Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 21 Februari 2026
Trending
  • Suzuki Fronx Terjepit Rival Baru, Masih Jadi Pilihan Cerdas 2026?
  • Sistem One Way Arus Mudik Lebaran di Tol Trans Jawa Mulai 17 Maret, Lihat Jadwal Lengkapnya
  • Rezeki deras mengalir tanpa tanda: 3 shio ini segera bersinar!
  • Prediksi Skor Shanghai Port vs Ulsan Hyundai 18 Februari 2026
  • Profil 3 Kapolda Lulusan Akpol 1996, Rekan Seangkatan Irjen Johnny Eddizon Isir
  • Mahfud MD: Tak Terkejut Kasus Narkoba Kapolres Bima Kota, Ingatkan Teddy Minahasa
  • Gaji dan Tunjangan Jenderal Polisi Indonesia 2026
  • Honda BeAT 125 2026: Desain Berani, Fitur Lebih Tinggi?
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Tiga Masalah Kesehatan Gigi Utama di Indonesia Menurut SKI
Ragam

Tiga Masalah Kesehatan Gigi Utama di Indonesia Menurut SKI

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover30 Desember 2025Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kesehatan gigi memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan keseluruhan tubuh. Gigi dan mulut yang sehat tidak hanya membantu dalam proses makan dan berbicara, tetapi juga memengaruhi rasa percaya diri seseorang. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang masih mengabaikan kesehatan gigi, terutama karena dianggap sebagai kebutuhan yang bisa ditunda.

Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sekitar 57% penduduk Indonesia usia 3 tahun ke atas mengalami masalah gigi dan mulut. Sayangnya, hanya 11,2% dari mereka yang mencari pengobatan. Angka ini menunjukkan adanya kesenjangan besar antara tingginya masalah gigi dan rendahnya kebiasaan untuk melakukan pemeriksaan atau perawatan.

Berdasarkan pengalaman klinis sepanjang tahun 2025, AUDY Dental menemukan tiga masalah utama kesehatan gigi yang sering dialami oleh keluarga Indonesia, yaitu radang gusi, gigi berlubang, dan ketidakharmonisan susunan gigi. drg. Yulita Bong, CEO AUDY Dental, menyampaikan bahwa banyak masyarakat datang ke dokter gigi setelah mengalami rasa sakit atau keluhan berat. Padahal, perawatan gigi preventif dan rutin sangat penting untuk mencegah kondisi yang lebih serius.

Berikut adalah tiga masalah utama kesehatan gigi di Indonesia:

1. Radang Gusi



Radang gusi menjadi salah satu masalah gigi yang paling umum terjadi, terutama pada orang dewasa. Banyak orang merasa sudah menjaga kesehatan gigi dengan menyikat gigi dua kali sehari, padahal radang gusi lebih sering dipicu oleh sisa plak yang menumpuk di area yang jarang tersentuh sikat, seperti garis gusi dan sela-sela gigi.

Kebiasaan seperti menyikat gigi terlalu cepat, tidak membersihkan bagian belakang gigi, jarang menggunakan benang gigi, serta menunda scaling selama bertahun-tahun dapat menyebabkan plak mengeras menjadi karang gigi. Karang gigi ini terus-menerus mengiritasi gusi hingga memicu peradangan. Pada orang dewasa, kebiasaan merokok, stres, serta kurangnya asupan cairan juga dapat memperburuk kondisi gusi tanpa disadari.

Pada tahap awal, radang gusi jarang menimbulkan rasa sakit yang hebat. Banyak orang baru menyadarinya saat gusi mulai mudah berdarah, bengkak, atau muncul bau mulut. Jika dibiarkan, peradangan dapat berkembang ke jaringan penyangga gigi dan meningkatkan risiko gigi goyang hingga tanggal. Oleh karena itu, radang gusi tidak boleh dianggap sepele dan perlu dicegah melalui perawatan gigi rutin.

2. Gigi Berlubang



Gigi berlubang masih menjadi masalah yang paling umum dialami anak-anak maupun orang dewasa. Kondisi ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan merupakan akumulasi dari kebiasaan sehari-hari yang berlangsung lama. Pola makan tinggi karbohidrat, bukan hanya dari makanan manis, tetapi juga camilan asin seperti biskuit, keripik, dan roti yang mudah menempel di permukaan gigi, menjadi salah satu pemicu utama.

