Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 22 Februari 2026
Trending
  • Doa Kamilin Lengkap: Arab, Latin, dan Terjemahan, Bacaan Setelah Tarawih Sebelum Witir
  • Prediksi Bodo vs Inter Milan: Nerazzurri Percaya Diri Kalahkan Glimt, Calhanoglu dan Frattesi Absen
  • Kepala Desa Kritik Pemangkasan Dana Desa 70% untuk Koperasi Merah Putih
  • Arsip Rahasia Epstein: Terbongkarnya Sisi Gelap Kapitalisme
  • Tanpa Aceh, Rencana Ekonomi Syariah Hanya Cetak Biru?
  • Jangan Tunda! 6 Tanda Karet Pintu Mobil Perlu Diganti Segera
  • Tiga Kolam Renang di Solo yang Cocok untuk Berenang Jelang Ramadhan, Termasuk Bengawan Sport Centre
  • 5 skutik besar nyaman untuk mudik, tidak lelah dan hemat bahan bakar!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Cara Meningkatkan Fokus di Kantor, 5 Trik Deep Work untuk Pemula!
Ragam

Cara Meningkatkan Fokus di Kantor, 5 Trik Deep Work untuk Pemula!

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover5 Januari 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Membangun Kembali Fokus Pasca-Libur dengan Teknik Deep Work

Memasuki minggu pertama di bulan Januari 2026, banyak pekerja merasakan fenomena “otot fokus yang kendur”. Setelah berhari-hari dalam mode santai tanpa jadwal yang mengikat, otak manusia cenderung mengalami kesulitan untuk kembali ke ritme kerja yang intens. Fenomena ini sering disebut sebagai brain fog pasca-liburan, di mana perhatian mudah teralihkan oleh hal-hal sepele.

Untuk mengatasinya, teknik Deep Work atau kerja mendalam selama 30 menit menjadi solusi paling rasional. Teknik ini bukan tentang bekerja lebih lama, melainkan tentang melatih otak untuk berada dalam kondisi konsentrasi penuh tanpa gangguan, guna memulihkan ketajaman kognitif yang sempat tumpul selama masa libur panjang.

Berdasarkan literasi kesehatan mental di portal resmi Kementerian Kesehatan RI (kemkes.go.id), kemampuan konsentrasi sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan kesiapan mental. Berikut beberapa strategi yang bisa Anda terapkan:

1. Meja Rapi, Otak Fokus

Langkah awal untuk meningkatkan produktivitas adalah dengan melakukan “Pembersihan Distraksi.” Sebelum Anda mulai bekerja besok pagi, singkirkan semua benda yang tidak diperlukan dari atas meja. Meja yang bersih bukan sekadar masalah kerapian, tetapi secara psikologis memberikan perintah kepada otak bahwa waktu untuk bekerja telah dimulai.

Kondisi lingkungan yang tertata akan mengurangi beban pikiran karena mata tidak lagi teralihkan oleh tumpukan kertas atau benda-benda yang mengganggu. Dengan membuang “sampah visual” tersebut, energi mental Anda tidak akan terbuang sia-sia dan bisa sepenuhnya dikonsentrasi untuk menyelesaikan tugas penting dengan lebih cepat dan tenang.

2. Fokus dengan Mode Pesawat Mental

Menurut panduan literasi digital Kominfo, gangguan terbesar dalam produktivitas saat ini adalah rentetan notifikasi dari perangkat elektronik. Hal ini sangat krusial karena otak manusia membutuhkan waktu sekitar 23 menit untuk kembali fokus sepenuhnya setelah teralihkan oleh satu pesan atau pemberitahuan saja. Jika kita terus-menerus diganggu, performa berpikir kita tidak akan pernah mencapai titik maksimalnya.

Untuk mengatasinya, Anda bisa menerapkan strategi “Mode Pesawat Mental” dengan mengheningkan seluruh notifikasi ponsel dan menutup situs web yang tidak relevan selama 30 menit. Langkah sederhana ini bukan sekadar menjauhkan diri dari gadget, melainkan memberikan ruang bagi otak untuk melakukan “restart” performa. Dengan waktu tenang yang terjaga, otak Anda memiliki kesempatan untuk bekerja jauh lebih efektif dan mencapai level konsentrasi tertinggi.

3. Teknik Satu Tugas

Strategi ini memperkenalkan teknik “Satu Tugas Tunggal” atau single-tasking sebagai kunci produktivitas. Berdasarkan data dari Kementerian Ketenagakerjaan, kebiasaan mengerjakan banyak hal sekaligus (multitasking) ternyata merugikan karena dapat menurunkan kecerdasan kognitif hingga setara dengan kehilangan 10 poin IQ.

