
Penjelasan Ahli tentang Pesawat Olahraga yang Jatuh di Ciampea
Sebuah insiden pesawat jatuh di kawasan pemakaman Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menarik perhatian publik. Berdasarkan penjelasan dari pengamat penerbangan Alvin Lie, pesawat yang terlibat dalam kejadian ini bukanlah pesawat latih biasa, melainkan jenis pesawat olahraga.
Alvin Lie dikenal sebagai ahli penerbangan dengan pengalaman luas di berbagai bidang, termasuk teknis, regulasi, dan advokasi publik. Ia memiliki lisensi pilot seperti Private Pilot Licence (PPL) yang menunjukkan kemampuan dasar dalam mengemudikan pesawat. Menurutnya, pesawat yang jatuh tersebut adalah bagian dari Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) dan memiliki bobot di bawah 600 kilogram.
“Bukan pesawat latih tapi pesawat olahraga,” ujar Alvin dalam pernyataannya. Pesawat tersebut memiliki kapasitas dua orang, yaitu satu pilot dan satu penumpang. Biasanya, komunitas FASI melakukan penerbangan untuk tujuan rekreasi atau olahraga, terutama pada akhir pekan. Penerbangan biasanya dilakukan dari titik A ke titik B dengan rute yang sudah ditentukan.
Keadaan Pesawat Sebelum Terbang
Pesawat olahraga dengan nomor registrasi PK-S216 terbang dari Lanud Atang Sendjaja, Bogor, sekitar pukul 09.00 WIB untuk menjalani latihan rutin. Meski pesawat telah dinyatakan dalam kondisi prima sebelum lepas landas, kejadian tak terduga terjadi. Salah satu perwira TNI AU dilaporkan gugur di lokasi kejadian.
Setelah lepas landas, pesawat dilaporkan berputar-putar rendah di atas Desa Benteng sebelum akhirnya jatuh di ladang dekat Tempat Pemakaman Umum Astana. Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, menyatakan bahwa pesawat telah melalui prosedur pengecekan sebelum terbang.
“Pesawatnya bagus, selesai sebelum terbang dicek bagus,” ujarnya. Namun, tidak sampai satu jam setelah lepas landas, pesawat menghantam tanah dengan suara gemuruh yang terdengar hingga pemukiman warga.
Kronologi Kejadian
Menurut saksi mata, Enjat Sudrajat, pesawat terlihat miring dan mencoba naik lagi, tetapi tiba-tiba jatuh. Petugas Binaan SAR Kabupaten Bogor, Suntari, menyebutkan bahwa pesawat jatuh sekitar pukul 09.20 WIB di area perkebunan dekat pemakaman. Dua orang penumpang dalam pesawat tersebut, yaitu satu pilot dan satu penumpang.
Suntari mengungkapkan bahwa salah satu penumpang meninggal di lokasi kejadian, sementara yang lain mengalami luka berat dan langsung dirujuk ke Rumah Sakit Atang Sendjaja. Pesawat latih kecil tersebut terbang dari kawasan Pondok Cabe, Tangerang Selatan, pada pagi hari.
Tanggapan dari Pihak Berwenang
Petugas SAR Kabupaten Bogor yang berada di lokasi kejadian menyebutkan bahwa warga setempat langsung membantu proses evakuasi sebelum aparat tiba. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan penerbangan di kawasan olahraga udara. Dengan adanya penjelasan dari Alvin Lie, masyarakat dapat lebih memahami jenis pesawat yang digunakan dalam kegiatan olahraga udara.