Pada anak-anak, kebiasaan ngemil berulang kali tanpa diimbangi pembersihan gigi yang tepat membuat mulut berada dalam kondisi asam lebih lama. Ditambah lagi, anak usia 3–4 tahun ke atas belum mampu menyikat gigi secara efektif tanpa bantuan orangtua. Meski terlihat rajin menyikat gigi, sisa makanan sering kali masih tertinggal dan perlahan membentuk lubang.

Sementara pada orang dewasa, gigi berlubang sering bermula dari lubang kecil yang tidak terasa sakit, sehingga kerap diabaikan. Padahal, lubang yang dibiarkan akan semakin dalam, mendekati saraf gigi, dan memicu nyeri hebat hingga infeksi. Dampaknya bukan hanya rasa sakit, tetapi juga gangguan makan, tidur, dan produktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, pengaturan pola makan, penggunaan pasta gigi berfluoride, serta pemeriksaan rutin menjadi langkah penting untuk mencegah gigi berlubang.

3. Ketidakharmonisan Susunan Gigi (Maloklusi)



Ketidakharmonisan susunan gigi atau maloklusi sering dianggap sebagai masalah estetika, padahal berkaitan erat dengan kebiasaan sehari-hari sejak usia anak. Kebiasaan seperti mengisap jempol, penggunaan dot terlalu lama, bernapas melalui mulut, hingga posisi mengunyah yang tidak seimbang dapat memengaruhi pertumbuhan rahang dan arah tumbuh gigi.

Dalam banyak keluarga, kebiasaan ini sering dianggap wajar dan akan membaik dengan sendirinya. Selain itu, pemeriksaan gigi biasanya hanya dilakukan saat anak mengeluh sakit, bukan untuk memantau pertumbuhan gigi. Akibatnya, tanda awal ketidakharmonisan susunan gigi sering terlewat dan baru disadari ketika gigi permanen sudah tumbuh sempurna, sehingga perawatan menjadi lebih kompleks.

Dampak maloklusi tidak hanya pada penampilan. Susunan gigi yang tidak rapi membuat proses mengunyah kurang optimal dan kebersihan gigi lebih sulit dijaga. Sisa makanan mudah terselip di area tertentu, meningkatkan risiko gigi berlubang dan radang gusi. Dalam jangka panjang, kondisi ini juga dapat memengaruhi rasa percaya diri, terutama pada anak dan remaja.

Masalah gigi di Indonesia bukan sekadar soal nyeri sesaat, melainkan berkaitan erat dengan kebiasaan sehari-hari dan pola perawatan dalam keluarga. Menjadikan perawatan gigi sebagai bagian dari gaya hidup sehat sejak dini merupakan langkah penting untuk menekan tingginya angka masalah gigi di masyarakat.

“Kesehatan gigi anak perlu diperhatikan sejak awal karena kondisi gigi susu akan memengaruhi pertumbuhan gigi permanen, struktur rahang, hingga rasa percaya diri anak di masa depan. Pemeriksaan sejak gigi pertama tumbuh dan membangun pengalaman perawatan yang positif dapat membantu anak terbiasa merawat giginya dengan baik,” jelas drg. Eka Sabaty Shofiyah, Sp.KGA, Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak AUDY Dental, dalam acara AUDY Dental Rilis 3 Masalah Utama Kesehatan Gigi dan Mulut Keluarga Indonesia, pada Senin, 22 Desember 2025, di Jakarta.

Dengan edukasi yang tepat dan kebiasaan perawatan yang konsisten di lingkungan keluarga, kesehatan gigi diharapkan tidak lagi menjadi prioritas terakhir, melainkan bagian penting dari kualitas hidup jangka panjang.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Suzuki Fronx Terjepit Rival Baru, Masih Jadi Pilihan Cerdas 2026?

21 Februari 2026

Honda BeAT 125 2026: Desain Berani, Fitur Lebih Tinggi?

21 Februari 2026

Johann Zarco Ungkap Rahasia Sukses Rookie MotoGP 2026, Diogo Moreira

21 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Suzuki Fronx Terjepit Rival Baru, Masih Jadi Pilihan Cerdas 2026?

21 Februari 2026

Sistem One Way Arus Mudik Lebaran di Tol Trans Jawa Mulai 17 Maret, Lihat Jadwal Lengkapnya

21 Februari 2026

Rezeki deras mengalir tanpa tanda: 3 shio ini segera bersinar!

21 Februari 2026

Prediksi Skor Shanghai Port vs Ulsan Hyundai 18 Februari 2026

21 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?