Sistem 4WD pada Mobil: Memahami Penggunaan 4H dan 4L
Pada mobil yang dilengkapi dengan sistem penggerak 4 roda atau 4WD, terdapat dua mode utama yang digunakan yaitu 4H (4WD High Range) dan 4L (4WD Low Range). Kedua mode ini memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda, sehingga penting untuk memahami cara mengaktifkannya agar tidak merusak komponen kendaraan.
Posisi Tuas atau Tombol Pengoperasian
Tuas pengoperasian sistem 4WD biasanya ditempatkan di samping tuas transmisi. Ukurannya kecil dan mudah diakses oleh pengemudi. Namun, pada beberapa model mobil, tuas ini bisa berbentuk kenop atau tombol yang ditempatkan di dasbor bagian tengah bawah atau konsol tengah. Di bagian ini biasanya terdapat tulisan 2H, 4H, dan 4L yang menunjukkan mode penggerak yang sedang aktif.
Perbedaan Fungsi 4H dan 4L
Mode 4H digunakan saat mobil berjalan di permukaan yang licin, seperti medan berlumpur, salju, atau jalan berbatu. Mode ini memberikan daya cengkeram yang lebih baik tanpa mengurangi kecepatan berkendara. Sementara itu, 4L digunakan dalam kondisi medan ekstrem, seperti medan berbatu tajam atau jalan yang sangat curam. Mode ini memberikan tenaga lebih besar namun kecepatan harus dibatasi agar komponen tidak rusak.
Cara Mengaktifkan Sistem 4WD
Untuk mengubah dari mode 2H ke 4H, beberapa mobil memerlukan kendaraan dalam keadaan diam, sementara yang lain bisa dilakukan saat mobil sedang berjalan, tetapi dengan kecepatan tertentu. Sebagai contoh, Usman Adhie, praktisi dan pengamat otomotif, menjelaskan bahwa penggunaan transfer case bisa dilakukan baik dalam keadaan mobil berhenti maupun sedang berjalan. Namun, disarankan untuk tidak melebihi kecepatan 80 km/jam agar komponen tidak mengalami kerusakan.
Pentingnya Menjaga Kecepatan Saat Menggunakan 4H
Meskipun 4H dapat digunakan saat mobil sedang berjalan, pengemudi harus tetap waspada dan memperhatikan kecepatan. Kecepatan yang terlalu tinggi dapat menyebabkan beban berlebih pada sistem penggerak dan berisiko merusak komponen penting seperti transfer case. Oleh karena itu, penggunaan 4H sebaiknya dilakukan dalam kecepatan yang sesuai dengan kondisi jalan.
Langkah Pengubahan dari 4H ke 4L
Sementara itu, untuk mengubah dari 4H ke 4L, pengemudi harus memastikan kendaraan dalam posisi diam. Hal ini bertujuan untuk mencegah kerusakan pada sistem penggerak dan memastikan perpindahan gigi berjalan lancar. Jangan mencoba mengubah mode saat mobil sedang berjalan karena dapat menyebabkan kerusakan serius pada kendaraan.
Dengan memahami cara penggunaan 4H dan 4L serta mematuhi petunjuk dari produsen mobil, pengemudi dapat memaksimalkan kemampuan mobil dalam berbagai kondisi medan. Selain itu, pemeliharaan rutin juga diperlukan untuk memastikan sistem 4WD tetap berfungsi optimal.



