Kenyamanan menjadi hal utama yang diperhatikan dalam perjalanan udara. Namun, tidak semua jenis pakaian cocok digunakan selama penerbangan. Para ahli perjalanan dan awak maskapai memberikan panduan tentang apa yang sebaiknya tidak dikenakan saat naik pesawat. Mereka juga membagikan alternatif yang lebih aman dan nyaman untuk dipakai selama penerbangan.
Beberapa jenis pakaian yang disarankan bukan hanya berfokus pada kenyamanan, tetapi juga keselamatan selama penerbangan. Berikut ini beberapa jenis pakaian yang sebaiknya tidak dipakai ketika naik pesawat:
Pakaian yang terlalu ketat
Semua ahli sepakat bahwa pakaian yang sangat ketat, seperti legging atau jeans sempit, tidak cocok digunakan selama penerbangan, terutama pada rute jarak jauh. Natalie Houston, seorang karyawan maskapai penerbangan, menjelaskan bahwa tubuh akan sedikit membengkak di ketinggian, sehingga pakaian yang ketat bisa menambah ketidaknyamanan. Lisa Mirza Grotts, pakar etiket, menambahkan bahwa celana jeans ketat mungkin terlihat rapi di bandara, tetapi kenyamanan dan sirkulasi darah lebih penting di dalam pesawat. Pakaian longgar dan berlapis dapat membantu mencegah trombosis vena dalam serta membuat penumpang tetap nyaman meskipun suhu kabin berfluktuasi.Busana yang menjuntai di lantai
Rok atau celana yang terlalu panjang hingga menyentuh lantai tidak dianjurkan. Meski terlihat bersih, karpet kabin dan area toilet pesawat tidak selalu dibersihkan secara menyeluruh setiap hari. Area tersebut bisa menjadi tempat berkembangnya kotoran.Romper tidak praktis
Busana seperti romper mungkin terlihat lucu di darat, tetapi sangat tidak praktis saat berada di pesawat, terutama jika perlu menggunakan toilet yang sempit. Romper justru bisa menjadi “lawan terbesar” ketika menghadapi ruang terbatas di kamar mandi pesawat.Pakaian luar terlalu tebal
Jaket besar atau coat berat mungkin terasa nyaman di darat, tetapi pakaian luar yang terlalu besar dan tebal berpotensi menghambat gerak pada keadaan darurat, terutama saat evakuasi mendadak. Travis Turner, wakil presiden pengalaman tamu untuk Cirrus Aviation Services, merekomendasikan lapisan pakaian ringan yang mudah dilepas dan tetap hangat jika suhu kabin berubah.Hindari sepatu hak tinggi
High heels mungkin terlihat bergaya di darat, tetapi tidak ideal di bandara maupun di pesawat. Selain tidak nyaman untuk berjalan jauh di terminal, sepatu jenis ini juga bisa menghambat gerak cepat dalam situasi darurat. Alternatif yang direkomendasikan adalah sepatu berhak datar, sneakers, atau loafer yang nyaman dan aman dipakai.Sandal jepit dan tipis
Sandal mungkin nyaman di pantai, tetapi bukan pilihan terbaik di pesawat. Selain tidak memberikan perlindungan yang memadai pada kaki, model sandal yang longgar juga berisiko mudah terlepas saat kondisi darurat. Steve Schwab, CEO perusahaan penyewaan liburan Casago, menyarankan memakai sepatu tertutup yang memberikan dukungan lebih baik.Perhatikan aturan berpakaian maskapai
Beberapa maskapai memiliki kode berpakaian tertentu. Ari Wohl, presiden dan pendiri Tribeca Jets, menyampaikan bahwa maskapai berhak menolak penumpang naik pesawat atau meminta mereka turun jika pakaiannya dianggap ofensif atau melanggar aturan. Oleh karena itu, pakaian dengan bahasa provokatif, pesan politik, atau gambar yang tidak pantas sebaiknya ditinggalkan di rumah.
Saran berpakaian tambahan
Para ahli merekomendasikan penumpang memilih lapisan pakaian yang nyaman dan serbaguna, seperti atasan dan celana yang elastis, busana berbahan lembut yang tidak mudah kusut, serta warna netral yang tetap tampil rapi meski perjalanan panjang. Pilihan ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan tetapi juga memudahkan adaptasi terhadap perubahan suhu di bandara maupun kabin pesawat.
Putri Az Zahra Suherman berkontribusi dalam penulisan artikel ini



