Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 28 Januari 2026
Trending
  • Skor Kacamata di Tegal, Persiraja Banda Aceh Gagal Menang Usai Gol Dianulir
  • Pria Bekasi Dianiaya Saat Warung Dirampok
  • Ketika Banjir Sumatera Bawa Cuan Investor UNTR
  • Peluang Pemerintah Cabut Izin Perusahaan Penyebab Banjir Sumatra
  • Herdman Ungkap Dua Pemain Baru Usai Pantau Super League
  • Prabowo cabut izin 28 perusahaan penyebab banjir Sumatra, nasib karyawan?
  • 9 wakil Indonesia mulai perjuangan di hari pertama Thailand Masters 2026
  • Di Pengadilan Ambon, Petrus Fatlolon Siap Ungkap Dugaan Pemerasan di Balik Penegak Hukum
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Beranda » 66 Ribu Lebih Warga Jateng Merantau di Luar Negeri Sebagai Pekerja Migran
Nasional

66 Ribu Lebih Warga Jateng Merantau di Luar Negeri Sebagai Pekerja Migran

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover19 Mei 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

IndonesiaDiscover –

66 Ribu Lebih Warga Jateng Merantau di Luar Negeri Sebagai Pekerja Migran
Walikota Respati Ardi menggelar dialog bersama Kepala BP3MI Jateng Pujiono, pada peluncuran Rumah Siap Kerja yang dilaksanakan oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Solo.(MI/WIDJAJADI)

TREN warga Jawa Tengah bekerja sebagai pekerja migran di luar negeri, terus meningkat setiap tahunnya, seiring peluang besar yang ditawarkan sejumlah negara tujuan, seperti Hongkong, Korea Selatan, Jepang, Taiwan dan Singapura 

Sejak 2024 hingga sekarang, sedikitnya ada 66.500 warga dari sejumlah daerah di Jateng yang merantau ke luar negeri, sebagai pekerja migran. Paling banyak pengirim adalah Cilacap, disusul Kendal, Brebes, Wonosobo, Grobogan, dan Sragen.

“Ada sebanyak 66.500 an warga Jateng merantau di luar negeri sebagai pekerja migran. Ada lima negara penerima terbanyak pekerja asal Indonesia, yakni Hongkong, Taiwan, Korsel, Jepang dan Singapura,” tukas Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia ( BP3MI) Jawa Tengah, Pujiono usai peluncuran Rumah Siap Kerja di Disnaker Kota Solo, Senin ( 19/5/2025).

Baca juga : BRI Dukung Purwokerto Half Marathon 2025: Dorong Sport Tourism dan Pemberdayaan UMKM Lokal

Kota Solo semakin menjajaki peluang dan tawaran untuk warganya menjadi pekerja migran di luar negeri.

Data BP3MI Jawa Tengah menyebutkan, sejak 2024, warga Kota Solo baru ada 234 orang yang bekerja di luar negeri, di berbagai sektor.

“Banyak sebetulnya peluang untuk bekerja di luar negeri. Karena tidak membutuhkan ijasah tinggi dan bergaji besar. Seperti Korea dan Jepang, cukup dengan ijasah SMP, yang penting kompetensi bahasa di negara tujuan, dan keahlian yang diperlukan butuhkan” imbuh dia lagi.

Sementara itu Walikota Solo Respati Ardi menekankan pentingnya membangun fondasi ketenagakerjaan sejak dini, terutama menghadapi tahun 2030 yang akan didominasi oleh penduduk usia produktif.

Baca juga : Apjati Apresiasi Pembukaan Penempatan Resmi Pekerja Migran di Arab Saudi

“Kalau kita tidak siapkan backbone nya dari sekarang, kita akan kewalahan menyambut 2030. Ini juga bahian mengawal Asta Cita Presiden Prabowo,” kata Respati.

Program Rumah Siap Kerja bersama Kota Solo hadir sebagai langkah strategis membangun ekosistem ketenagakerjaan yang terintegrasi antara dunia pendidikan vokasi, pelatihan kerja, penempatan tenaga kerja baik dalam negeri maupun luar negeri, dan penguatan kewirausahaan dan keterampilan khusus

Rumah Siap Kerja membuka akses gratis bagi masyarakat dalam berbagai layanan, seperti penempatan kerja dalam dan luar negeri, kelas siap kerja, konsultasi PHK, bursa kerja onlin dan konsultasi karir, pelatihan vokasi dan  kewirausahaan

Konsultasi hubungan industrial

Baca juga : Pemberantasan Premanisme di Jawa Tengah Kedepankan Intelijen 

Respati memperkenalkan Kartu Layak Kerja (KLK) sebagai alat verifikasi pencari kerja, sekaligus perlindungan bagi pengusaha dari karyawan yang tidak bertanggung jawab. 

“Jika ada pekerja yang melanggar kontrak atau menghilang setelah berkasbon, kami akan blacklist melalui KLK. Tapi kita juga beri kesempatan, tiga sampai enam bulan setelah pembinaan, mereka bisa direhabilitasi,” tambahnya.

Dalam laporan, Kepala Dinas Tenaga Kerja Surakarta menegaskan angka pengangguran di Solo masih cukup tinggi, yaitu 4,61% dengan jumlah penganggur mencapai 13.200 orang. Keberadaan Rumah Siap Kerja, diharapkan dapat menekan pengangguran secara signifikan. (H-2)

Jateng lebih luar Merantau migran Negeri pekerja Ribu sebagai warga
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Pria Bekasi Dianiaya Saat Warung Dirampok

28 Januari 2026

Ketika Banjir Sumatera Bawa Cuan Investor UNTR

28 Januari 2026

Peluang Pemerintah Cabut Izin Perusahaan Penyebab Banjir Sumatra

28 Januari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Skor Kacamata di Tegal, Persiraja Banda Aceh Gagal Menang Usai Gol Dianulir

28 Januari 2026

Pria Bekasi Dianiaya Saat Warung Dirampok

28 Januari 2026

Ketika Banjir Sumatera Bawa Cuan Investor UNTR

28 Januari 2026

Peluang Pemerintah Cabut Izin Perusahaan Penyebab Banjir Sumatra

28 Januari 2026
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?