Tips Aman Mengajukan Visa Jelang Liburan
Berlibur ke luar negeri membutuhkan persiapan yang matang, terutama dalam hal dokumen. Salah satu hal penting yang harus dipersiapkan adalah visa. Visa merupakan izin resmi dari suatu negara yang memungkinkan warga negara asing untuk masuk dan tinggal sementara di wilayah negara tersebut. Proses pengajuan visa bisa memakan waktu lama, sehingga perlu dilakukan jauh-jauh hari sebelum tanggal keberangkatan.
Waktu Ideal untuk Mengajukan Visa
Pengajuan visa sebaiknya dilakukan secepat mungkin setelah mengetahui rencana perjalanan. Idealnya, visa harus diajukan paling tidak 180 hari sebelum tanggal keberangkatan. Hal ini sangat penting karena proses pengajuan visa bisa berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan, terutama jika ada penolakan atau kekurangan dokumen.
“Secepat-cepatnya ketika customer sudah tahu visa itu apa, apakah untuk turis, bisnis, atau mengunjungi keluarga, lalu dokumen-dokumen yang diperlukan sudah dimiliki, disarankan untuk secepatnya apply janji temu,” kata Simon Peachey selaku Chief Operating Officer VFS Australasia, China, dan RCIS.
Waktu ideal untuk mengajukan visa juga menjadi penting agar tidak terjadi kesulitan saat mendekati musim liburan, seperti Maret hingga Mei di Eropa. Saat masa ini, banyak orang akan mengajukan visa, sehingga proses bisa menjadi lebih lambat.
Penyebab Proses Pengajuan Visa Memakan Waktu Lama
Proses pengajuan visa sering kali memakan waktu lama karena beberapa faktor. Salah satunya adalah jumlah permintaan pengajuan yang meningkat pada periode tertentu. Selain itu, proses pemutusan visa biasanya berada di tangan pihak kedutaan, sehingga pihak layanan administratif tidak bisa mengontrolnya sepenuhnya.
“Sebenarnya tidak ada (masalah) spesifik selain meningkatnya permintaan janji temu. Ada hal-hal yang VFS juga tidak bisa kontrol, seperti proses pemutusan visa itu sendiri berada di tangan pihak kedutaan yang bisa memengaruhi proses visanya,” ujar Simon.
Biasanya, ada proses terpusat yang membuat proses penerbitan visa memakan waktu. Oleh karena itu, penting untuk mengajukan visa jauh-jauh hari agar tidak terganggu oleh proses yang memakan waktu.
Faktor yang Menyebabkan Pengajuan Visa Ditolak
Jika pengajuan visa ditolak, pemohon bisa mengajukan kembali. Namun, perlu diperiksa kembali informasi yang tercantum dalam formulir dan dokumen resmi. Biasanya, penolakan terjadi karena ketidakcocokan informasi atau dokumen yang tidak lengkap.
“Yang bisa kita sampaikan (mungkin) ada ketidakcocokan informasi, ada informasi yang tidak valid sehingga ada faktor yang menjadi alasan penolakan visa. Namun hal tersebut bisa dilihat pemohon di dalam pernyataan atau surat penolakan,” tutur Simon.
Untuk menghindari penolakan, pastikan informasi yang disediakan sesuai dengan dokumen asli. Dokumen yang umumnya dibutuhkan antara lain paspor aktif, formulir pengajuan, pas foto terbaru, bukti keuangan (rekening koran), tiket perjalanan pulang-pergi, rencana perjalanan, dan surat undangan atau jaminan (jika ada).
Tips Aman Mengajukan Visa Jelang Musim Liburan
Jelang musim liburan, permintaan pengajuan visa meningkat, sehingga proses bisa berlangsung lebih lama. Untuk memastikan pengajuan visa lancar, berikut lima langkah terbaik:
Ajukan permohonan visa secepat mungkin
Dengan mengajukan visa terlebih dahulu, Mama dapat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan atau hal-hal yang harus dipersiapkan dalam pengajuan visa.Memastikan ketidakcocokan informasi
Pastikan informasi yang tercantum dalam formulir aplikasi sesuai dan sama persis dengan dokumen resmi.Perhatikan format foto yang diperlukan
Pemohon visa juga harus menyiapkan foto dengan format atau standar yang sesuai dengan aturan yang dikeluarkan negara yang akan dituju.Pastikan dokumen yang diperlukan lengkap
Cek terlebih dahulu apakah semua dokumen yang diperlukan sudah lengkap dan sesuai. Satu dokumen yang hilang atau tidak lengkap akan membuat pengajuan visa terhambat.Bank statement yang terautentikasi
Beberapa negara memerlukan autentikasi pada bank statement, sehingga harus disesuaikan dengan kebutuhan negara yang dituju.
FAQ Seputar Visa
Visa itu apa sih?
Visa adalah izin resmi dari suatu negara yang memungkinkan warga negara asing untuk masuk, tinggal sementara, atau melakukan kegiatan tertentu (seperti bekerja, belajar, atau berwisata) di wilayah negara tersebut dalam jangka waktu terbatas, berfungsi sebagai alat penyaring dan pengaman bagi negara tujuan.
Apa bedanya paspor dan visa?
Paspor adalah dokumen identitas diri untuk WNI di luar negeri yang diterbitkan negara asal (Imigrasi), sedangkan visa adalah izin masuk ke negara tujuan yang diterbitkan oleh kedutaan/konsulat negara tersebut dan biasanya ditempel di paspor sebagai stiker atau bentuk digital.
Berapa biaya pembuatan visa?
Biaya pembuatan visa sangat bervariasi tergantung negara tujuan dan jenis visanya, mulai dari Rp500.000 untuk Visa on Arrival (VOA) Indonesia hingga jutaan rupiah untuk visa negara lain seperti Jepang (Rp320.000-Rp630.000), Schengen (sekitar €90 atau Rp1.400.000+), dan Amerika (sekitar USD185 atau Rp2.900.000+), belum termasuk biaya layanan dan dokumen tambahan lainnya.






