Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 20 Februari 2026
Trending
  • Ramalan Keuangan 12 Zodiak Hari Ini: Peluang dan Tantangan Finansial Mengintai
  • Terungkap! Cedera Bruno Paraiba, Bomber Persebaya yang Pernah Robek Ligamen Engkel
  • 9 Negara Mulai Puasa Ramadhan Hari Ini, Termasuk Arab Saudi dan Palestina
  • Artis Viral Pukul Anak Majikan, Lesti Marah, Ayah Korban Tidak Laporkan Pelaku, Ini Alasannya
  • Prospek Saham Energi di Tengah Penurunan Indeks Sektor
  • Innova Venturer Diesel 2018 Bekas, Harga Pas Buat Lebaran
  • Damri luncurkan rute baru Jakarta–Denpasar via Tol Trans Jawa: Jadwal, harga, dan titik naik
  • Honda Stylo 160 Jadi Sorotan Berhasil di IIMS 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Otomotif»Insentif Mobil Listrik Dihapus, Mobil Hybrid Jadi Favorit?
Otomotif

Insentif Mobil Listrik Dihapus, Mobil Hybrid Jadi Favorit?

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover25 Desember 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Evaluasi Kebijakan Pajak dan Dampak pada Pasar Mobil Listrik

Pemerintah Indonesia sedang melakukan evaluasi terkait kelanjutan insentif pajak PPN DTP untuk kendaraan listrik murni (BEV) yang berlaku hingga akhir tahun 2025. Jika kebijakan ini dihentikan, harga jual mobil listrik di pasar otomotif nasional diprediksi akan mengalami kenaikan signifikan, mencapai puluhan juta rupiah per unit akibat kembalinya tarif pajak normal. Perubahan ini diperkirakan akan mengubah peta persaingan industri otomotif di tahun 2026 secara drastis.

Menyempitnya Selisih Harga antara Mobil Listrik dan Mobil Hybrid



Penghapusan insentif pajak akan mengembalikan tarif PPN mobil listrik ke angka normal sebesar 11 persen. Hal ini berarti ada tambahan beban biaya sebesar 10 persen bagi pembeli. Kondisi ini membuat harga mobil listrik yang sebelumnya sangat kompetitif menjadi setara atau bahkan lebih mahal daripada varian hybrid di kelas yang sama. Ketika selisih harga yang sebelumnya menjadi daya tarik utama mobil listrik menghilang, konsumen cenderung memilih opsi yang dianggap lebih aman dan memiliki risiko depresiasi yang lebih terukur.

Mobil hybrid saat ini sudah memiliki basis harga yang cukup stabil dan varian model yang sangat beragam, mulai dari kategori Low MPV hingga SUV menengah. Dengan kenaikan harga mobil listrik, keunggulan ekonomis yang selama ini digembar-gemborkan oleh para produsen kendaraan listrik murni akan memudar. Pembeli di segmen menengah akan melihat bahwa investasi pada mobil hybrid memberikan keseimbangan yang lebih baik antara efisiensi bahan bakar dan harga beli awal yang tetap terjangkau tanpa harus bergantung sepenuhnya pada dukungan fiskal pemerintah.

Solusi Efisiensi Tanpa Hambatan Infrastruktur Pengisian Daya



Salah satu alasan kuat mengapa mobil hybrid diprediksi akan merajai pasar pada 2026 adalah kepraktisannya yang tidak membutuhkan ketergantungan pada Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Di tengah kenaikan harga mobil listrik, kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan infrastruktur pengisian daya sering kali menjadi faktor penentu. Mobil hybrid menawarkan efisiensi bahan bakar yang mendekati kendaraan listrik namun tetap memberikan kebebasan dalam menempuh perjalanan jarak jauh tanpa rasa cemas akan kehabisan daya baterai.

Teknologi hybrid juga dianggap lebih siap menghadapi kondisi geografis Indonesia yang luas dan infrastruktur listrik yang belum merata hingga ke pelosok daerah. Bagi konsumen yang ingin tetap berkontribusi pada pengurangan emisi namun tidak ingin direpotkan oleh durasi pengisian baterai yang lama, mobil hybrid menjadi jalan tengah yang sangat logis. Ketika keuntungan finansial dari insentif mobil listrik dicabut, nilai kepraktisan ini akan menjadi faktor yang jauh lebih dominan dalam memengaruhi keputusan pembelian di mata masyarakat luas.

Reorientasi Strategi Pemasaran Manufaktur Besar di Indonesia



Produsen otomotif raksasa yang sudah mapan di Indonesia tampaknya sudah mengantisipasi pergeseran ini dengan terus memperkuat lini produk hybrid mereka sebagai tulang punggung penjualan. Jika permintaan terhadap mobil listrik menurun akibat kenaikan harga, para pabrikan ini akan semakin agresif dalam mempromosikan kendaraan hybrid sebagai solusi mobilitas paling cerdas di masa transisi. Persaingan promosi dan paket pembiayaan di tahun 2026 kemungkinan besar akan bergeser fokusnya untuk memenangkan hati konsumen di segmen kendaraan bermesin ganda ini.

Selain itu, ketersediaan suku cadang dan kemudahan perawatan di jaringan bengkel resmi yang sudah tersebar luas memberikan rasa aman tambahan bagi calon pembeli mobil hybrid. Tren global memang mengarah pada elektrifikasi total, namun untuk konteks pasar Indonesia pada 2026, mobil hybrid memiliki peluang besar untuk menjadi pemenang pasar. Penghapusan insentif mobil listrik secara tidak langsung akan menjadi katalisator yang mempercepat dominasi mobil hybrid sebagai kendaraan favorit yang mencari efisiensi maksimal dengan risiko operasional yang minimal.

Deretan Mobil Hybrid Baru Ramaikan Pasar Indonesia 2025

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Innova Venturer Diesel 2018 Bekas, Harga Pas Buat Lebaran

20 Februari 2026

Honda Stylo 160 Jadi Sorotan Berhasil di IIMS 2026

20 Februari 2026

Chery siapkan 7 model baru dan perluas 120 dealer di Indonesia 2026

20 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Ramalan Keuangan 12 Zodiak Hari Ini: Peluang dan Tantangan Finansial Mengintai

20 Februari 2026

Terungkap! Cedera Bruno Paraiba, Bomber Persebaya yang Pernah Robek Ligamen Engkel

20 Februari 2026

9 Negara Mulai Puasa Ramadhan Hari Ini, Termasuk Arab Saudi dan Palestina

20 Februari 2026

Artis Viral Pukul Anak Majikan, Lesti Marah, Ayah Korban Tidak Laporkan Pelaku, Ini Alasannya

20 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?