Kapal Dahliya F3 Karam di Perairan Ulak Besar, Muara Kaman
Kapal Dahliya F3 yang menempuh rute Samarinda menuju Melak, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), dan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) karam di perairan sekitar Desa Rantau Hempang, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur, pada Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 16.00 WITA.
Kanit Gakkum Sat Polairud Polres Kukar, Ipda Rio Hedy Wiyatma, menjelaskan bahwa kapal Dahliya F3 berangkat dari Pelabuhan Samarinda sekitar pukul 07.00 WITA menuju Long Bagun, Mahakam Ulu, dengan membawa penumpang serta muatan sembako. Menurut keterangan nakhoda, kapal berangkat dari Samarinda pukul 07.00 WITA tujuan Long Bagun. Sekitar pukul 16.00 WITA, saat melintas di perairan Ulak Besar Muara Kaman, kapal terkena arus deras. Kawasan Ulak Besar dikenal memiliki pusaran arus kuat, sehingga kapal mulai kehilangan kendali. Tidak lama kemudian, kapal Dahliya F3 oleng dan tenggelam di alur Sungai Mahakam sekitar pukul 16.30 WITA.
Mendapat laporan tersebut, personel kepolisian langsung menuju lokasi untuk membantu proses evakuasi serta melakukan pendataan. Berikut adalah fakta-fakta terkait kejadian kapal Dahliya F3 karam di Ulak Besar, Muara Kaman, Kukar:
1. Miring dan Kemasukan Air
Ketua Organisasi Angkutan Sungai Mahakam Ulu (Orgamu), Husaini Anwar, mengatakan kapal membawa puluhan penumpang serta muatan logistik dalam jumlah besar saat kejadian. Kapal tersebut dilaporkan mengalami kondisi miring setelah diduga kelebihan muatan. Husaini menjelaskan bahwa pada pagi hari, kapal dalam kondisi sangat sarat muatan. Ia sempat menyarankan agar jangan muat banyak, namun beberapa barang tetap dibawa.
Kapal diketahui membawa logistik sembako dan bahan pokok lainnya dalam jumlah besar di dek bawah. Diduga, akibat beban yang terlalu berat, kapal mulai miring hingga air masuk ke dalam lambung kapal. Tindakan darurat yang dilakukan tadi, ada petugas kepolisian, Dishub Kukar, hingga warga setempat dan Kapal Karya Utama 77F segera diarahkan untuk melakukan evakuasi penumpang.
2. Evakuasi Penumpang
Kapal Karya Utama 7F yang kebetulan melintas dan sama-sama berangkat pada pagi harinya, merapat dan memberikan bantuan evakuasi serta pengamanan di lokasi bersama para pihak berwenang serta masyarakat. Alhamdulillah, kapal tidak langsung tenggelam ke dasar dan masih dalam posisi mengapung hingga saat ini. Pihak berwenang dari Kepolisian, Dishub Kukar, Kades Rantau Hempang, dan Kecamatan Muara Kaman terus melakukan koordinasi intensif di lapangan untuk menangani situasi tersebut.
Berdasarkan informasi dari pemilik kapal (juragan), seluruh penumpang dinyatakan selamat.
3. Perbedaan Manifest
Adapun rincian penumpang yang berhasil dievakuasi total 44 orang, terdiri dari:
* 30 Penumpang Dewasa
* 6 Penumpang Anak-anak
* 7 ABK
* 1 pemilik kapal
Dari hasil pencocokan data manifes awal, pihak kepolisian menemukan perbedaan jumlah penumpang dan kru yang tercatat dengan jumlah sebenarnya di atas kapal saat kejadian. Data manifes mencatat total 42 orang yang terdiri dari 30 penumpang dewasa, 6 anak-anak, dan 6 kru. Namun saat kejadian, terdapat 52 orang di atas kapal, terdiri dari 42 penumpang dan 10 kru (nakhoda dan ABK). Artinya, terdapat tambahan 6 penumpang dan 3 kru yang tidak tercatat dalam manifes resmi pelayaran. Selisih ini kini menjadi perhatian dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
4. Seluruh Penumpang dan Kru Selamat
Kapolsek Muara Kaman, IPTU Gede Wijaya, memastikan seluruh penumpang dan kru kapal selamat. Untuk semua, baik dari kapten, ABK, maupun penumpang, itu semua selamat. Ia menjelaskan, para penumpang dan ABK langsung didata dan diamankan di rumah dinas camat setempat. Terakhir, semuanya didata di rumah dinas kecamatan. Ada empat orang yang di rumah sakit. Saat ini, para korban telah dievakuasi ke kediaman Camat Muara Kaman untuk proses pendataan lebih lanjut.
5. Empat Orang Dirawat di Rumah Sakit
Dari empat orang yang sempat dibawa ke rumah sakit, karena mengalami kedinginan dan syok akibat kejadian tersebut. Empat orang saja yang di rumah sakit. Selebihnya penumpang dan ABK semua sehat. Tapi terakhir update juga bagus saja sih perkembangannya, kesehatannya.
6. Dugaan Penyebab dan Penyelidikan
Dugaan awal penyebab tenggelamnya kapal adalah arus sungai yang berputar dan cukup kuat di kawasan Ulak Besar. Kondisi tersebut membuat kapal sulit dikendalikan oleh nahkoda. Untuk sementara, informasi terakhir itu murni karena arus sungai yang berputar, jadi agak susah dikendalikan kapten kapalnya. Terkait dengan dugaan informasi lainnya masih akan diverifikasi melalui pemeriksaan terhadap nahkoda dan saksi-saksi, serta pengumpulan keterangan tambahan di lapangan. Proses penyelidikan masih terus berlangsung guna memastikan penyebab pasti kecelakaan air tersebut.
7. Kerugian Materiil
Kerugian materil diperkirakan mencapai Rp1,5 Miliar meliputi:
* Unit kapal dan mesin
* Muatan sembako (beras dan kebutuhan pokok lainnya) 15 ton
* 6 unit kendaraan roda dua (sepeda motor)
8. Nakhoda dan ABK Dimintai Keterangan
Pasca-kejadian, personel kepolisian segera melakukan evakuasi dan berkoordinasi dengan Polsek Muara Kaman serta Sat Polairud Polres Kukar. Nakhoda dan anak buah kapal (ABK) juga kami amankan di Polsek Muara Kaman untuk dimintai keterangan dan menjalani proses hukum lebih lanjut. Polairud Kutai Kartanegara juga melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Termasuk juragan kapal, nakhoda, ABK hingga masyarakat Desa Rantau Hempang yang pertama kali memberikan pertolongan.
9. Dishub Fokus Keselamatan Penumpang
Kabid Pelayaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim, Ahmad Maslihuddin, mengkonfirmasi kejadian tersebut dan memastikan bahwa fokus utama saat ini adalah keselamatan para penumpang. Kami telah menerima laporan mengenai laka air KM Dahliya F3 di Muara Kaman. Dugaan sementara, kapal mengalami kelebihan muatan sehingga tidak mampu menahan beban saat berhadapan dengan arus sungai yang deras. Dia juga menambahkan koordinasi lintas sektor telah dilakukan untuk memastikan penanganan di lokasi berjalan cepat.
Koordinasi dengan KSOP Samarinda, Polairud, Dishub Kukar, dan Orgamu dilakukan, serta mempercepat evaluasi yang menjadi prioritas utama para pihak. Alhamdulillah, laporan yang kami terima menyatakan seluruh penumpang sebanyak 36 orang (sesuai manifest awal), selamat dan berhasil dievakuasi berkat bantuan masyarakat sekitar, kapal terdekat serta para pihak terkait. Dalam kesempatan ini, Dishub Kaltim mengimbau kepada seluruh operator kapal motor di lintasan Mahakam untuk selalu mematuhi kapasitas muatan demi keselamatan pelayaran, terutama saat kondisi arus sungai sedang tidak bersahabat. Kami harus terus mengingatkan kepada pemilik kapal dan pengelola dermaga lebih mengutamakan keselamatan dan keamanan penumpang di atas segalanya, mematuhi segera aturan agar kejadian serupa tidak terulang.



