Refleksi Tahun 2025: Perjalanan Seorang Penulis di Indonesiadiscover.com
Di bulan Desember, banyak hal yang bisa menjadi bahan refleksi. Bulan ini menjadi titik akhir dalam tahun kalender, di mana semua pengalaman yang telah dijalani sejak awal tahun terasa seperti adegan film yang berputar di kepala. Bagi saya sebagai seorang penulis, khususnya di Indonesiadiscover.com, tahun 2025 adalah tahun yang penuh dinamika—ada naik dan turunnya perjalanan.
Tahun 2025 memberikan pengalaman unik dalam menulis. Mulai dari proses, jenis topik, hingga cara mengolah ide di kepala. Secara pribadi, secangkir kopi hitam tanpa gula tetap menjadi “pemain nomor punggung 10” yang selalu bisa diandalkan. Apa pun topiknya, selama ada kopi hitam, semuanya akan baik-baik saja.
Dari segi pengalaman menulis, tahun ini memberi cukup banyak. Di paruh pertama, saya mengikuti acara yang dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta di Pantai Parangtritis. Saya juga ikut dalam dialog lintas agama bersama Komunitas Gusdurian. Selain itu, saya membuat reportase seputar lomba karate yang menambah wawasan dan pengalaman.
Beranjak ke paruh kedua, saya menghadiri event pameran karya seni ARTJOG, yang memakan waktu 4 jam penuh dengan pengalaman visual yang kaya. Saya juga terlibat dalam reportase Jogja Coffee Week, yang menghadirkan rasa kopi dari berbagai daerah. Pengalaman ini sangat berkesan karena menyentuh lidah dan hati.
Secara pribadi, tahun 2025 juga membawa momen reuni. Saya dan rekan-rekan dari komunitas KJOG bertemu di acara kolaborasi Indonesiadiscover.com dengan Kemendikdasmen. Bonusnya, kami bertemu dengan tim Indonesiadiscover.compusat yang kebetulan datang ke Yogyakarta.
Meski terlihat remeh, bagi saya yang berasal dari daerah, momen ini sangat berarti. Ini menjadi satu pengalaman langka yang membesarkan hati dan memberi sedikit semangat.
Banyak pengalaman ini, ditambah perjalanan proses secara umum, benar-benar menempa saya. Meskipun ada saat-saat di mana kondisi fisik terbatas, ide tetap bisa ditangkap dan diproses, meskipun hasil akhirnya bukan artikel panjang. Saya masih nyaman di satu topik, tapi pengalaman-pengalaman ini membantu menjaga fleksibilitas.
Jika melihat statistik di Indonesiadiscover.com selama tahun 2025, situasi “naik sekaligus turun” yang saya alami adalah anomali konsisten. Jumlah artikel yang tayang (194 artikel) lebih sedikit 36 dari tahun 2024 (230 artikel). Pada tahun 2023, jumlahnya mencapai 256 artikel.
Sementara itu, jumlah AU saya di tahun 2025 (103 AU) terlihat kurang jika dibandingkan dengan penulis yang sering menulis beberapa kali dalam sehari. Namun, angka ini meningkat dari tahun 2024 (95 AU) dan 2023 (91 AU). Perkembangan ini diharapkan bisa dilanjutkan.
Pada akhirnya, dinamika selama setahun, ditambah kondisi tubuh yang memang sudah terbatas sejak awal, tetap menjadi penegas. Saya tidak perlu mengikuti frekuensi menulis tinggi seperti orang lain. Terkadang, target seperti itu bisa membuat merasa “insecure”, tapi ketika kelemahan fisik lebih “galak”, tidak ada lagi alasan untuk mengikuti orang lain. Cukup temukan dan jaga ritme sendiri.
Meskipun tidak menulis dengan bantuan AI dan masih banyak mengandalkan ponsel seperti biasa, saya yakin itu bukan masalah. Yang terpenting adalah kegembiraan dalam menulis tetap ada dan terus bertumbuh bersama waktu. Semoga apa yang telah dicapai sepanjang tahun 2025 menjadi pijakan awal menuju perjalanan di tahun berikutnya.