Agar kerja lebih efektif, disarankan untuk tidak mencampuradukkan pekerjaan, seperti membalas email saat sedang menyusun laporan penting, karena hal itu justru memecah konsentrasi. Cara terbaik untuk memulainya adalah dengan memilih satu tugas yang paling sulit dan menyelesaikannya secara fokus selama 30 menit pertama. Memberikan perhatian penuh pada satu hal akan melatih “otot fokus” Anda agar kembali kuat. Proses ini serupa dengan latihan beban di pusat kebugaran; dengan melakukan fokus secara bertahap, kemampuan otak Anda untuk berkonsentrasi akan pulih dan bekerja secara maksimal kembali.

4. Pentingnya Kondisi Tubuh untuk Fokus Maksimal

Keberhasilan konsentrasi mendalam atau Deep Work sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik Anda. Sesuai standar kesehatan, kecukupan cairan tubuh dan sirkulasi udara yang baik adalah faktor utama yang mempercepat kerja otak.

Oleh karena itu, menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan minum air putih yang cukup sangat disarankan agar fungsi berpikir tetap tajam dan tidak mudah terganggu. Selain hidrasi, Anda bisa menerapkan “Ritual Oksigenasi” dengan cara melakukan peregangan ringan dan menjaga postur duduk tetap tegak sebelum bekerja. Posisi tubuh yang tegak membantu oksigen mengalir lebih lancar ke otak, sehingga Anda bisa mempertahankan fokus lebih lama. Cara sederhana ini sangat efektif untuk mengusir rasa kantuk, terutama saat tubuh merasa lemas di jam-jam rawan setelah makan siang.

5. Melatih Fokus dengan Timer Visual

Kemendikbudristek menekankan bahwa kemampuan fokus bukanlah bakat bawaan, melainkan keterampilan yang dapat diasah melalui metode “Timer Visual”. Dengan meletakkan jam meja atau aplikasi penghitung waktu mundur di depan mata, Anda menciptakan perasaan urgensi yang positif. Tekanan ringan dari melihat sisa waktu yang terus berkurang ini sangat efektif membantu otak agar tetap disiplin dan tidak mudah teralihkan oleh gangguan lain.

Strategi ini bekerja dengan memberikan batasan waktu yang jelas bagi otak untuk bekerja secara maksimal, misalnya selama 30 menit. Setelah waktu habis, sangat penting untuk memberikan apresiasi kecil atau reward psikologis kepada diri sendiri, seperti beranjak sejenak untuk mengambil minum atau sekadar meregangkan tubuh. Kebiasaan memberikan hadiah kecil ini akan memotivasi mental Anda untuk kembali fokus pada sesi kerja berikutnya.

Penting juga untuk memperhatikan “Jeda Berkualitas” setelah sesi fokus berakhir. Menurut saran ahli di Kemenkes RI, otak tidak bisa dipaksa fokus terus-menerus tanpa henti. Setelah 30 menit Deep Work, luangkan waktu 5 menit untuk melihat kejauhan atau tanaman hijau di area kantor. Jangan gunakan jeda ini untuk melihat media sosial, karena itu hanya akan melelahkan mata dan pikiran kembali. Jeda yang benar-benar kosong membantu otak melakukan konsolidasi informasi, sehingga saat Anda memulai sesi fokus berikutnya, otot mental Anda sudah kembali segar dan siap untuk tantangan baru.

Senin, 5 Januari 2026 adalah panggung pertama Anda untuk membuktikan bahwa liburan tidak membuat Anda kehilangan profesionalisme. Teknik Deep Work 30 menit adalah alat navigasi yang akan menuntun Anda keluar dari kekacauan pikiran pasca-libur. Dengan mempersiapkan lingkungan, mematikan distraksi, dan fokus pada satu tugas utama, Anda sedang membangun kembali fondasi kesuksesan karir Anda di tahun ini. Jangan berkecil hati jika di awal terasa berat; otot fokus Anda hanya perlu sedikit pemanasan. Selamat berlatih, tetaplah konsisten, dan saksikan bagaimana produktivitas Anda melesat melampaui ekspektasi di tahun yang baru ini.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jangan Tunda! 6 Tanda Karet Pintu Mobil Perlu Diganti Segera

22 Februari 2026

5 skutik besar nyaman untuk mudik, tidak lelah dan hemat bahan bakar!

22 Februari 2026

Fabio Quartararo: YZR-M1 V4 Masih Jauh Tertinggal di MotoGP 2026

22 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Doa Kamilin Lengkap: Arab, Latin, dan Terjemahan, Bacaan Setelah Tarawih Sebelum Witir

22 Februari 2026

Prediksi Bodo vs Inter Milan: Nerazzurri Percaya Diri Kalahkan Glimt, Calhanoglu dan Frattesi Absen

22 Februari 2026

Kepala Desa Kritik Pemangkasan Dana Desa 70% untuk Koperasi Merah Putih

22 Februari 2026

Arsip Rahasia Epstein: Terbongkarnya Sisi Gelap Kapitalisme

22 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?