Olahraga Thom Haye, Rafael Struick, dan Jens Raven Tampil di Super League! Irawan...

Thom Haye, Rafael Struick, dan Jens Raven Tampil di Super League! Irawan Dwi Ismunanto: Mereka Perlu Menit Bermain

13
0

Fenomena Pemain Naturalisasi di Super League Indonesia 2025/2026

Super League Indonesia kini semakin dibanjiri oleh gelombang pemain naturalisasi. Pengamat sepak bola nasional, Irawan Dwi Ismunanto, menilai bahwa fenomena ini adalah kebutuhan alamiah bagi para pemain yang membutuhkan kesempatan bermain untuk menjaga performa dan karier mereka. Menurutnya, Liga Indonesia kini bukan lagi sekadar alternatif, melainkan pilihan realistis bagi pemain diaspora yang kesulitan mendapatkan tempat di Eropa atau Asia.

Kehadiran pemain naturalisasi justru harus dipandang sebagai peluang emas untuk meningkatkan kualitas kompetisi domestik. Irawan menyampaikan bahwa wajar jika kita berharap pemain diaspora yang membela Timnas Indonesia terus tampil di kompetisi elite Eropa. Ada rasa bangga dan optimisme di situ. Namun, ada beberapa hal yang perlu dipahami.

Irawan mengatakan, ketika pemain sulit mendapatkan kesempatan di kompetisi elite Eropa atau Asia, maka Liga Indonesia bisa menjadi solusi. Mereka butuh waktu bermain, liga yang kompetitif, serta penghasilan. Liga Indonesia menawarkan semua itu. Hal ini membuat banyak pemain asing memilih bergabung dengan klub-klub lokal.

Kehadiran Pemain Naturalisasi di Klub-Klub Besar

Fenomena ini terlihat jelas musim ini, ketika sejumlah klub papan atas Super League mendatangkan nama-nama besar untuk memperkuat skuad. Dari lini belakang hingga lini depan, kontribusi para pemain naturalisasi sangat signifikan dalam menambah kedalaman dan kualitas tim.

Persib Bandung menjadi sorotan utama setelah resmi mendatangkan Thom Haye. Gelandang Timnas Indonesia tersebut sebelumnya berkarier di Eredivisie Belanda dan kini siap menjadi motor permainan Maung Bandung bersama Marc Klok. Duet Haye dan Klok membuat lini tengah Persib semakin solid untuk bersaing di Super League maupun ajang Asia.

Dewa United juga tidak ingin ketinggalan dalam memanfaatkan potensi pemain naturalisasi. Stefano Lilipaly masih menjadi pengatur serangan, sementara Rafael Struick diharapkan tajam sebagai ujung tombak utama. Perpaduan antara pengalaman dan energi muda membuat Dewa United tampil lebih segar dan berbahaya.

Di lini pertahanan, Persija Jakarta mengandalkan Jordi Amat. Mantan pemain Johor Darul Ta’zim itu bertekad memberikan stabilitas bagi lini belakang Macan Kemayoran. Kehadirannya memberi figur pemimpin yang bisa menjaga konsistensi permainan.

Bhayangkara Presisi Lampung FC masih mempercayakan lini depan kepada Ilija Spasojevic. Striker veteran berusia 37 tahun ini tetap menjadi senjata utama meski usianya sudah tidak muda lagi. Pengalamannya menjadi alasan Bhayangkara masih menaruh harapan besar padanya.

Persik Kediri pun ikut memanfaatkan jasa pemain naturalisasi dengan mendatangkan Ezra Walian. Kecepatan dan naluri mencetak gol Ezra diyakini bisa menambah variasi serangan Macan Putih. Sementara itu, Borneo FC mengandalkan Diego Michiels di posisi bek kanan. Pengalaman panjang dan gaya bermain agresif membuat Diego terus dipercaya menjaga stabilitas pertahanan.

Regenerasi di Bali United

Bali United memiliki aset berharga dalam diri Jens Raven. Pemain berusia 19 tahun ini resmi menjadi WNI sejak 2024 dan kini dianggap sebagai investasi jangka panjang Serdadu Tridatu. Raven digadang-gadang sebagai simbol regenerasi di skuad Bali United. Meski masih muda, ia sudah menunjukkan potensi besar untuk menjadi bintang masa depan klub dan Timnas Indonesia.

Irawan menegaskan bahwa tren pemain naturalisasi di Super League harus dilihat dari sisi positif. Selama mereka tampil konsisten dan memberi dampak bagi klub serta timnas, tidak ada alasan untuk meremehkan kiprah mereka.

Menurut Irawan, Liga Indonesia kini bisa menjadi solusi bagi pemain diaspora yang terjepit regulasi non-Uni Eropa di Eropa. Jay Idzes, Justin Hubner, Elkan Baggott, hingga Kevin Diks punya cerita berbeda, namun Liga Indonesia tetap membuka pintu lebar.

Tantangan terbesar para pemain naturalisasi adalah menjaga konsistensi. Dengan jadwal padat Super League dan tekanan tinggi dari publik, hanya mereka yang punya mental kuat yang bisa terus bersinar.

Fenomena ini pada akhirnya membawa keuntungan besar bagi sepak bola Indonesia. Klub menjadi lebih kuat, kompetisi lebih menarik, dan timnas mendapat efek positif dari pemain-pemain yang rutin tampil di level tertinggi. Dengan Thom Haye, Rafael Struick, Jens Raven, hingga nama-nama lainnya, Super League 2025/2026 dipastikan semakin semarak. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa Liga Indonesia kini menjadi destinasi penting bagi pemain naturalisasi untuk mendapatkan menit bermain yang layak.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini