Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 3 April 2026
Trending
  • Bacaan Injil Katolik Selasa 31 Maret 2026: Renungan Harian Katolik Lengkap
  • Skenario PSS Liga 1 Musim Depan Usai Imbang Lawan Kendal Tornado, Cukup Ini Saja
  • Contoh Soal Akhir Tahun PPKN Kelas 5 SD
  • Petugas Wisata Kembalikan Dompet Pengunjung, Putri Senang Isinya Utuh
  • DPK Rumah Tangga Mulai Pulih, Tanda Daya Beli Kembali Bangkit?
  • Sinyal hingga Pelosok, Telkomsel Bangun Jaringan di Desa Sadi Belu
  • Harga BBM naik Rp 1000, daftar terbaru Senin 30 Maret 2026
  • 7 Contoh Pagar Hebel Kreatif untuk Rumah Modern
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Pilu Lereng Gunung Slamet, Kekeringan Diduga Picu Banjir Bandang Guci, Bupati Janji Hijaukan
Nasional

Pilu Lereng Gunung Slamet, Kekeringan Diduga Picu Banjir Bandang Guci, Bupati Janji Hijaukan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover27 Desember 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kondisi Lereng Gunung Slamet Setelah Banjir Bandang

Setelah banjir bandang menerjang Sungai Kali Gung yang mengguncang kawasan Objek Wisata (OW) Pemandian Air Panas Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pada Sabtu (20/12/2025), publik beramai-ramai menyerbu Google Earth untuk melihat kondisi terkini lereng Gunung Slamet. Dari hasil pemantauan tersebut, beberapa bagian lereng terlihat gundul dan rusak akibat aktivitas penebangan serta penggalian.

Banyak warganet menyematkan titik-titik gundul dengan nama-nama kasar sebagai bentuk kritikan terhadap kondisi lingkungan yang semakin memprihatinkan. Salah satu area yang terkena dampak adalah danau Objek wisata Gunung Slamet yang berada di Dusun III, Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Banyumas Jawa Tengah.

Selain itu, jalan penghubung ke wilayah lainnya juga terlihat tanah merah yang terbuka lebar. Melebar ke arah lainnya, ada bukaan lahan cukup luas berwarna putih berbentuk kotak. Di sepanjang jalur tersebut, terlihat area yang lebih terbuka dan dikeruk dalam hingga melukai punggung bukit. Masih lanjut, lahan yang terbuka menunjukkan warna kontras antara kanan dan kiri. Area gundul semakin lebar dengan jurang yang dalam serta tanah yang sudah tidak hijau lagi.

Janji Bupati Tegal

Menanggapi kondisi ini, Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, mengakui bahwa alih fungsi lahan hutan menjadi pertanian sayuran ikut berkontribusi terhadap meningkatnya risiko banjir bandang. Ia menilai hal ini harus segera diatasi dengan melakukan penghijauan ulang.

“Lahan kritis di kawasan hutan lindung yang gundul akan ditanami pohon, dan tahun 2026 untuk pengadaan bibit pohonnya akan kami siapkan,” ujar Ischak dalam pernyataannya, Minggu (21/12/2025).

Ia juga menyatakan bahwa pengawasan lintas sektor akan diperkuat bersama TNI-Polri, Perhutani, BKSDA Jawa Tengah, hingga pemerintah pusat untuk memetakan dan menangani lahan-lahan kritis, terutama di kawasan hutan lindung.

Banjir Bandang di Kawasan Wisata Guci

Kawasan wisata alam Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, diterjang banjir bandang pada Sabtu (20/12/2025). Bencana ini telah merusak banyak fasilitas wisata termasuk kolam pemandian air panas.

Kewaspadaan semakin tinggi saat air mulai naik dan perlahan menutupi batu yang menjadi titik acuan. Zami, salah satu warga setempat, menceritakan rahasia kewaspadaan warga Tegal ini kepada Kompas.com.

Saat air semakin tinggi, Zami langsung berteriak pada pengunjung untuk segera naik menjauh dari kolam pemandian air panas. Keputusan dan pengamatan Zami tersebut terbukti tepat karena tak berselang lama air sungai langsung keruh dan banjir menerjang Pancuran 13.

Seketika pemandian air panas hilang diterjang banjir. Banjir juga merusak pipa air panas dan menyapu pemandian hingga lenyap. “Setelah kejadian saya sempat merenung dan menangis melihat kondisi kerusakan yang sangat parah. Baru kali ini mengalami peristiwa sampai kondisi kolam pemandian hilang. Sementara Pancuran 13 Guci ditutup untuk umum,” cerita Zami dengan suara bergetar.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tegal, M Afifudin, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

DPK Rumah Tangga Mulai Pulih, Tanda Daya Beli Kembali Bangkit?

3 April 2026

Contoh Soal Akhir Tahun PPKN Kelas 5 SD

3 April 2026

Bacaan Injil Katolik Selasa 31 Maret 2026: Renungan Harian Katolik Lengkap

3 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Bacaan Injil Katolik Selasa 31 Maret 2026: Renungan Harian Katolik Lengkap

3 April 2026

Skenario PSS Liga 1 Musim Depan Usai Imbang Lawan Kendal Tornado, Cukup Ini Saja

3 April 2026

Contoh Soal Akhir Tahun PPKN Kelas 5 SD

3 April 2026

Petugas Wisata Kembalikan Dompet Pengunjung, Putri Senang Isinya Utuh

3 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?