Memahami Penyebab Ketidaktelitian dan Cara Mengatasinya
Pernahkah kamu merasa sudah berusaha maksimal, tapi tetap saja ada kesalahan kecil seperti salah ketik, keliru angka, atau lupa detail penting? Ketidaktelitian memang bisa merugikan, tapi kabar baiknya ini bukan sifat bawaan, melainkan kebiasaan yang bisa dilatih dan diperbaiki.
Masalah ini biasanya muncul karena otak mencari jalan pintas untuk menghemat energi, sehingga detail mudah terlewat. Banyak faktor dapat memperburuk ketidaktelitian, seperti multitasking, kurang istirahat, tekanan waktu, stres, hingga lingkungan berisik. Dengan memahami penyebabnya, kita bisa menemukan solusi yang tepat.
Berikut adalah beberapa langkah praktis untuk mengatasi ketidaktelitian:
1. Latih Fokus dengan Teknik Pomodoro
Teknik Pomodoro, yaitu bekerja 25 menit lalu istirahat 5 menit, terbukti menjaga fokus dan membuat konsentrasi lebih tahan lama. Menurut studi dari University of Illinois, metode ini mudah diterapkan lewat aplikasi atau timer ponsel. Dengan durasi yang bisa disesuaikan, teknik ini bermanfaat mengurangi stres, mencegah lelah mata, serta memberi ruang otak memproses informasi sehingga kreativitas dan ketelitian meningkat.
2. Hindari Multitasking

Multitasking kerap dianggap cara cepat untuk menyelesaikan banyak hal sekaligus, padahal riset menunjukkan bahwa berpindah fokus terus-menerus justru bisa menurunkan efisiensi hingga 40 persen. Setiap kali otak harus menyesuaikan diri pada tugas baru, energi terkuras lebih cepat dan risiko kesalahan meningkat. Sebaliknya, menyelesaikan satu tugas penuh sebelum beralih membuat detail lebih terperhatikan, alur berpikir lebih lancar, dan hasil kerja pun lebih rapi sekaligus lebih cepat.
3. Gunakan Checklist dan Double Check

Cara mengatasi ketidaktelitian selanjutnya adalah melakukan checklist harian. Hal ini membantu memastikan setiap langkah pekerjaan tidak terlewat, sekaligus meringankan beban otak dari mengingat terlalu banyak detail. Ditambah kebiasaan double-check selama 1–2 menit sebelum menyelesaikan tugas, seperti memeriksa ejaan, angka, atau format, cara sederhana ini efektif mencegah kesalahan sepele dan membuat hasil kerja lebih akurat serta rapi.
4. Ciptakan Lingkungan Bebas Distraksi

Meja kerja yang berantakan, notifikasi ponsel yang terus berbunyi, atau suara bising di sekitar bisa mengganggu alur berpikir dan menurunkan ketelitian. Dengan merapikan ruang kerja, membatasi notifikasi yang tidak penting, atau menggunakan alat bantu seperti noise-cancelling headphones, lingkungan menjadi lebih kondusif sehingga otak lebih mudah berkonsentrasi pada detail kecil yang sering terlewat.
5. Latih Mindfulness

Menurut Harvard Health Publishing, mindfulness termasuk dalam cara mengatasi ketidaktelitian, karena dapat meningkatkan kesadaran penuh sehingga perhatian pada detail menjadi lebih tajam. Praktiknya sederhana, bisa dimulai dengan meditasi singkat, latihan pernapasan, atau sekadar berhenti sejenak sebelum bekerja, yang semuanya membantu menenangkan pikiran dan menjaga fokus tetap stabil.
6. Tidur Cukup dan Jaga Kesehatan

Kurang tidur berdampak langsung pada menurunnya daya ingat, konsentrasi, dan akurasi kognitif, sehingga kesalahan kecil lebih mudah terjadi. Harvard Medical School merekomendasikan tidur 7–9 jam per malam sebagai langkah penting untuk menjaga ketelitian, sekaligus mendukung kesehatan fisik dan kestabilan emosi.
7. Tetapkan Prioritas dan Evaluasi Kesalahan

Menyusun prioritas harian membuat pekerjaan lebih terarah dan mengurangi rasa terburu-buru yang sering memicu kesalahan. Setelah tugas selesai, evaluasi setiap kesalahan yang muncul agar pola penyebabnya dapat dikenali, sehingga langkah pencegahan bisa dilakukan dan ketelitian semakin terasah dari waktu ke waktu.
Itulah beberapa cara mengatasi ketidaktelitian yang efektif. Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, kamu bisa meningkatkan ketelitian dan mengurangi kesalahan yang sering terjadi.



