yang menuntut pengemudinya untuk fokus, respons cepat, dan keselamatan, tidak seperti ponsel. Dan dalam konteks itu, tombol sederhana justru kembali menjadi solusi yang paling masuk akal.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

6 kesalahan mencuci mobil yang merusak cat, hindari!

22 Februari 2026

Bagnaia Dibuang Ducati, Bisa Bentuk Pasangan Patah Hati dengan Jorge Martin

22 Februari 2026

Astra Motor Yogyakarta Juara di Festival Vokasi Satu Hati 2026

22 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Cerdas Manfaatkan Peluang! 6 Shio Ini Akan Kuasai Kekayaan di Tahun Kuda Api 2026

22 Februari 2026

Berita Persebaya Hari Ini: Tavares Kembangkan 4 Pemain Cedera

22 Februari 2026

Dokter Tifa Bocorkan Rahasia di Balik Ajakan ke Solo Temui Jokowi

22 Februari 2026

Dibela Hotman Paris, Kakek Herman Jadi Tersangka Usir Maling Pakai Parang

22 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?